...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Senin, 20 Agustus 2012

Sektor Mikro Ekonomi Berbasis Rumput Laut Layak Dikembangkan di Perbatasan

Sektor Mikro Ekonomi Layak Dikembangkan di Perbatasan

 

Sektor yang lebih layak dikembangkan untuk masyarakat wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur adalah sektor mikro. Sektor ini lebih menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang sebagian besar dibutuhkan masyarakat yang ekonominya masih berada pada tataran menengah ke bawah, kata Ketua Bidang Urusan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, H Muhammad Aidil Hendrik SE MM, di Nunukan.

Kenapa sektor yang dibutuhkan masyarakat yang perlu dikembangkan daripada yang lainnya. Karena masyarakat bagian penting dan kunci kemajuan Indonesia. Sehingga apabila tidak memperhatikan kebutuhannya, maka ekonomi tidak bisa berkembang.

"Kalau pengusaha saja yang mengembangkan, dan aksesnya tidak menyentuh masyarakat, pasti tidak akan banyak membantu," ujarnya.

Makanya, orientasi sesungguhnya Kadin Kabupaten Nunukan lebih mengarah pada pengembangan ekonomi mikro misalnya perikanan seperti ikan, rumput laut dan sektor pertanian serta perkebunan.

Khusus di Kabupaten Nunukan sendiri, Hendrik menyatakan belum ada konsep ekonomi yang jelas. Hal ini disebabkan oleh pelaksanaan otonomi daerah yang tidak jelas arahnya.

Dia tambahkan, berbagai regulasi yang berhubungan perekonomian yang ditetapkan pemerintah pusat banyak yang tidak sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten Nunukan sehingga terbentur dalam pelaksanaannya.

Melihat kondisi ini, Kadin Kabupaten Nunukan akan berupaya mencari solusi terbaik supaya perekonomian di wilayah perbatasan ini dapat lebih ditingkatkan dengan menarik investor dari negara tetangga seperti Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam.

Sekarang ini, yang gencar ditawarkan kepada investor luar negeri adalah rumput laut. Berhubung petani rumput laut semakin resah akibat harga yang bertambah merosot.

Oleh karena itu, Kadin telah menghubungi dan bertemu dengan sejumlah pengusaha di Malaysia dan Filipina agar berminat menanamkan investasinya pada sektor itu, kata Hendrik.

Dan dari berbagai pembicaraan, masalah pengembangan rumput laut ini telah ditawarkan kepada salah satu pengusaha di Filipina dengan membawakan sampel. Namun masih dalam tahap penjajakan, sehingga belum ada kata sepakat.

"Kadin akan berupaya terus bagaimana petani rumput laut dapat lebih maju dengan mencarikan investor," katanya.

Kepada pengusaha dari Filipina itu, ditawarkan sejumlah konsep yang berkaitan dengan rumput laut seperti kualitas, manfaat dan lain-lainnya. Langkah itu perlu dilakukan agar calon investor itu bisa memahami secara mendetail sehingga akan menjadi bahan acuan bagi mereka.

Sekaitan dengan rumput, Bupati Nunukan Drs Basri mengatakan, produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan saat ini sudah mencapai 500-750 ton per bulan. Produksi ini tentunya perlu dicarikan solusinya agar tidak berhenti di tengah jalan. Karena rumput laut di Kabupaten Nunukan memiliki kualitas yang paling baik di Provinsi Kalimantan Timur. (ant/co
 
Sumber : http://www.jarrakonline.com/detail-2501-sektor-mikro-ekonomi-layak-dikembangkan-di-perbatasan.html
 

Pelatihan Mengolah Rumput Laut

Rumput Laut

Pelatihan Mengolah Rumput Laut




Pertamina Pemasaran Kalimantan melatih masyarakat sekitar Terminal BBM Tarakan, mengolah rumput laut menjadi makanan ringan, seperti dodol dan manisan.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 13 sampai dengan 14 April 2012. Pelatihan berlangsung di Mess Melati Pertamina EP, dan diikuti 30  ibu rumah tangga di Kelurahan Lingkas Ujung Kecamatan Tarakan Timur. Sebagian besar dari mereka adalah istri petani rumput laut. Sehari-hari mereka disibukkan dengan kegiatan rumah tangga dan menjemur rumput laut yang dipanen suami mereka.

Selama ini, rumput laut di Tarakan hanya dijual dalam bentuk rumput laut kering. Belum pernah ada yang mengolah rumput laut menjadi makanan siap konsumsi. Dalam kondisi harga pasaran rumput laut yang rendah, yakni Rp 7.000 per kilogram, membuat para petani rumput laut terpaksa hidup pas-pasan.  "Harapannya, dengan adanya pelatihan membuat dodol dan manisan dari rumput laut ini, dapat memberikan penghasilan tambahan keluarga", ujar Morhan Gultom, Operation Head Terminal BBM Tarakan.

Dalam melaksanakan pelatihan ini, Pertamina bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Ilmu Kelautan (FIK) Universitas Borneo Tarakan. Selain mengolah, para peserta juga diajarkan cara pengemasan yang benar agar makanan tetap awet tanpa menggunakan bahan pengawet. "Dengan membuatnya menjadi makanan jadi seperti dodol dan manisan, maka menciptakan nilai tambah dari rumput laut itu sendiri", ungkap Firdaus, Dekan FPIK Universitas Borneo Tarakan.

Ketiga puluh orang peserta tersebut dibagi ke dalam 6 kelompok, dan masing - masing kelompok diberi modal alat pengemasan vacuum sealer. Selama 6 bulan ke depan, kelompok - kelompok ini juga akan mendapatkan pendampingan yang dilaksanakan oleh  FPIK Universitas Borneo Tarakan. Setelah pendampingan selama 6 bulan, diharapkan para peserta mandiri dalam membuat serta mengemas dodol dan manisan dari rumput laut.

Pembukaan acara pelatihan ini sendiri dihadiri oleh OH TBBM Tarakan, Disperindagkop Tarakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, Camat Tarakan Timur, dan Lurah Lingkas Ujung. Pemerintah Kota Tarakan melalui dinas terkait mengutarakan dukungannya terhadap pelatihan ini.


Sumber : http://www.pertamina.com/index.php/detail/view/csr-news/9074/pelatihan-mengolah-rumput-laut

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

 

Mendengar tentang manfaat rumput laut, saya sempat merenung sejenak tentang hal ini. Rumput laut merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan nutrisi, terus juga di Indonesia kan luas lautnya juga lebih luas daripada daratannya, jadi rumput laut bisa mudah ditemukan di perairan Indonesia. Banyak orang yang masih belum mengetahui banyak tentang manfaat rumput laut ini. Apakah Anda tahu bahwa rumput laut sangat bagus untuk membantu kesehatan jantung Anda?


Kita tahu bahwa salah satu penyakit kritis di jaman sekarang adalah sakit jantung, kemudian sakit kanker. Keduanya merupakan penyakit kritis yang paling ditakuti dan mengincar setiap orang yang ada di bumi ini tanpa terkecuali. Banyak orang yang menggunakan beragam cara, baik pengobatan dunia medis maupun pengobatan alternatif supaya bisa terhindar dan tersembuhkan dari kedua penyakit kritis tersebut.

 

Salah satu cara yang bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung kita adalah dengan mengkonsumsi rumput laut. Banyak ilmuwan yang udah meneliti bahwa rumput laut yang menjadi sumber protein ini memiliki khasiat mirip dengan bioactive peptides. Apakah yang dimaksud bioactive peptides itu?

 

Bioactive peptides merupakan salah satu zat atau bahan yang sering ada di dalam susu. Bioactive peptides ini memiliki kandungan nutrisi yang kaya dan dapat mencegah penyakit tertentu. Selain itu juga Bioactive peptides bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan memiliki khasiat yang mirip dengan obat ACE inhibitor yang udah kita kenal.

Sayangnya, menurut beberapa ilmuwan, rumput laut ini masih perlu diteliti lebih dalam lagi sebelum dipasarkan kepada konsumen dalam produk makanan, dan bahkan mungkin menjadi salah satu bahan obat untuk mengobati sakit jantung.

Walaupun begitu, rumput laut tetap sering kita jumpai dalam beberapa bahan makanan dan minuman. Coba aja kalau kita mau beli es buah, di beberapa tukang es buah, biasanya mereka menambahkan rumput laut tersebut kedalam es buah tersebut. Saya sendiri pun sering memakannya, terutama di bulan puasa ini, dimana es buah menjadi salah satu menu yang menjadi sajian favorit bagi orang yang ingin berbuka puasa.

 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Edible seaweed di berbagai tempat dengan berbagai bentuknya





















Foto dari berbagai sumber di google

Edible seaweed from Nunukan

Nunukan mulai memproduksi rumput laut kering tawar

foto by Dian Kusumanto

 Rumput laut tawar yang berwarna putih bening
siap untuk diolah. Bahkan bisa langsung dimakan.


 Dari rumput laut kering tawar kemasan plastik (produksi Nunukan)
direndam hanya beberapa menit saja sudah mengembang
seperti ukurannya semula sewaktu segar sesaat setelah dipanen.


Rumput laut kering tawar ini di Nunukan dihargai senilai Rp 10.000 per 100 gram.
Di Tawao Sabah Malaysia juga tersedia di beberapa super market 
dengan harga antara 3-4 RM per ons.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan





Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan

 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan Supriyanto  mengatakan, jatuhnya harga rumput laut yang berimbas pada petani rumput laut di Nunukan disebabkan harga rumput laut dunia yang sedang turun.
“Kami memantau harga internasional memang turun. Bermacam metode kami coba, mencarikan solusi harga rumput laut. Bahkan kita mendatangkan pimpinan PT Bosowa menawarkan pabrik rumput laut tetapi tidak ada reelisasi. Dari Korea, dari Malaysia kita undang untuk melihat rumput laut bahkan membeli rumput laut kita. Tetapi karena harga dunia turun, ini berimbas pada kita,” ujarnya saat memberikan keterangan pers Jumat (3/8/2012) di Kantor DKP Nunukan didampingi Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri dan Kabid Budidaya Perikanan DKP Nunukan Suaedi.
Pihaknya juga telah mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Balai Riset Budidaya Rumput Laut Maros, Takalar dan Semarang. “Kita juga bekerjasama untuk memberikan pelatihan di sini. Dengan Bank Indonesia juga kita kerjasama. BI memberikan pelatihan, memberikan motivasi, kalau perlu modal,” ujarnya.
Terakhir, pihaknya mengajak para petani rumput laut di Nunukan melakukan temu usaha. Para petani rumput laut diajak bertemu langsung eksportir maupun pabrik rumput laut. Untuk pioneer program dimaksud, DKP Nunukan memfokuskan pada satu Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Mamolo yang menghimpun tujuh kelompok di Mamolo.

“K
arena kualitas rumput laut di bawah standar, kita fokus satu kelompok ini dengan harapan kelompok lain meniru. Kegiatan  BI kita fokuskan ke Gapokkan ini. Ini sudah terbentuk bahkan sudah kita ajak sharing dengan BI,” ujarnya.

Dengan berkunjung ke Surabaya, petani rumput laut yang difasilitasi Pemkab Nunukan menemui  
eksportir PT Asia Sejahtera Mina dengan membawa sampel yang paling bagus.

“K
ita masuk gudangnya, mana rumput laut yang masuk standar dan tidak? Saya langsung ikut dengan  rombongan ini.  Kita lihat gudangnya, mereka menjemur akibat kadar air yang masih tinggi. Kadar air yang disarankan 33 persen maksimal, diatas itu mereka jemur lagi. Itulah kadang kita tidak diterima karena kadar air dan kebersihan. Petani sudah kita latih bagaimana pasca panen yang baik. Sekarang PT Asia menawarkan deal satu kontainer rumput laut dari petani, langsung kirim,” ujarnya.

Selain itu para petani ini juga diajak ke ke pabrik PT
Gumindo Perkasa Industri, Jakarta. Sepulang dari Jakarta, rumput laut para petani ini langsung dikirimkan dari Nunukan ke Jakarta dan Surabaya tanpa harus melewati pengumpul dengan harapan harga akan naik.

Ia mengatakan, jika harga rumput laut di Mamolo sudah tinggi, diharapkan petani rumput lainnya di Nunukan bisa mendapatkan harga yang juga tinggi.
Sebelum mereka berkunjung ke Surabaya dan Jakarta, rumput laut di Nunukan dihargai Rp4.500 perkilogramnya. Namun setelah dikirimkan ke Surabaya, petani bisa mendapatkan harga antara Rp6.000 hingga Rp6.100 perkilogramnya.
“Ini harapan kita. Kalau harga bagus, kelompok lain ikut, bisa kita bentuk kelompok seperti ini. Atau mereka masukkan ke kelompok ini. Yang pasti gabungan kelompok di sini harganya bagus, harganya stabil dengan syarat kualitas seperti yang diminta pasar. Kita sudah melakukan pelatihan yang cukup panjang. Kedepan dengan rutin mengirim ke Surabaya, harga akan baik,” ujarnya.

Gapokkan Mamolo diharapkan menjadi pioneer, buffer untuk mempertahankan
harga supaya kelompok lain  ikut. Kelompok lain juga bisa menjual rumput lautnnya ke Gapokkan Mamolo, bahkan untuk petani yang rumput lautnya belum memenuhi persyaratan bisa belajar ke gapokkan dimaksud.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/03/turunnya-harga-rumput-lautdi-pasar-internasonal-berdampak-ke-nunukan