.
Kamis, 18 September 2014
Indonesia dan Filipina Kolaborasi untuk Kuasai Pasar Rumput Laut Dunia
Indonesia dan Filipina Kolaborasi untuk Kuasai Pasar Rumput Laut Dunia

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Indonesia dan Filipina berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan rumput laut di pasaran dunia. Meski kedua negara ini semula bersaing.
“Kita mulai melihat (persoalan ini) dengan perspektif baru. Pasar dunia untuk rumput laut sangat besar, sehingga kedua negara dapat bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia akan komoditi ini,” jelas Bayu Krisnamurthi, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), seperti dikutip dari rilis Humas Kementerian Perdagangan, Senin (15/9/2014).
Di bawah payung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kedua negara berjanji akan berkolaborasi untuk menjadikan ASEAN sebagai basis produksi, dan memaksimalkan pemenuhan pasar rumput laut dunia.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) oleh Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) dan Seaweed Industry Assosiation of the Phillipines (SIAP), sekaligus menjadi ‘win win situation’ bagi kedua negara yang semula bersaing.
“ARLI dan SIAP sepakat untuk melakukan kerja sama dalam pengolahan dan pemasaran rumput laut sejumlah 50 ribu ton atau senilai US$50 juta. Indonesia saat ini mengekspor sekitar 180 ribu ton rumput laut atau senilai US$165 juta,” jelas Bayu.
Sebagai penghasil dan eksportir rumput laut, Indonesia dan Filipina menjalin kerja sama dari hulu hingga hilir. Keduanya sepakat saling memperkuat pengembangan industri rumput laut, dimana SIAP berperan untuk memenuhi kebutuhan food grade seaweed, sementara Indonesia untuk mengembangkan rumput laut sebagai bahan baku biofuel. (pemi)
Sumber :http://citraindonesia.com/indonesia-dan-filipina-kolaborasi-untuk-kuasai-pasar-rumput-laut-dunia/
Senin, 15 September 2014
Penyegaran Teknologi Pengolahan Rumput Laut di Nunukan
Penyegaran Teknologi Pengolahan Rumput Laut bersama dengan Ibu Prof. Rosmawati Paranginangin dkk. dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta.
Pelatihan ini dilaksanakan bertempat di Aula Gadis 1 Sedadap Nunukan Selatan.
Waktu : selama 2 (dua) hari mulai tanggal 15-16 September 2014, Jam 08.00 sampai dengan 16.00 wita.
Peserta 25 orang, yang terdiri dari PPL Perikanan sebanyak 17 orang, dan 8 orang Penyuluh Swadaya bidang Pengolahan dan Pelaku usaha pengolahan di Nunukan.
Pelatihan ini dilaksanakan bertempat di Aula Gadis 1 Sedadap Nunukan Selatan.
Waktu : selama 2 (dua) hari mulai tanggal 15-16 September 2014, Jam 08.00 sampai dengan 16.00 wita.
Peserta 25 orang, yang terdiri dari PPL Perikanan sebanyak 17 orang, dan 8 orang Penyuluh Swadaya bidang Pengolahan dan Pelaku usaha pengolahan di Nunukan.
Senin, 08 September 2014
Produksi Rumput Laut Nunukan sudah lampaui 2.000 ton per bulan
Produksi Rumput Laut Nunukan sudah lampaui 2.000 ton per bulan
Sekarang ini ternyata produksi rumput Nunukan sudah melampaui angka 2.000 ton per bulan.
Dari keterangan perwakilan Asosiasi Pedagang Rumput Laut Nunukan, ada sekitar 450 ton (5.000 karung) setiap minggunya yang diangkut menggunakan Kapal Thalia dari Pelabuhan Nunukan ke Parepare. Artinya dalam sebulan berarti ada 1.800 ton ke Pasar/eksportir/pabrik di Makassar.
Sedangkan rumput laut kering yang diangkut ke Surabaya terakhir sekitar 300 ton per 2 minggu atau 600 ton per bulannya.
Kalau ke Makassar ada 1.800 ton ditambah yang ke Surabaya 600 ton, maka jumlahnya ada 2.400 ton per bulannya.
Ini suatu angka yang sangat spektakuler....
Jika harga Rp 10.000 per kg, maka nilai rumput laut yg ke Makassar dan Surabaya ada Rp 24 Milyard per bulan.
Sangat fantastik !
Kamis, 28 Agustus 2014
Minggu, 24 Agustus 2014
Yayasan SEAPlant Network (YSPN) Siap Training Pengujian Kualitas Rumput Laut
Training Pengujian Kualitas Rumput Laut
I. Pendahuluan
Yayasan SEAPlant Network (YSPN) merupakan inisiatif dari IFC Advisory Services, sejak medio 2004 telah memberikan technical assistance kepada UMKM pembudidaya dan pelaku industri rumput laut. YSPN telah bekerja sama dengan petani rumput laut di Indonesia Timur, exporter dan pabrik pengolahan rumput laut di dalam dan luar negeri serta memfasilitasi hubungan bisnis antara petani dengan pengguna akhir secara transparan, etis dan berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Yayasan SEAPlant Network telah merancang dan mengembangkan silabus standar untuk mempelajari dan menggunakan peralatan untuk pengujian kualitas rumput laut. Metode dan prosedur pengujian telah disesuaikan dengan Standard Pengujian Industri Rumput Laut Dunia seperti CP Kelco dan FMC.
Beberapa pengujian dapat dilakukan untuk exporter dan pabrik pengolahan skala kecil dan menengah untuk menjamin kualitas produk rumput laut diantaranya adalah kadar air (moisture content), kekuatan gel (gel strength), kebersihan rumput laut (clean anhydrous weed/CAW or Salt Free Dry Matter/SFDM) serta kadar karaginan (carageenan content/yield).
II. Latar Belakang dan Tujuan
Untuk membantu pelaku industri rumput laut dalam menjamin kualitas, YSPN menawarkan kerjasama dalam hal pengembangan Laboratorium Pengujian Rumput Laut dan Training Pengujian Kualitas Rumput Laut sehingga eksporter dan pabrik pengolahan rumput laut dapat memastikan kualitas produknya
Proposal ini dibuat berdasarkan pengalaman YSPN dalam pengembangan SPN Laboratory yang telah digunakan untuk penelitian dan pengujian rumput laut di Makassar. Sumber daya YSPN yang telah berpengalaman dalam pengembangan laboratorium di industri rumput laut serta Laboratory Analyst yang telah berpengalaman dalam analisa dan pengujian kualitas rumput laut dapat dipercaya menjadi fasilitator dan trainer bagi pelaku industri rumput laut.
Selain hal itu YSPN juga akan memberikan informasi baru dan memberikan jasa verifikasi secara berkala untuk memastikan kompetensi peserta training dan manajemen laboratory pengujian rumput laut yang baik.
Peserta training maksimal 15 orang dengan sasaran peserta Pelaku Industri Rumput Laut (exporter dan pabrik pengolahan), Manager Proyek, Institusi Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Lembaga Penelitian Rumput Laut.
Kebutuhan training dan lama waktu setiap materi dalam pelaksanaan training disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta training dan pengalaman dalam pengujian rumput laut. Pelaksanaan training dilakukan secara teori (30%) dan praktik (70%) sehingga setelah training diharapkan peserta training dapat melaksanakan pengujian kualitas rumput laut sendiri. Setelah 3 bulan akan dilakukan verifikasi dan evaluasi peserta training untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan peserta training terhadap materi yang telah diberikan dalam program training
Yayasan SEAPlant Network (YSPN) merupakan inisiatif dari IFC Advisory Services, sejak medio 2004 telah memberikan technical assistance kepada UMKM pembudidaya dan pelaku industri rumput laut. YSPN telah bekerja sama dengan petani rumput laut di Indonesia Timur, exporter dan pabrik pengolahan rumput laut di dalam dan luar negeri serta memfasilitasi hubungan bisnis antara petani dengan pengguna akhir secara transparan, etis dan berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Yayasan SEAPlant Network telah merancang dan mengembangkan silabus standar untuk mempelajari dan menggunakan peralatan untuk pengujian kualitas rumput laut. Metode dan prosedur pengujian telah disesuaikan dengan Standard Pengujian Industri Rumput Laut Dunia seperti CP Kelco dan FMC.
Beberapa pengujian dapat dilakukan untuk exporter dan pabrik pengolahan skala kecil dan menengah untuk menjamin kualitas produk rumput laut diantaranya adalah kadar air (moisture content), kekuatan gel (gel strength), kebersihan rumput laut (clean anhydrous weed/CAW or Salt Free Dry Matter/SFDM) serta kadar karaginan (carageenan content/yield).
II. Latar Belakang dan Tujuan
Untuk membantu pelaku industri rumput laut dalam menjamin kualitas, YSPN menawarkan kerjasama dalam hal pengembangan Laboratorium Pengujian Rumput Laut dan Training Pengujian Kualitas Rumput Laut sehingga eksporter dan pabrik pengolahan rumput laut dapat memastikan kualitas produknya
Proposal ini dibuat berdasarkan pengalaman YSPN dalam pengembangan SPN Laboratory yang telah digunakan untuk penelitian dan pengujian rumput laut di Makassar. Sumber daya YSPN yang telah berpengalaman dalam pengembangan laboratorium di industri rumput laut serta Laboratory Analyst yang telah berpengalaman dalam analisa dan pengujian kualitas rumput laut dapat dipercaya menjadi fasilitator dan trainer bagi pelaku industri rumput laut.
Selain hal itu YSPN juga akan memberikan informasi baru dan memberikan jasa verifikasi secara berkala untuk memastikan kompetensi peserta training dan manajemen laboratory pengujian rumput laut yang baik.
Peserta training maksimal 15 orang dengan sasaran peserta Pelaku Industri Rumput Laut (exporter dan pabrik pengolahan), Manager Proyek, Institusi Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Lembaga Penelitian Rumput Laut.
Kebutuhan training dan lama waktu setiap materi dalam pelaksanaan training disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta training dan pengalaman dalam pengujian rumput laut. Pelaksanaan training dilakukan secara teori (30%) dan praktik (70%) sehingga setelah training diharapkan peserta training dapat melaksanakan pengujian kualitas rumput laut sendiri. Setelah 3 bulan akan dilakukan verifikasi dan evaluasi peserta training untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemampuan peserta training terhadap materi yang telah diberikan dalam program training
Abstrak Hasil Penelitian Pengaruh Pencucian Alkali Dingin Terhadap Mutu Rumput Laut Eucheuma cottonii Kering Serta Karaginan Yang Dihasilkan
PENGARUH PENCUCIAN ALKALI DINGIN TERHADAP MUTU RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii KERING SERTA KARAGINAN YANG DIHASILKAN)
Th. Dwi Suryaningrum1 dan Murdinah1
ABSTRAK
Penelitian pencucian alkali dingin terhadap rumput laut jenis Eucheuma cotonii segar untuk melihat sifat mutu rumput laut kering serta karaginan yang dihasilkan telah dilakukan.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lama waktu perendaman 3, 6 dan 9 jam serta konsentrasi larutan KOH (0, 1 N, 0,3 N, dan 0,5 N).
Pengamatan dilakukan terhadap sifat mutu rumput laut kering yang dihasilkan yang meliputi rendemen, kadar air, rumput laut kering bersih (CAW), serta rendemen karaginan yang dihasilkan.
Sedangkan terhadap tepung karaginan yang dihasilkan diamati sifat mutu kimianya yang meliputi kadar air, kadar abu, kadar abu tak larut asam, kadar sulfat, serta sifat fisiknya terhadap kekuatan gel karaginan yang dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman akan berpengaruh terhadap menurunnya rendemen rumput laut kering, CAW, dan kekuatan gel karaginan yang dihasilkan.
Sedangkan semakin besar konsentrasi KOH yang digunakan akan berpengaruh terhadap penurunan CAW serta kekuatan gel yang dihasikan. Secara umum perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan perendaman dalam larutan KOH dengan konsentrasi 0,1N selama 3 jam.
Pada perlakuan ini rata-rata kadar air rumput laut sebesar 15,78 %, rendemen rumput laut sebesar 8,96%, CAW 73,29% dan rendemen karaginan sebesar 49,66% (bk).
Sedangkan mutu karaginan yang diperoleh dari perlakuan tersebut mempunyai kadar air 15,76 %, Kadar abu 18,62 %, kadar abu tak larut asam 2,36 % kadar sulfat 24,85% dan kekuatan gel 112,94 g/cm .
Kata Kunci : Rumput Laut Eucheuma cottonii, alkali dingin, mutu rumput laut, mutu karaginan
1 Peneliti pada Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Jl. KS Tubun Petamburan VI Jakarta 10260 Email : bbrppb@yahoo.co.id
Sumber : http://www.kkp.go.id/stp/index.php/arsip/c/429/PENGARUH-PENCUCIAN-ALKALI-DINGIN-TERHADAP-MUTU-RUMPUT-LAUT-Eucheuma-cottonii-KERING-SERTA-KARAGINAN-YANG-DIHASILKAN/
Langganan:
Postingan (Atom)
































