...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Senin, 20 Agustus 2012

Pemerintah Targetkan Produksi Rumput Laut Olahan 5 Juta Ton


 

Pemerintah Targetkan Produksi Rumput Laut Olahan 5 Juta Ton






Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut olahan mencapai 5 juta ton pada 2014. Saut P Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, mengatakan jumlah rumput laut olahan sebesar itu setara dengan kebutuhan mulai dari rumah tangga, industri bahan bakar nabati, dan 27 industri pengolahan rumput laut nasional.

Saut menjelaskan untuk mencapai target produksi rumput laut olahan sebanyak itu, Indonesia membutuhkan kerja sama dan investasi asing untuk alih teknologi. Salah satunya dari China, yang berhasil memproduksi karagenan atau produk ekstraksi dari rumput laut yang berfungsi sebagai pengemulsi pada produk-produk makanan dan kosmetika.

Dari 27 produsen pengolahan rumput laut nasional, baru satu sampai dua yang bisa memproduksi karagenan. Sisanya hanya mengolah rumput laut menjadi barang dasar atau bahan baku.

“China sangat unggul untuk pengolahan. Kita juga bisa memanfaatkan peluang investasi dengan Prancis dan Jerman untuk bahan baku kosmetik, karena produsen kosmetik asal Prancis selalu mencari rumput laut dari Maluku yang dinilai bagus untuk kesehatan kulit,” ujar dia.

Rumput laut merupakan komoditas hasil perikanan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan sangat potensial meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Indonesia memiliki 45% spesies rumput laut dunia dan merupakan produsen terbesar rumput laut jeniscottonii.

Selain itu rumput laut bisa dikembangkan dengan teknologi sederhana serta kebutuhan modal dan biaya operasional yang relatif kecil. Produk olahannya beragam dan memiliki nilai jual tinggi.   

Tahun ini produksi rumput laut nasional ditargetkan 5,1 juta ton, naik dari 2011 sebanyak 4,3 juta ton. Kemudian pada 2013 ditargetkan mencapai 7,5 juta dan pada 2014 sebesar 10 juta ton.

Produksi rumput laut terutama berasal dari Sulawesi Selatan. Saat ini sebagian besar rumput laut diekspor dalam kondisi kering dan baru sekitar 20% yang dapat diserap dan diolah oleh industri dalam negeri. Ekspor rumput laut pada 2011 mencapai US$ 200 juta dan ditargetkan meningkat menjadi US$ 230 juta tahun ini.
 
I Made Arthajaya, Direktur Usaha dan Investasi P2HP KKP, menambahkan pemerintah mendorong pendirian dua pabrik pengolahan produk jadi rumput laut di Blitar dan Mojokerto, Jawa Timur. Investor asing yang diundang untuk berinvestasi di sana antara lain China, Filipina, dan Chile. “Kedua pabrik masing-masing dapat menghasilkan 1.500 ton tepung karagenan per tahun,” ujarnya.

Indonesia masih mengimpor produk olahan rumput laut. Sepanjang 2011, impor karagenan mencapai 1.380 ton, atau 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Selain karagenan, Indonesia juga mengimpor 800 ton tepung agar pada tahun lalu. “Mulai tahun ini kami melakukan pengendalian impor produk olahan rumput laut, maksimal 25% kebutuhan. Hingga pertengahan tahun ini, impor karagenan sekitar 100 ton,” jelas Saut.

Masih Terkendala
Safari Azis, Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia, mengatakan sampai saat ini kendala utama dari pengembangan industri rumput laut nasional ada sinergi antara hulu dan hilir. Dia memberi contoh sebagai produsen rumput laut cotonii terbesar dengan lebih dari 50% produksi dunia, Indonesia belum mendapat nilai tambah dari sana.  

Nilai tambah harus melalui industrialisasi. Untuk itu pemerintah dan pelaku usaha hulu sampai hilir harus berkonsolidasi dan membuat strategi yang tepat. Pemerintah perlu menciptakan fondasi kuat untuk menuju industrialisasi. Antara lain pengembangan budi daya, perizinan, jalur distribusi, perdagangan luar negeri, hingga perbaikan kualitas lingkungan perairan.

Safari menambahkan asosiasi siap mendukung pemerintah mengimplementasikan road map yang sedang disusun dengan memperluas organisasi hingga kabupaten/kota terutama di sentra produksi.  Asosiasi juga berupaya menyelesaikan kendala dalam pengurusan prosedur ekspor di KKP yang berwenang mengeluarkan certificate of legal of origin.

Pasar produk rumput laut olahan dalam negeri relatif jenuh sehingga kurang menarik investor untuk membuat pabrik pengolahan rumput laut. Dia memberi contoh, pabrik pengolahan rumput laut jenis cotonii hanya ada dua dan sekitar 8 pabrik pengolahan rumput laut jenis glacillaria. Apalagi saat ini persyaratan ekspor makin ketat, salah satunya ekspor ke China mulai Juni harus memenuhi persyaratan sertifikat kesehatan. Karena itu asosiasi meminta pemerintah mendorong pengembangan pasar dalam negeri. (*)

Oleh Diah Yossie Wiranti & Sopia Siregar
Sumber : http://agro.kemenperin.go.id/839-Pemerintah-Targetkan-Produksi-Rumput-Laut-Olahan-5-Juta-Ton
 

Makanan Rumput Laut pendongkrak Mutu Sperma

Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma

Makanan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Makanan apa sajakah itu?



Askbaby.com dan health4youonline.com melansir, makanan yang kaya protein seperti tiram, daging kambing, kalkun, gandum, buncis, daging merah, kacang, alpukat, pisang, dan almond dapat meningkatkan produktifitas sperma.

Seorang pria juga disarankan untuk makan makanan mengandung zat besi dan asam amino seperti bayam, rumput laut, putih telur, atau daging unggas karena juga baik untuk meningkatkan kualitas sperma.

Beberapa zat lain yang juga turut berperan untuk menghasilkan kualitas sperma lebih baik seperti likopen yang terdapat pada tomat, anggur merah, dan jambu biji merah. Zat folate juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sperma yang terdapat pada asparagus, brokoli, jeruk, sayuran hijau, atau gula bit.

Menkonsumsi seledri mentah juga baik untuk sperma karena mengandung androsterone yang baik untuk stimulasi seksual dan vitamin antioksidan seperti vitamin C, E, dan B12 yang berguna untuk meningkatkan produksi sperma.

Sumber : http://just-juices.blogspot.com/2011/06/daftar-makanan-pendongkrak-mutu-sperma.html
 

Rujak Bulung, salad khas rumput laut dari Bali

 
       Rujak Bulung
 
Oleh: bacamoe

Bahan/Bumbu:
  • Rumput laut segar
  • Garam
  • Cabai rawit
  • Terasi
  • Kencur
  • Kelapa parut
  • Kuah pindang
Cara Membuat:
  1. Ulek cabai rawit sesuai selera, tambahkan sedikit terasi, garam dan kencur.
  2. Setelah halus tambahkan 5 sdm kuah pindang dan aduk rata.
  3. Masukkan rumput laut segar kedalam piring, campur dengan 1 sdm kelapa parut.
  4. Siram dengan kuah pindang tadi, dan siap dinikmati.
Sumber: http://resepmasakanbali.com/2011/08/bulung/
Foto: http://resepmasakanbali.com/2011/08/bulung


Rumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih Dahsyat

Rumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih DahsyatRumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih Dahsyat


Fitria Rahmadianti -
Foto: goeshealth.com Jakarta

Beberapa makanan seperti strawberry, alpukat, dan jahe sudah dikenal luas sebagai afrodisiak atau peningkat gairah seks. Namun, belum banyak yang tahu bahwa rumput laut ternyata juga baik untuk meningkatkan kualitas hubungan seks.

Rumput laut yang biasa dikonsumsi manusia adalah alga merah. Jenisnya beragam, mulai dari Palmaria palmata, Gelidium amansii, Porphyra, Laver, Chondrus crispus, hingga Kappaphycus alvarezii. Rumput laut dapat disajikan sebagai minuman atau makanan.

Ternyata, rumput laut sudah dikenal sebagai afrodisiak sejak dulu. Pujangga Romawi kuno bernama Juvenal menasihati pasangan yang sedang bertengkar untuk memakan rumput laut agar kemarahannya mereda. Ganggang juga sudah banyak dikonsumsi di Inggris sejak zaman Shakespeare.

Di beberapa tempat, rumput laut disajikan sebagai minuman yang berkhasiat meningkatkan gairah seks. Ada minuman yang dibuat dari Irish moss (Chondrus crispus) dan susu disajikan di Karibia. Sementara itu, di Tobago rumput laut dibuat menjadi es krim.

Rumput laut juga bisa dicampur dengan rum dan rempah-rempah agar manfaatnya lebih terasa. Minuman ini populer di beberapa daerah dan dapat dijumpai dalam bentuk kalengan. Menurut eatsomethingsexy.com, jika di Belize Anda mengatakan ingin makan rumput laut, Anda akan disambut cekikikan dan kedipan mata warga setempat karena berhubungan dengan afrodisiak.

Meski belum ada penelitian khusus mengenai manfaat rumput laut untuk seks, nampaknya anggapan tradisional tersebut benar adanya. Jika dilihat dari kandungan gizinya, rumput laut mengandung vitamin B1 yang dapat mengatasi kelelahan dan stres. Sementara itu, vitamin B2 dalam ganggang membantu produksi hormon.

Rumput laut mengandung vitamin E dosis tinggi yang dapat menangkal radikal bebas dalam membran sperma serta mengatur fungsi kelenjar seks. Ganggang juga sarat mineral mangan untuk mempertahankan gairah seks yang sehat.

Semua manfaat di atas dapat meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Apalagi rumput laut juga mengandung serat, yodium, selenium, serta rendah lemak dan kalori.


(Odi/Odi)

Sumber : http://food.detik.com/read/2012/01/27/142227/1827126/900/rumput-laut-bikin-gairah-seks-lebih-dahsyat
 

Dodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas Nunukan

Dodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas NunukanDodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas Nunukan

Oleh: M Rusman

Dodol yang terbuat dari rumput laut menjadi makanan khas Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, sekaligus menjadi oleh-oleh bagi orang yang berkunjung ke daerah ini.

Dengan berbahan baku rumput laut, dodol memiliki dua cita rasa yaitu rasa durian dan coklat, kata pembuat dodol dan kerupuk dari rumput laut di Kabupaten Nunukan, Darmiah di Nunukan, Selasa.

Pengolahan rumput laut menjadi dodol, dia mengakui menggunakan delapan orang karyawan yang merupakan warga binaan. Dalam seminggu, Darmiah mengatakan memproduksi hingga 800 dos.

Kemudian sistem promosi dan pemasarannya, selain dipajang di kios miliknya di Jalan Ujang Dewa Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan juga disuplai ke sejumlah pertokoan atau minimarket seperti Minimarket Marami dan Alaska.

Darmiah menambahkan, dodol yang diproduksinya tidak semata-semata menggunakan bahan baku rumput laut. Tetapi tetap menggunakan campuran tepung beras ketan. Namun tetap mempertahankan atau tidak menghilangkan rasa dan aroma rumput lautnya.

Ke depannya, ia merencanakan akan berinovasi lagi dengan memproduksi dodol semata-mata menggunakan bahan baku rumput laut. Dodol ini dijual seharga Rp13.000,- per dos untuk semua rasa dengan isi sebanyak 12 bungkus.

Selain dipromosikan dengan menitipkan di pertokoan atau minimarket, produksi dodolnya telah seringkali dipamerkan pada setiap kesempatan baik lokal maupun nasional oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan.

Melalui promosi inilah, setiap ada tamu dari luar daerah selalu mencari pusat penjualan dodol ini di Kabupaten Nunukan.

Selain dodol, dia juga memproduksi kerupuk dari rumput laut. Kerupuk ini memiliki lima rasa, yaitu rasa bawang putih, bayam, udang, wortel dan keju. Tetapi pemasarannya masih terkendala, belum mampu bersaing dengan jenis kerupuk lainnya yang lebih modern dan bercita rasa tinggi.

Darmiah juga mengakui, kurangnya peminat kerupuk dari rumput laut yang diproduksinya mengingat bentuknya yang tidak variatif yaitu hanya berbentyuk bulat.

Kemungkinan gara-gara bentuknya yang tidak menarik sehingga pemasarannya terkendala. Tapi, dia mengatakan tetap memajang di kios miliknya dan di UKM Centre di Jalan TVRI Kabupaten Nunukan yang dikelola Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan. (*)

Editor: Arief Mujayatno

Sumber : http://www.antarakaltim.com/berita/8605/dodol-rumput-laut-jadi-makanan-khas-nunukan

Sektor Mikro Ekonomi Berbasis Rumput Laut Layak Dikembangkan di Perbatasan

Sektor Mikro Ekonomi Layak Dikembangkan di Perbatasan

 

Sektor yang lebih layak dikembangkan untuk masyarakat wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur adalah sektor mikro. Sektor ini lebih menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang sebagian besar dibutuhkan masyarakat yang ekonominya masih berada pada tataran menengah ke bawah, kata Ketua Bidang Urusan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Nunukan, H Muhammad Aidil Hendrik SE MM, di Nunukan.

Kenapa sektor yang dibutuhkan masyarakat yang perlu dikembangkan daripada yang lainnya. Karena masyarakat bagian penting dan kunci kemajuan Indonesia. Sehingga apabila tidak memperhatikan kebutuhannya, maka ekonomi tidak bisa berkembang.

"Kalau pengusaha saja yang mengembangkan, dan aksesnya tidak menyentuh masyarakat, pasti tidak akan banyak membantu," ujarnya.

Makanya, orientasi sesungguhnya Kadin Kabupaten Nunukan lebih mengarah pada pengembangan ekonomi mikro misalnya perikanan seperti ikan, rumput laut dan sektor pertanian serta perkebunan.

Khusus di Kabupaten Nunukan sendiri, Hendrik menyatakan belum ada konsep ekonomi yang jelas. Hal ini disebabkan oleh pelaksanaan otonomi daerah yang tidak jelas arahnya.

Dia tambahkan, berbagai regulasi yang berhubungan perekonomian yang ditetapkan pemerintah pusat banyak yang tidak sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten Nunukan sehingga terbentur dalam pelaksanaannya.

Melihat kondisi ini, Kadin Kabupaten Nunukan akan berupaya mencari solusi terbaik supaya perekonomian di wilayah perbatasan ini dapat lebih ditingkatkan dengan menarik investor dari negara tetangga seperti Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam.

Sekarang ini, yang gencar ditawarkan kepada investor luar negeri adalah rumput laut. Berhubung petani rumput laut semakin resah akibat harga yang bertambah merosot.

Oleh karena itu, Kadin telah menghubungi dan bertemu dengan sejumlah pengusaha di Malaysia dan Filipina agar berminat menanamkan investasinya pada sektor itu, kata Hendrik.

Dan dari berbagai pembicaraan, masalah pengembangan rumput laut ini telah ditawarkan kepada salah satu pengusaha di Filipina dengan membawakan sampel. Namun masih dalam tahap penjajakan, sehingga belum ada kata sepakat.

"Kadin akan berupaya terus bagaimana petani rumput laut dapat lebih maju dengan mencarikan investor," katanya.

Kepada pengusaha dari Filipina itu, ditawarkan sejumlah konsep yang berkaitan dengan rumput laut seperti kualitas, manfaat dan lain-lainnya. Langkah itu perlu dilakukan agar calon investor itu bisa memahami secara mendetail sehingga akan menjadi bahan acuan bagi mereka.

Sekaitan dengan rumput, Bupati Nunukan Drs Basri mengatakan, produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan saat ini sudah mencapai 500-750 ton per bulan. Produksi ini tentunya perlu dicarikan solusinya agar tidak berhenti di tengah jalan. Karena rumput laut di Kabupaten Nunukan memiliki kualitas yang paling baik di Provinsi Kalimantan Timur. (ant/co
 
Sumber : http://www.jarrakonline.com/detail-2501-sektor-mikro-ekonomi-layak-dikembangkan-di-perbatasan.html
 

Pelatihan Mengolah Rumput Laut

Rumput Laut

Pelatihan Mengolah Rumput Laut




Pertamina Pemasaran Kalimantan melatih masyarakat sekitar Terminal BBM Tarakan, mengolah rumput laut menjadi makanan ringan, seperti dodol dan manisan.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 13 sampai dengan 14 April 2012. Pelatihan berlangsung di Mess Melati Pertamina EP, dan diikuti 30  ibu rumah tangga di Kelurahan Lingkas Ujung Kecamatan Tarakan Timur. Sebagian besar dari mereka adalah istri petani rumput laut. Sehari-hari mereka disibukkan dengan kegiatan rumah tangga dan menjemur rumput laut yang dipanen suami mereka.

Selama ini, rumput laut di Tarakan hanya dijual dalam bentuk rumput laut kering. Belum pernah ada yang mengolah rumput laut menjadi makanan siap konsumsi. Dalam kondisi harga pasaran rumput laut yang rendah, yakni Rp 7.000 per kilogram, membuat para petani rumput laut terpaksa hidup pas-pasan.  "Harapannya, dengan adanya pelatihan membuat dodol dan manisan dari rumput laut ini, dapat memberikan penghasilan tambahan keluarga", ujar Morhan Gultom, Operation Head Terminal BBM Tarakan.

Dalam melaksanakan pelatihan ini, Pertamina bekerjasama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Ilmu Kelautan (FIK) Universitas Borneo Tarakan. Selain mengolah, para peserta juga diajarkan cara pengemasan yang benar agar makanan tetap awet tanpa menggunakan bahan pengawet. "Dengan membuatnya menjadi makanan jadi seperti dodol dan manisan, maka menciptakan nilai tambah dari rumput laut itu sendiri", ungkap Firdaus, Dekan FPIK Universitas Borneo Tarakan.

Ketiga puluh orang peserta tersebut dibagi ke dalam 6 kelompok, dan masing - masing kelompok diberi modal alat pengemasan vacuum sealer. Selama 6 bulan ke depan, kelompok - kelompok ini juga akan mendapatkan pendampingan yang dilaksanakan oleh  FPIK Universitas Borneo Tarakan. Setelah pendampingan selama 6 bulan, diharapkan para peserta mandiri dalam membuat serta mengemas dodol dan manisan dari rumput laut.

Pembukaan acara pelatihan ini sendiri dihadiri oleh OH TBBM Tarakan, Disperindagkop Tarakan, Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, Camat Tarakan Timur, dan Lurah Lingkas Ujung. Pemerintah Kota Tarakan melalui dinas terkait mengutarakan dukungannya terhadap pelatihan ini.


Sumber : http://www.pertamina.com/index.php/detail/view/csr-news/9074/pelatihan-mengolah-rumput-laut

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

 

Mendengar tentang manfaat rumput laut, saya sempat merenung sejenak tentang hal ini. Rumput laut merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan nutrisi, terus juga di Indonesia kan luas lautnya juga lebih luas daripada daratannya, jadi rumput laut bisa mudah ditemukan di perairan Indonesia. Banyak orang yang masih belum mengetahui banyak tentang manfaat rumput laut ini. Apakah Anda tahu bahwa rumput laut sangat bagus untuk membantu kesehatan jantung Anda?


Kita tahu bahwa salah satu penyakit kritis di jaman sekarang adalah sakit jantung, kemudian sakit kanker. Keduanya merupakan penyakit kritis yang paling ditakuti dan mengincar setiap orang yang ada di bumi ini tanpa terkecuali. Banyak orang yang menggunakan beragam cara, baik pengobatan dunia medis maupun pengobatan alternatif supaya bisa terhindar dan tersembuhkan dari kedua penyakit kritis tersebut.

 

Salah satu cara yang bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung kita adalah dengan mengkonsumsi rumput laut. Banyak ilmuwan yang udah meneliti bahwa rumput laut yang menjadi sumber protein ini memiliki khasiat mirip dengan bioactive peptides. Apakah yang dimaksud bioactive peptides itu?

 

Bioactive peptides merupakan salah satu zat atau bahan yang sering ada di dalam susu. Bioactive peptides ini memiliki kandungan nutrisi yang kaya dan dapat mencegah penyakit tertentu. Selain itu juga Bioactive peptides bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan memiliki khasiat yang mirip dengan obat ACE inhibitor yang udah kita kenal.

Sayangnya, menurut beberapa ilmuwan, rumput laut ini masih perlu diteliti lebih dalam lagi sebelum dipasarkan kepada konsumen dalam produk makanan, dan bahkan mungkin menjadi salah satu bahan obat untuk mengobati sakit jantung.

Walaupun begitu, rumput laut tetap sering kita jumpai dalam beberapa bahan makanan dan minuman. Coba aja kalau kita mau beli es buah, di beberapa tukang es buah, biasanya mereka menambahkan rumput laut tersebut kedalam es buah tersebut. Saya sendiri pun sering memakannya, terutama di bulan puasa ini, dimana es buah menjadi salah satu menu yang menjadi sajian favorit bagi orang yang ingin berbuka puasa.

 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Edible seaweed di berbagai tempat dengan berbagai bentuknya





















Foto dari berbagai sumber di google

Edible seaweed from Nunukan

Nunukan mulai memproduksi rumput laut kering tawar

foto by Dian Kusumanto

 Rumput laut tawar yang berwarna putih bening
siap untuk diolah. Bahkan bisa langsung dimakan.


 Dari rumput laut kering tawar kemasan plastik (produksi Nunukan)
direndam hanya beberapa menit saja sudah mengembang
seperti ukurannya semula sewaktu segar sesaat setelah dipanen.


Rumput laut kering tawar ini di Nunukan dihargai senilai Rp 10.000 per 100 gram.
Di Tawao Sabah Malaysia juga tersedia di beberapa super market 
dengan harga antara 3-4 RM per ons.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan





Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan

 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan Supriyanto  mengatakan, jatuhnya harga rumput laut yang berimbas pada petani rumput laut di Nunukan disebabkan harga rumput laut dunia yang sedang turun.
Kami memantau harga internasional memang turun. Bermacam metode kami coba, mencarikan solusi harga rumput laut. Bahkan kita mendatangkan pimpinan PT Bosowa menawarkan pabrik rumput laut tetapi tidak ada reelisasi. Dari Korea, dari Malaysia kita undang untuk melihat rumput laut bahkan membeli rumput laut kita. Tetapi karena harga dunia turun, ini berimbas pada kita,” ujarnya saat memberikan keterangan pers Jumat (3/8/2012) di Kantor DKP Nunukan didampingi Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri dan Kabid Budidaya Perikanan DKP Nunukan Suaedi.
Pihaknya juga telah mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Balai Riset Budidaya Rumput Laut Maros, Takalar dan Semarang. “Kita juga bekerjasama untuk memberikan pelatihan di sini. Dengan Bank Indonesia juga kita kerjasama. BI memberikan pelatihan, memberikan motivasi, kalau perlu modal,” ujarnya.
Terakhir, pihaknya mengajak para petani rumput laut di Nunukan melakukan temu usaha. Para petani rumput laut diajak bertemu langsung eksportir maupun pabrik rumput laut. Untuk pioneer program dimaksud, DKP Nunukan memfokuskan pada satu Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Mamolo yang menghimpun tujuh kelompok di Mamolo.

“K
arena kualitas rumput laut di bawah standar, kita fokus satu kelompok ini dengan harapan kelompok lain meniru. Kegiatan  BI kita fokuskan ke Gapokkan ini. Ini sudah terbentuk bahkan sudah kita ajak sharing dengan BI,” ujarnya.

Dengan berkunjung ke Surabaya, petani rumput laut yang difasilitasi Pemkab Nunukan menemui  
eksportir PT Asia Sejahtera Mina dengan membawa sampel yang paling bagus.

“K
ita masuk gudangnya, mana rumput laut yang masuk standar dan tidak? Saya langsung ikut dengan  rombongan ini.  Kita lihat gudangnya, mereka menjemur akibat kadar air yang masih tinggi. Kadar air yang disarankan 33 persen maksimal, diatas itu mereka jemur lagi. Itulah kadang kita tidak diterima karena kadar air dan kebersihan. Petani sudah kita latih bagaimana pasca panen yang baik. Sekarang PT Asia menawarkan deal satu kontainer rumput laut dari petani, langsung kirim,” ujarnya.

Selain itu para petani ini juga diajak ke ke pabrik PT
Gumindo Perkasa Industri, Jakarta. Sepulang dari Jakarta, rumput laut para petani ini langsung dikirimkan dari Nunukan ke Jakarta dan Surabaya tanpa harus melewati pengumpul dengan harapan harga akan naik.

Ia mengatakan, jika harga rumput laut di Mamolo sudah tinggi, diharapkan petani rumput lainnya di Nunukan bisa mendapatkan harga yang juga tinggi.
Sebelum mereka berkunjung ke Surabaya dan Jakarta, rumput laut di Nunukan dihargai Rp4.500 perkilogramnya. Namun setelah dikirimkan ke Surabaya, petani bisa mendapatkan harga antara Rp6.000 hingga Rp6.100 perkilogramnya.
“Ini harapan kita. Kalau harga bagus, kelompok lain ikut, bisa kita bentuk kelompok seperti ini. Atau mereka masukkan ke kelompok ini. Yang pasti gabungan kelompok di sini harganya bagus, harganya stabil dengan syarat kualitas seperti yang diminta pasar. Kita sudah melakukan pelatihan yang cukup panjang. Kedepan dengan rutin mengirim ke Surabaya, harga akan baik,” ujarnya.

Gapokkan Mamolo diharapkan menjadi pioneer, buffer untuk mempertahankan
harga supaya kelompok lain  ikut. Kelompok lain juga bisa menjual rumput lautnnya ke Gapokkan Mamolo, bahkan untuk petani yang rumput lautnya belum memenuhi persyaratan bisa belajar ke gapokkan dimaksud.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/03/turunnya-harga-rumput-lautdi-pasar-internasonal-berdampak-ke-nunukan