...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Jumat, 22 Agustus 2014

Pembudidaya Rumput Laut Nunukan Mengeluh Harga Anjlok

Pembudidaya Rumput Laut Nunukan Mengeluh Harga Anjlok
Sabtu, 26 Juli 2014 20:05 WIB
Nunukan (ANTARA Kaltim) - Pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengeluh anjloknya harga sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1435 Hijriah.

Tanang, salah seorang pembudidaya rumput laut di Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan, Sabtu, mengatakan, harga rumput laut kering saat ini hanya Rp11.000 per kilogram atau turun dari harga sebelumnya Rp14.000 per kilogram.

Anjoknya harga tersebut bertepatan dengan melimpahnya hasil panen ratusan pembudidaya rumput laut di daerah itu sementara pengumpul (pengusaha lokal) tidak melakukan pembelian terhadap produksi rumput laut sekitar dua pekan sebelum bulan suci Ramadhan, katanya.

Tanang mengungkapkan, penurunan daya beli pengusaha lokal alasannya pasokan ke Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur dibatasi akibat kurangnya sarana angkutan laut dari Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan. 

Selama ini, kapal penumpang milik perusahaan swasta dan PT Pelni dari Pelabuhan Tunon Taka mengutamakan memberangkatkan penumpang yang mudik, ujarnya. 

Secara terpisah, pembudidaya rumput laut lainnya bernama Haeruddin juga membenarkan harga rumput laut di daerah itu semakin menurun sejak sebelum bulan suci Ramadhan 1435 Hijriah.

Pengusaha lokal yang bertindak selaku pengumpul hanya bersedia membeli dengan harga Rp11.000 per kilogram. 

Menurut dia, penurunan harga tersebut dikabarkan pembatasan pengangkutan oleh kapal milik perusahaan swasta dan PT Pelni tujuan Pelabuhan Parepare dan Makassar sejak penumpang mudik mulai meningkat.

Penumpang mudik di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, sebagian besar tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Negeri Sabah, Malaysia, tujuan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. 

Makanya, rumput laut sempat tertunda diangkut menggunakan KM Thalia milik PT Citra Niaga Mandiri (CNM) dan KM Queen Soya milik PT Rusianto Bersaudara tujuan Pelabuhan Parepare, ucap Haeruddin. 

"Kemungkinan besar harga rumput laut anjlok disebabkan kurangnya sarana transportasi akibat tingginya penumpang yang mudik selama bulan puasa ini," urainya. 

Keduanya mengharapkan harga rumput laut tidak turun lagi sebagaimana tahun 2013 pernah anjlok pada harga Rp6.000 per kilogram.    (*)

Sumber :http://m.antarakaltim.com/berita/21408/pembudidaya-rumput-laut-nunukan-mengeluh-harga-anjlok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar