...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Selasa, 05 Februari 2013

Pabrik Rumput Laut Kapasitas 5 ton per hari di Pasuruan

Mh63


Ada Thabrani di Gracilaria, ada Hamzah di Cottonii


Brebes, malam Minggu, jam 22.00. Para petani rumput laut di desa Randu Sanga masih bersila di halaman rumah tokoh masyarakat setempat.  Laki-laki dan perempuan. Tua dan muda. Resminya mereka menghadiri acara rutin keagamaan yang disebut “Pengajian Padang Bulan”. Saya pikir akan ada pemilik merk “Padang Bulan” Emha Ainun Nadjib di situ. Ternyata nama padang bulan sudah begitu generiknya.

Inilah pengajian yang tema pokok bahasannya adalah rumput laut. Bukan ditinjau dari segi agama, tapi bagaimana rumput laut menyejahterakan seluruh masyarakat desa Randu Sanga yang dulunya dikenal sebagai desa nelayan yang miskin.

Ada dua jenis rumput laut. Yang di Brebes ini, sebagaimana juga yang ada di daerah-daerah sebelahnya seperti Cirebon dan Indramayu, rumput lautnya disebut gracilaria. Bentuknya lebih kecil seperti rumput Jepang dan kegunaan utamanya untuk agar-agar. Pasarnya sangat luas. Berapa pun akan terserap.

Dulu, para petani tambak di Randu Sanga hanya mengandalkan hidupnya dari memelihara bandeng dan udang. Panennya hanya enam bulan sekali. Kalau penyakit ikan lagi datang, sangat menderita. Tidak bisa panen.

Untung ada orang bernama Thabrani di Randu Sanga. Pendidikannya S2 dan kini lagi mengejar gelar doktor. Dia mendapat ilmu bahwa di tambak tersebut bisa ditumpang sari dengan rumput laut jenis gracilaria. Dia sendiri, dari warisan orangtuanya, memiliki 15 ha tambak.

Saat itu Thabrani baru terkena musibah. Udangnya terkena penyakit dan panennya gagal total. Mulailah tergerak untuk memikirkan rumput laut. Dia tebar benih rumput laut. Hidup. Berkembang. Seluruh tambaknya penuh dengan rumput laut.

Hasilnya di luar dugaannya: berkat rumput laut itu bandengnya lebih cepat besar dan tidak terkena penyakit. Demikian juga udangnya. Dalam waktu yang sama bandengnya bisa tumbuh dua kali lipat lebih cepat.

Rumput lautnya sendiri bisa dipanen tiap dua bulan. Dijemur. Sampai mencapai tingkat kekeringan 16%. Dijual. Banyak pabrik agar-agar membelinya.
Dengan demikian Thabrani dapat uang tiap dua bulan. Tidak lagi hanya punya uang tiap enam bulan.

Dengan tambak yang sama hasilnya menjadi berlipat.
Dua tahun lamanya Thabrani sendirian. Tetangga-tetangganya tidak ada yang mau mengikuti jejaknya. Padahal Thabrani sudah berusaha merayu mereka. Kebiasaan turun-temurun memang sulit diubah.

Tapi Thabrani tipe seorang pejuang yang gigih. Dia tidak henti-henti mengajak petani lain mengikuti jejaknya. Bahkan, untuk meyakinkan mereka, Thabrani menjamin akan membeli rumput laut yang mereka hasilkan. Jaminan seperti ini yang kelak di tahun 2012 membuat dia dikenal sebagai pengepul rumput laut terbesar.

Setelah ada jaminan itu, barulah satu per satu tetangganya tertarik. Kini, lima tahun kemudian, seluruh tambak di Randu Sanga sudah menjadi tambak three in one: bandeng, udang, dan rumput laut. “Bahkan hasil rumput lautnya lebih besar dari hasil bandeng ditambah udang sekalipun,” ujar Thabrani.

Thabrani melangkah lebih jauh. Tiga tahun lalu dia mendirikan sekolah menengah kejuruan rumput laut. Dia ingin penduduk desanya menanam rumput laut dengan ilmu pengetahuan.
Malam Minggu kemarin itu, saya diajak Thabrani untuk menghadiri pengajian itu. Tapi, sebenarnya sayalah yang harus belajar di situ. Apalagi Thabrani tidak keberatan kalau semangatnya itu ditularkan juga ke petani-petani tambak di seluruh pantai utara Jawa. Di pusat-pusat nelayan yang miskin.

Thabrani senang sekali melihat warganya kian sejahtera. Dia pun membuat gerobak pengangkut rumput laut yang bisa dijalankan di sela-sela tambak. Malam itu dia berbagi gerobak ke banyak petambak di situ –gerobak yang dia beri nama DI 99. Bahkan saking senangnya, malam itu Thabrani, dalam fungsinya sebagai pengumpul rumput laut, mengumumkan kepada warganya akan meningkatkan harga rumput laut dari 4.000 per kg menjadi 4.500 per kg.

Tentu itulah pengajian yang paling menyenangkan warga Randu Sanga. Ilmu-ilmu rumput laut dibeberkan malam itu. Apalagi ada bonus kenaikan harga. Ada Ki Dalang Enthus Susmono yang datang bersama saya. Di akhir acara Enthus memberikan tausiah agama. Enthus ternyata sangat piawai tidak hanya memainkan wayang tapi juga sebagai pendakwah.

Kabar baik rupanya tidak hanya untuk petani rumput laut jenis gracilaria. Petani rumput laut jenis cottonii pun baiknya juga membaca kabar ini: anak muda dari Lawang, Jawa Timur, Hamzah, sudah berhasil mendirikan pabrik pengolah rumput laut cottonii menjadi karagenan. Yakni tepung rumput laut yang kegunaannya tidak untuk agar-agar tapi untuk kosmetik, bahan odol, kapsul obat, kue, bakso, dan seterusnya.

Kue-kue Jepang yang begitu lembut dan tidak bisa mengeras itu karena menggunakan tepung karagenan. Odol yang menggunakan karagenan tidak akan bisa kering meskipun tutupnya terbuka. Bakso yang menggunakan tepung karagenan memiliki kekenyalan yang sempurna.

Selama ini Indonesia hanya bisa mengekspor rumput laut jenis cottonii ini. Lalu Indonesia mengimpor karagenan besar-besaran. Kenyataan inilah yang menggundahgulanakan pikiran Hamzah.
Sebagai sarjana teknik mesin yang tidak henti-hentinya berpikir, Hamzah bertekad untuk menciptakan mesin yang bisa mengubah rumput laut menjadi karagenan. Pabrik pembuat karagenan ini menggunakan banyak prinsip: kimia, fisika, mekanik, hidraulik, dan elektronik.

Setahun yang lalu, ketika saya menemui Hamzah, dia belum yakin apakah penemuannya akan berhasil. Tapi saya terus mendorongnya untuk tidak menyerah. Dia minta waktu satu tahun untuk membuktikannya. Sebenarnya, seperti biasa, saya tidak sabar.

Tapi saya memaklumi tingkat kesulitannya. Apalagi ini mesin yang terkait dengan makanan. Harus memenuhi kriteria dan standar yang lebih tinggi. Dan ini mesin pertama yang dilahirkan di Indonesia oleh anak muda Indonesia.

Saya terus berkomunikasi dengan Hamzah. Saya terus memonitor perkembangannya. Akhirnya saya dapat kabar baik. Minggu lalu uji coba pabriknya di Pasuruan dan berhasil. Benar-benar bisa menghasilkan karagenan. Dengan mutu yang tidak kalah dengan karagenan impor. Bahkan sedikit lebih baik .

Pabriknya memang kecil. Hanya bisa mengolah rumput laut jenis cottonii sebanyak 5 ton sehari. Tapi 5 ton adalah jumlah yang sudah bisa dipakai menampung hasil rumput laut satu kabupaten. Misalnya kabupaten Bulukumba di Sulsel.

Rumput laut jenis cottonii, sebagaimana rumput laut di Brebes, memang pilihan yang tepat untuk meningkatkan pendapatan para nelayan yang umumnya miskin. Lebih-lebih kalau lagi musim tertentu, ketika mereka tidak bisa melaut.
Bank BRI kini telah membina nelayan rumput laut cottonii di Bulukumba, tapi ya baru sebatas untuk dijual ke pedagang.

Kini, dengan penemuan teknologi oleh putra bangsa kita yang bernama Hamzah itu, rumput laut kian mendapat muara di hilirnya. Pembinaan untuk nelayan rumput laut kini bisa lebih dimassalkan, termasuk oleh BUMN.

Inilah senjata untuk mengentas kemiskinan di wilayah nelayan. Di samping mendapat hasil dari ikan, dalam waktu yang bersamaan nelayan juga mendapat uang dari rumput laut.
Sebagaimana yang saya lihat di Bulukumba, para nelayan di sana mulai bersemangat menanam rumput laut cottonii. Memang lebih rumit dibanding rumput laut jenis gracilaria. Tapi untuk laut-laut tertentu memang hanya cocok untuk rumput laut tertentu.

“Di sini, kalau seorang nelayan bisa menanam rumput laut 2.000 bentangan, sudah cukup untuk hidup dan menyekolahkan anak,” ujar seorang nelayan di Bulukumba.
Begitu banyak jalan untuk meningkatkan kehidupan. Pilihan-pilihan mulai banyak tersedia di depan kita.

Saatnya kini kita harus terus kerja, kerja, kerja!

(*) Menteri BUMN
COPYRIGHT © 2013

Kamis, 24 Januari 2013

Rumput Laut dari berbagai Daerah dan Pulau di Indonesia

Rumput Laut dari berbagai Daerah dan Pulau di Indonesia

Rumput Laut jenis Eucheuma Cottoni ( Seaweed ) dari berbagai daerah dan pulau di INDONESIA.
- Kelembaban (moisture) : maksimum 37%
Impurity (kotoran) : maksimum 5%

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

Keterangan :
1.Sumbawa
2.Campur
3.NTT
4.Sumba
5.Madura
6.Jumbo cottoni(kiri) & maumere(kanan)

Sumber : http://jws999.wordpress.com/2008/06/27/jual-rumput-laut-dari-berbagai-daerah-dan-pulau-di-indonesia/
 

Panduan Usaha Kebun Bibit Rumput Laut

 pa230172

pa2301621

 pa230164

pa230174

Panduan Usaha Kebun Bibit Rumput Laut

Sebagian besar potensi sumberdaya perikanan budidaya belum dimanfaatkan secara optimal untuk menciptakan lapangan usaha, menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai penghasil produk Kelautan dan Perikanan terbesar pada tahun 2015, telah ditetapkan target peningkatan produksi perikanan budidaya pada 2014 adalah sekitar 16,89 juta ton. Untuk mewujudkan pencapaian target produksi, maka perluasan lahan budidaya dan penambahan wirausaha baru perlu dilakukan.

Dalam Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Wirausaha Pemula Perikanan Budidaya, yang ditandatangi oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Made L. Nurdjana, menyebutkan bahwa budidaya perikanan dapat dilakukan dengan mudah. Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan panduan sebagai petunjuk pelaksanaan Pengembangan Wirausaha.

Metode budidaya yang akan dilakukan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput laut itu sendiri. Sampai saat ini telah dikembangkan 5metode budidaya rumput laut berdasarkan pada posisi tanaman terhadap dasar perairan. Metoda-metoda tersebut meliputi : metoda lepas dasar, metoda rakit apung. metode long line dan metode jalur serta metode keranjang (kantung).

Metoda budidaya rumput laut yang telah direkomendasikan oleh Direktorat Jenderal Perikanan, meliputi: metoda lepas dasar, metoda apung (rakit), metode long line dan metode jalur.

Namun di dalam penerapan keempat macam metoda tersebut harus disesuaikan dengan kondisi perairan di mana lokasi budidaya rumput laut akan dilaksanakan. Uraian ketiga macam metoda tersebut adalah sebagai berikut:


1. Metode Lepas Dasar
Dilakukan pada dasar perairan yang berpasir atau berlumpur pasir untuk memudahkan penancapan patok/pacang, Namun hal ini akan sulit dilakukan bila dasar perairan terdiri dari batu karang.
Penanaman dengan metode ini dilakukan dengan cara merentangkan tali ris yang telah berisi ikatan tanaman pada tali ris utama dan posisi tanaman budidaya berada sekitar 30 cm di atas dasar perairan (perkirakan pada saat surut terendah masih tetap terendam air). Patok terbuat dari kayu yang berdiameter sekitar 5 cm sepanjang 1 m dan runcing pada salah satu ujungnya.

Jarak antara patok untuk merentangkan tali ris sekitar 2,5 m. Setiap patok yang berjajar dihubungkan dengan tali ris polyethylen (PE) berdiameter 8 mm. Jarak antara tali rentang sekitar 20 – 25 cm.
Dengan demikian untuk budidaya rumput laut dengan menggunakan metode lepas dasar berukuran (50 x 10) m2, dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:
  • Patok kayu (kayu gelam) : panjang 1 m diameter 5 cm sebanyak 275 buah
  • Tali rentang : bahan PE berdiameter 4 mm sebanyak 870 m (10 kg)
  • Tali ris: bahan PE berdiameter 6 mm sebanyak 630 m (15 kg)
  • Tali rafia : sejumlah 20 gulung besar, dan
  • Bibit seberat 50 -100 gr per ikat sebanyak 500 – 1.000 kg.
Produksi rumput laut yang diperoleh dengan metode lepas dasar ukuran 500 m2 untuk setiap musim tanam (mt) adalah sebesar 4.000 – 8000 kg basah atau 437,5 – 875 kg kering (dengan konversi sekitar 8:1 ). Sebaiknya bibit dipisahkan penanganannya dengan umur lebih kurang 25 hari.

2. Metode Rakit Apung
Metode rakit apung adalah cara membudidayakan rumput laut dengan menggunakan rakit yang terbuat dari bambu/kayu.Metode ini cocok diterapkan pada perairan berkaranq dimana pergerakan airnya didominasi oleh ombak. Penanaman dilakukan dengan menggunakan rakit dari bambu/kayu. Ukuran setiap rakit sangat bervariasi tergantung pada ketersediaan material. Ukuran rakit dapat disesuaikan dengan kondisi perairan tetapi pada prinsipnya ukuran rakit yang dibuat tidak terlalu besar untuk mempermudah perawatan rumput laut yang ditanam.


Untuk menahan agar rakit tidak hanyut terbawa oleh arus, digunakan jangkar (patok) dengan tali PE yang berukuran 10 mm sebagai penahannya. Untuk menghemat areal dan memudahkan pemeliharaan, beberapa rakit dapat digabung menjadi satu dan setiap rakit diberi jarak sekitar 1 meter. Bibit 50 -100 gr diikatkan di tali plastik berjarak 20-25 cm pada setiap titiknya.

Pertumbuhan tanaman yang menggunakan metode apung ini, umumnya lebih baik daripada metode lepas dasar, karena pergerakan air dan intensitas cahaya cukup memadai bagi pertumbuhan rumput laut. Metode apung memiliki keuntungan lain yaitu pemeliharaannya mudah dilakukan, terbebas tanaman dari gangguan bulu babi dan binatang laut lain, berkurangnya tanaman yang hilang karena lepasnya cabang-cabang, serta pengendapan pada tanaman lebih sedikit.

Kerugian dari metode ini adalah biaya lebih mahal dan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan sarana budidayanya relatif lebih lama. Sedangkan bagi tanaman itu sendiri adalah tanaman terlalu dekat dengan permukaan air, sehingga tanaman sering muncul kepermukaan air, terutama pada saat laut kurang berombak. Munculnya tanaman kepermukaan air dalam waktu lama, dapat menyebabkan cabang-cabang tanaman menjadi pucat karena kehilangan pigmen dan akhimya akan mati.

Agar pemeliharaan bisa lebih efektif dan efesien, maka pada umumnya 1 unit usaha terdiri dari 20 rakit dengan masing-masing rakit berukuran 5 m x 2,5 m. Satu rakit terdiri dari 24 tali dengan jarak antara tali masing-masing 20 cm. Untuk setiap tali dapat diikatkan 9 rumpun tanaman, dan jarak antara rumpun yang satu dengan yang lainnya adalah 25 cm. Jadi dalam satu rakit akan terdiri dari 300 rumpun dengan berat rata-rata per rumpun 50 -100 gram atau dibutuhkan bibit sebanyak 15 – 30 kg (Asumsi : bambu tidak digunakan untuk mengikat bibit).

Sarana dan peralatan yang diperlukan untuk 1 unit rakit apung usaha budidaya rumput laut yang terdiri dari 20 buah rakit berukuran 5 m x 2,5 m adalah sebagai berikut:
  • bambu berdiameter 10-15 cm sebanyak 80 batang
  • tali jangkar PE berdiameter 10 mm sebanyak 80 m atau 6 kg
  • tali rentang PE berdiameter 4 mm sebanyak 2.800 m atau 33 kg (260 m/rakit);
  • jangkar 4 buah (dari karung semen/ cor semen)
  • tali Dl 5 60 gulung (3 gulung/rakit)
  • tempat penjemuran 1,2 x 100 m
  • peralatan budidaya (keranjang, pisau, gergaji, dan parang)
  • perahu jukung, sebanyak 1 unit, dan
  • bibit sebanyak 300 – 600 kg (15 – 30 kg/rakit)
Hasil produksi yang akan diperoleh dari 1 unit yang terdiri dari 20 rakit ukuran 2,5 m x 5 m (asumsi hasil panen 8 kali berat awal) adalah sebesar 2.400 kg – 4.800 kg rumput laut basah per musim tanam(MT) atau 262,5 kg – 525 kg rumput laut kering (dengan konversi sekitar 8:1 ).

3. Metode Long Line
Metode long line adalah metode budidaya dengan menggunakan tali panjang yang dibentangkan. Metode budidaya ini banyak diminati oleh masyarakat karena alat dan bahan yang digunakan lebih tahan lama, dan mudah untuk didapat.

Teknik budidaya rumput laut dengan metode ini adalah menggunakan tali sepanjang 50-100 meter yang pada kedua ujungnya diberi jangkar dan pelampung besar, setiap 25 meter diberi pelampung utama yang terbuat dari drum plastik atau styrofoam. Pada setiap jarak 5 meter diberi pelampung berupa potongan styrofoam/karet sandal atau botol aqua bekas 500 ml.

Pada saat pemasangan tali utama harus diperhatikan arah arus pada posisi sejajar atau sedikit menyudut untuk menghindari terjadinya belitan tali satu dengan lainnya. Bibit rumput laut sebanyak 50 -100 gram diikatkan pada sepanjang tali dengan jarak antar titik lebih kurang 25 Cm.

Jarak antara tali satu dalam satu blok 0,5 m dan jarak antar blok 1 m dengan mempertimbangkan kondisi arus dan gelombang setempat. Dalam satu blok terdapat 4 tali yang berfungsi untuk jalur sampan pengontrolan (jika dibutuhkan). Dengan demikian untuk satu hektar hamparan dapat dipasang 128 tali, di mana setiap tali dapat di tanaman 500 titik atau diperoleh 64.000 titik per ha.
Apabila berat bibit awal yang di tanaman antara 50-100 gram, maka jumlah bibit yang dibutuhkan sebesar antara 3.200 kg – 6.400 kg per ha areal budidaya.

Panen dilakukan setelah rumput laut mencapai umur lebih kurang 45 hari dengan hasil panen rumput laut basah sebesar antara 25.600 kg – 51.200 kg (asumsi 1 rumpun bibit menjadi 8 kali lipat saat panen), kemudian di kurangi dengan persediaan benih untuk musim tanam berikutnya sebanyak antara 3.200 kg – 6.400 kg. Maka hasil panen basah yang siap untuk dikeringkan sebesar antara 22.400 kg – 44.800 kg atau diperoleh hasil panen rumput laut kering 2.800-5.600 kg (konversi dari basah menjadi kering 8 : 1).

Spesifikasi alat
  1. Bahan dan alat utama :
    • Tali titik ukuran PE 4 mm sebanyak 870 m (10 kg)
    • Tali jangkar PE 10 mm sebanyak 750 m (50 kg)
    • Tali jangkar sudut PE 6 mm sebanyak 420 m (10 kg)
    • Jangkar tancap kayu 104 buah (jangkar karung semen 4 buah)
    • Pelampung styrofoam sebanyak 60 kg
    • Pelampung botol aqua atau dari karet sendal secukupnya
  2. Sarana penunjang :
    • Perahu sampan 1 buah
    • Timbangan gantung 50 kg
    • Waring 50 m2
    • Para-para penjemuran dari kayu/bambu ukuran 6×8 m (3 unit)
    • Pisau kerja 5 buah
    • Karung plastik ukuran 50 kg (640 lembar)
  3. Sarana Operasional :
    • Bibit rumput laut antara 3.200 kg – 6.400 kg
  4. Produktifitas :
    • Panen pertama (PI) = antara 25.600 kg – 51.200 kg/Ha
    • Produksi = hasil panen pertama (PI) – Jumlah bibit = antara 22.400 kg – 44.800 kg
    • Berat Kering = antara 2.800 kg – 5.600 kg (konversi 8:1)
    • Waktu pembudidayaan 45 hari atau 4 – 5 kali selama 1 tahun tergantung lokasi
4. Metode Jalur
Metode budidaya rumput laut di masing-masing daerah berkembang sesuai dengan kebiasaan dan kondisi lokasi perairan di wilayah tersebut. Dari ketiga metode budidaya yaitu lepas dasar, rakit apung dan longline telah berkembang di masyarakat beberapa metode baru, salah satunya adalah metoda jalur.

Metode ini merupakan kombinasi antara metode rakit dan metode long line. Kerangka metode ini terbuat dari bambu yang disusun sejajar. Pada kedua ujung setiap bambu dihubungkan dengan tali PE diameter 0,6 mm sehingga membentuk persegi panjang dengan ukuran 5 m x 7 m per petak. Satu unit terdiri dari 7-10 petak. Pada kedua ujung setiap unit diberi jangkar seberat 100 kg. Penanaman dimulai dengan mengikat bibit rumput laut ke tali jalur yang telah dilengkapi tali PE 0,2 cm sebagai pengikat bibit rumput laut. Setelah bibit diikat kemudian tali jalur tersebut dipasang pada kerangka yang telah tersedia dengan jarak tanam yang digunakan minimal 25 cm x 30 cm.

Untuk membuat 5 unit rakit ukuran per rakit 5 m x 35 m dengan metoda jalur diperlukan bahan-bahan sebagai berikut:

Spesifikasi alat:
  • Bambu 30 batang; Tali PE Dl 5 15 gulung; Tali PE 4 mm 44 kg; Tali PE 6 mm 10 kg; Tali jangkar PE 10 mm 34 kg; Pelampung 10 buah; Jangkar 10 buah; Keranjang panen 5 buah
Sarana Penunjang :
  • Rakjemur 1 unit; Perahu dayung 1 buah; Peralatan kerja 2 paket;
Bibit :
  • Bibit: 9.200 ikatan per titik 50 – 100 gram butuh 460 kg – 920 kg untuk 5 unit ukuran 5×35 m.
Produktifitas :
  • Berat panen basah : 80% darijumlah ikatan bibit = 7.360 ikatan => Apabila Kisaran berat rata-rata panen 800 gram – 1000 gram per rumpun maka hasil panen 3.680 kg – 7.360 kg basah, Berat kering (8 : 1) = 460 kg – 920 kg, Harga jual: Rp. 3000 – Rp. 4.500/kg
Analisa Usaha Kebun Bibit Rumput Laut
NILAI PAKET Rp 15,000,000
1. Kebutuhan bibit                                                2,000 kg
  • Harga satuan                                              3,000 Rp
  • Total Investasi                                     6,000,000 Rp
2. Investasi Sarana :
  • Tali
  • Pelampung
  • Jangkar
  • Perahu Kayu
  • Kayu/Bambu
  • Total Investasi                                     9,000,000 Rp
Total Investasi (Bibit + Sarana) 15,000,000 Rp
  • Siklus per tahun                                               8 siklus
  • Satu Siklus                                                    25 hari
  • Produksi basah per siklus                           10,000 kg
  • Produksi basah per tahun (8 siklus)             80,000 kg
  • Harga Jual Satuan Basah                              3,000 Rp
  • Pendapatan per siklus                          30,000,000 Rp
  • Biaya Penyusutan per siklus                    1,125,000 Rp
  • Keuntungan per siklus                           7,875,000 Rp
  • Keuntungan per tahun                        63,000,000 Rp
  • Keuntungan per bulan                           5,250,000 Rp
Keterangan:
  1. Dengan metode long l ine, rakit apung dan lepas dasar
  2. konversi panen untuk kebun bibit = 1:5
  3. Biaya penyusutan diperoleh dari hasil pembagian biaya sarana dibagi jumlah siklus dalam satu tahun

Sumber : http://wartapedia.com/edukasi/panduan/448-panduan-usaha-kebun-bibit-rumput-laut.html
Sumber Gambar : http://jws999.wordpress.com/2008/11/06/menjual-bibit-rumput-laut-jenis-cottoni-jumbo/

Selasa, 15 Januari 2013

RUMPUT LAUT–SEDAP DAN BERKHASIAT

 

RUMPUT LAUT–SEDAP DAN BERKHASIAT

Di Indonesia, rumput laut banyak digunakan sebagai bahan pembuat agar-agar atau sebagai campuran puding, es campur, es rumput laut atau es oyen. Namun ternyata selain rasanya yang kenyal dan nikmat tersebut, rumput laut masih menyimpan rahasia yang lain.

Semenjak ribuan tahun yang lalu, bangsa Jepang, China dan Korea banyak memanfaatkan rumput laut sebagai bahan makanan. Ambil contoh Nori (Jepang)  atau Zicai (China) atau gim (Korea) yang berupa lembaran tipis alga merah Porphyra yang dikeringkan dan banyak digunakan sebagai pembungkus sushi, udang gulung atau rolade goreng pada masakan Jepang.. Di Wales Porphyra digunakan untuk membuat Laver bread.

Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga dan masyarakat Eropa mengenalnya dengan sebutan seaweed. Rumput laut memerlukan sinar matahari untuk melakukan fotosintesa, sehingga semakin jauh dari permukaan laut warnanya akan semakin gelap.

Rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis :
1.    Ganggang biru – jenis yg terkenal adalah Spirulina yang dapat diolah menjadi makanan kesehatan.
2.    Ganggang hijau (ada 1200 spesies) – mengandung banyak klorofil.
3.    Ganggang merah (ada 6000 spesies) – contoh Nori
4.    Ganggang coklat (ada 1750 spesies) – contoh Konbu (bahan dasar kaldu pada masakan Jepang)

Kandungan gizi rumput laut adalah :
a.    Karbohidrat (serat) = 39 – 51 %
b.    Protein                    = 17 – 27 %
c.    Lemak                    = 0.08 %
d.    Abu                        =  1,50 %
e.    Mineral Yodium (terutama alga coklat), kalsium, kalium, magnesium, natrium, chlor, besi.
f.    Vitamin A (karoten), B1, B2, B3, B5, B6, B12 dan asam folat.
Karena kandungan gizi inilah maka rumput laut tidak hanya bermanfaat sebagai bahan makanan, tapi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai  penyakit.

Masyarakat di Eropa dan Amerika Utara mempercayai bahwa rumput laut dapat mengobati penyakit TBC, arthritis, batuk dan flu serta infeksi cacing. Spesies rumput laut Digenea mengandung asam kainat yang memiliki manfaat anti cacing. Bahkan karagen suatu produk dari rumput laut telah dipatenkan sebagai bahan anti virus.

Penelitian Harvard School of Public Health menyatakan bahwa rumput laut dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara. Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa wanita premenopause di Amerika mempunyai resiko terkena kanker payudara 3 x lipat dari rekannya di Jepang. Hal ini disebabkan pola makan wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut di dalam menu makanan mereka.

Masyarakat Korea yang setiap hari mengonsumsi sup rumput laut terbukti mempunyai kulit yang halus. Karena itu rumput laut/ekstrak rumput laut sering dipergunakan sebagai campuran bahan kosmetik untuk membuat kulit lembut dan halus.

Menurut ilmu pengobatan China, rumput laut dari jenis Saccharina dan Sargassum/ haizao dapat digunakan untuk mengobati kanker. Hal ini disebabkan karena rumput laut bersifat dingin sehingga dapat digunakan untuk mengatasi bengkak/radang, tumor dan rasa sakit saat menelan (berkaitan dg kekurangan yodium).

Para ilmuwan Jepang menyatakan ekstrak rumput laut dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Bagi pengidap stroke, konsumsi rumput laut dapat membantu menyerap kelebihan garam pada tubuh.

Kandungan serat pada rumput laut sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas.
Di Irlandia, rumput laut digunakan sebagai bahan ramuan untuk mandi (seaweed bath). Berendam dengan air laut hangat yang bercampur rumput laut dipercaya dapat mengatasi rematik, arthritis, nyeri dan pegal-pegal.

Sumber : dr Aty Widyawaruyanti, MSI Apt – Fakultas Farmasi Unair
http://infosehat09hartonoprasetyo.wordpress.com/2009/12/19/rumput-laut-%E2%80%93-sedap-dan-berkhasiat/

Kamis, 22 November 2012

Nori, Snack untuk Mengikis Lemak














Nori, Snack untuk Mengikis Lemak

Saat Anda berenang atau bermain air di pantai, rumput laut adalah sesuatu yang harus dihindari. Namun di negara-negara Asia seperti Jepang dan Korea, rumput laut sudah menjadi bahan makanan yang tersaji sejak zaman kuno. Rumput laut yang bisa dimakan, dengan warna merah, hijau, atau coklat, biasa ditambahkan dalam makanan apa saja yang menawarkan citarasa asin, dari sushi hingga sup.

Rumput laut yang membungkus sushi, atau yang biasa disebut nori, juga tersedia dalam bentuk lembaran. Lembaran nori kering ini menjadi camilan ringan yang siap dikudap kapan saja. Anda bisa mendapatkan snack ini di pasar modern hingga hipermarket lokal.
Yang istimewa, rumput laut yang dipanggang atau diasinkan ini bisa membantu tubuh menghambat kalori lemak. Dalam sebuah studi baru, serat khusus yang ditemukan dalam rumput laut ternyata mampu mencegah penyerapan lemak hingga lebih dari 75 persen.

Serat penghambat lemak dalam rumput laut ini biasa disebut alginate. Dalam sebuah studi di laboratorium dimana digunakan usus buatan, alginate menghambat enzim yang bertugas untuk memecahkan lemak diet. Jika alginate ini berada di dalam usus kita, lemak yang belum dicerna hanya akan lewat dan dikeluarkan, yang artinya hanya ada sedikit kalori lemak yang digunakan atau disimpan.

Dalam studi lain yang berskala kecil, minuman yang mengandung alginate ternyata juga memiliki efek menghambat lemak. Dalam studi ini, mengonsumsi 1,5 gr serat alginate per hari akan menyebabkan pengurangan asupan kalori selama seminggu.

Tentu, peneliti masih perlu melakukan studi lebih lanjut sebelum merekomendasikan alginate sebagai bahan penurun berat badan. Dengan hasil penemuan ini, Anda jadi punya alasan untuk bertualang dengan lidah Anda, bukan? Nikmati makanan yang dibuat atau dibumbui dengan rumput laut, agar Anda mendapatkan manfaat seratnya. Selain itu juga untuk memperoleh manfaat kalsium, zat besi, magnesium, dan vitamin B-nya. Anda bisa membuat sushi, sup miso atau salad yang diberi wakame, sayuran laut yang terasa manis.

Sumber: RealAge
Editor :Dini
 
Sumber : http://female.kompas.com/read/2011/02/22/11553759/Nori.Snack.untuk.Mengikis.Lemak

Senin, 01 Oktober 2012

Nori Krispi Rumput Laut dari Nunukan

Pada saat acara Pameran Teknologi Tepat Guna pada awal bulan yang lalu penulis menemukan produk olahan dari rumput laut ini.   Produk olahan ini disebut sebagai Norie Krispi alias Kripik Norie.  Rasanya sangat gurih dan kalau sudah makan satu ingin yang satu lagi.  Nggak mau berhenti.  Sampai akhirnya satu plastik yang seharga Rp 5.000 itu ludes.

Kripik Nori ini bentuk dan ukurannya sangat pas untuk ukuran mulut.   Kripik ini  terbuat dari Nori yang beli dari Super Market.  Nori ini masih impor dari Jepang.  Jadi kripik ini bahan bakunya masih harus diimpor dari Jepang.  Gambarnya seperti di bawah ini.




 Mari kita melihat bahan baku dari Kripik Norie ini.  Bahan bakunya adalah lembaran Nori yang dibuat dari rumput laut yang dikeringkan secara tipis-tipis.   Nori ini bahan bakunya adalah dari rumput laut jenis Porphyra sp., bisa Porphyra umbilicalis, Porphyra yezoensis atau  Porphyra tenera.


Cara membuat Nori secara tradisional di Jepang sudah penulis paparkan pada postingan sebelumnya.  Silakan dikunjungi.



Pengemasa Nori lembaran yang dilakukan di pabriknya

Gambar di atas adalah bagaimana Nori lembaran itu dibuat di pabrik secara otomatis.


Yang warna hijau di atas adalah Nori yang dikeringkan dengan sinar matahari.  Sedangkan yang di bawah ini lembaran Nori terlihat agak kecoklatan karena dioven atau melalui pemanasan cepat.


Nori lembaran yang di bawah ini sudah dipotong kecil-kecil dan ada taburan wijen di atasnya.   Nori ini tinggal digoreng sebentar di atas minyak yang panas dan kemudian siap disantap sebagai krispi nori tabur wijen.


Silakan dicoba........

Dari saya Dian Kusumanto......

Jumat, 21 September 2012

Membuat Nori secara Tradisional di Jepang

Sushi Tekkamaki
Nori sebagai bahan membuat makanan Sushi

Sushi Plates 
Aneka Sushi yang terbalut Nori

Nori Sheets 
Lembaran Nori 

Pole & Net NoriBudidaya rumput laut jenis Porphyra umbilicalis di Jepang
 

Life Cycle of Nori
Siklus hidup dari rumput laut 'Nori' (Porphyra spp). 
Workshop Sign
Penjemuran lembaran Nori dengan rak dari anyaman bambu
Mr. Hiraga sedang memperagakan cara pembuatan lembaran Nori secara tradisional Jepang

Unchopped
Nori segar yang baru dipanen dari laut dalam wadah

UnchoppedUnchopped

 Nori processing consists of four steps:
  1. Rinse fresh nori and put into a strainer
  2. Chop the nori with a knife into fine pieces
  3. Place chopped nori into a frame on a bamboo mat in a bucket of water to create a sheet; remove the frame, mat and sheet of nori from the water
  4. Put the bamboo mat with sheet of nori onto a rack to dry in the sun

Hiraga Hands Out Nori

Marina Rinses Nori
Membilas nori segar


Chopping Nori



Nori Outside


Mats & Frame


Mats & Frame


Nori & Frame

Nori & Frame


Nori & Frame

Nori & Frame

Nori & Frame Outside


Frame Removed


.
Nori on Dry Rack

Completed NoriNori kering yang siap dikemas
 
Nori in Pan
 Nori dipanggang sebelum dikonsumsi

Roasted Nori 
 Kiri Nori kering, kanan Nori kering yang sudah dipanggang
 
Smaller Nori


Onigiri


Onigiri
Onigiri

Onigiri


Sumber Gambar : http://glendalecommunitycollege.wordpress.com/2012/05/03/nori-japans-most-famous-seaweed-part-i-history-and-traditional-use/