...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Jumat, 03 Mei 2013

Segudang Manfaat Kollagen Rumput Laut Untuk Kesehatan

Segudang Manfaat Kollagen Rumput Laut Untuk Kesehatan

Diposkan oleh Mysteriousman


 Penggunaan rumput laut untuk berbagai macam keperluan saat ini semakin banyak mendapat perhatian para ahli, hal ini disebabkan oleh temuan-temuan kandungan zat yang sangat di perlukan oleh manusia yang terdapat dalam rumput laut baik untuk makanan, kesehatan dan berbagai macam keperluan industri lainnya. Kita tentu sering mendengar tentang pemanfaatan tanaman laut ini untuk berbagai macam keperluan, namun dalam Blog ini kami akan banyak membahas tentang pemanfaatan rumput laut untuk kecantikan dan kesehatan.

Rumput laut merupakan salah satu kekayaan laut Indonesia yang mempunyai nilai komersial yang sangat tinggi dalam industri makanan dan kesehatan saat ini. Rumput laut juga disebut sebagai Ibu Collagen Laut karena mempunyai kandungan Collagen yang sangat tinggi dan juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Rumput laut tumbuh subur hampir di semua perairan Indonesia, itulah sebabnya saat ini rumput laut juga merupakan salah satu penghasilan utama bagi masyarakat nelayan di Indonesia.

Kami menyediakan rumput laut kering fresh untuk keperluan kesehatan tubuh, khususnya dalam penyediaan Collagen bagi tubuh. Rumput laut yang kami sediakan adalah rumput laut dengan kualitas tinggi yang kami ambil dari sentra budidaya yang terjaga higienitas, umur yang cukup dan benar-benar terawat sehingga rumput laut produk kami mempunyai khasiat yang cukup signifikan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Keunggulan Rumput Laut Terhadap Sumber Kollagen Lainnya

Rumput laut telah di analisa secara scientific dan kajian yang mendalam, ternyata tanaman dengan thallus lunak ini mempunyai kandungan Kollagen yang sangat tinggi dan sangat berkualitas untuk katagori tumbuhan. Menurut para ahli kandungan Kollagen yang terdapat dalam rumput laut justru lebih tinggi dan lebih berkwalitas jika di bandingkan dengan kollagen yang terdapat pada ikan tuna, sirip ikan hiu, ikan solmon, sarang burung walet dan soya.

Selain mempunyai kandungan Kollagen yang tinggi rumput laut juga mempunyai zat-zat lain yang sangat di perlukan oleh tubuh, di antaranya Vitamin B Kompleks,  Vitamin C, Vitamin E, Beta Karotin, Zink, Antioksidan, Selanium dan Hormon. Semua zat tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia yang merupakan sumber nutrisi yang kaya akan manfaat untuk kesehatan dalam tubuh dan kulit manusia.

Kandungan Zat Yang Terdapat Dalam Rumput Laut

Beberapa ahli telah melakukan penelitian terhadap kandungan zat yang terdapat dalam rumput laut kering Fresh, hasilnya cukup mengejutkan, mereka menemukan berbagai macam kandungan zat yang jumlahnya berkali lipat jika di bandingkan dengan bahan lain yang bahkan harganya jauh lebih mahal dari rumput laut, berikut ini hasil analisa mereka:

Nilai Nutrisinya 10 kali lebih tinggi daripada sirip ikan Hiu
Mempunyai khasiat setara dengan sarang burung walet
Setiap satu ons Kandungan Kollagennya sama dengan 2 keping sarang burung walet
Mempunyai PH 7,6
Kandungan kalsium yang terdapat dalam rumput laut 37 lebih tinggi di bandingkan dengan hati ikan
Antioksidan 550 kali lebih kuat daripada Vitamin C
Rumput Laut mempunyai kandungan 40 kali lipat Vitamin A dibandingkan dengan Beta Cartine atau 638kali lebih hebat daripada daging sapi.
Kandungan protein yang terdapat di dalamnya 21 kali lebih banyak jika dibandingkan dengan susu
Kandungan Omega 3 dan Omega 6 yang terdapat didalamnya 2326 lebih banyak daripada ikan.
Kandungan mineralnya lebih banyak jika dibandingkan dengan sayur daratan di antaranya Kalsium, Kalium, Zat besi, Magnesium, Iodine, Potasium, Vitamin B6, B12, C ,A, Omega 3 dan Antioksidan.

Manfaat Rumput Laut Untuk Kesehatan

Berbagai macam zat yang terkandung dalam rumput laut membuat tumbuhan ini mempunyai banyak manfaat bagi tubuh manusia, di antaranya adalah:

Menyeimbangkan berat badan
Anti bakteri dan mampu membersihkan Toksin dari dalam tubuh
Menyembuhkan sembelit
Menurunkan tekanan darah tinggi/Hypertensi
Sangat bermanfaat untuk kecantikan karena dapat menghaluskan dan mengencangkan kulit (Zat anti penuaan dini)
Merangsang pertumbuhan sel-sel baru dan mempercepat proses penyembuhan luka
Menguatkan sytem Abdomen dan mampu memelihara kelenjar Tiroid
Memperbaiki masalah yang berkaitan dengan rambut dan kulit serta mampu mengurangi ruam hitam pada kelopak mata, selulit dan jerawat
Membantu meningkatkan kinerja metabolisme dan mengencangkan payudara
Menurunkan kadar Kolesterol dalam tubuh
Menghaluskan tumit yang yang pecah-pecah
Menguatkan tulang sendi, mencegah Artritis dan osteoporosis
Memperlancar peredaran darah, mengurangi sakit pada bahu dan tulang belakang
Mencegah timbulnya kangker dan tumor
Meningkatkan fungsi pencernaan dan merawat gastrik
Mencegah Anemia
Memberikan rasa kenyang pada saat melakukan diet, meningkatkan sel ligamen dan otot
Meningkatkan stamina
Karena kaya dengan Omega 3 rumput laut juga dapat membantu mengencangkan kulit dengan Kollagen 
Kandungan serat yang tinggi akan memudahkan buang air besar dan mengatasi sembelit
Kandungan yodium yang tinggi akan berfungsi untuk mencegah tubuh manusia menyerap kandungan logam berat yang berbahaya bagi tubuh yang dapat menyebabkan kangker darah dan kangker tulang

Begitulah segudang manfaat yang dapat di peroleh dari Pure Collagen Marine (Rumput Laut), saat ini anda dapat memesannya kepada kami dengan harga yang sangat terjangkau dan mempunyai sekian banyak manfaat bagi kesehatan tubuh anda.



Sumber : http://inasea.blogspot.com/2013/03/segudang-manfaat-kollagen-rumput-laut.html#.UYQ0YkrQwaw

Aturan Pakai IPMC Rumput Laut

Aturan Pakai IPMC Rumput Laut

Diposkan oleh Mysteriousman

Karena tidak ada campuran bahan kimia dalam IPMC Rumput laut maka sebenarnya resiko terjadinya over dosis sangat minim, namun ada beberapa hal yang harus di perhatikan agar pemanfaatan IPMC Rumput Laut dapat berfungsi secara maksimal dan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh tubuh. Berikut ini beberapa aturan penggunaan IPMC Rumput laut yang memang sudah terbukti khasiatnya:

Ambil sebanyak 3 Sendok Makan setiap pagi hari sebelum sarapan dan sebelum tidur dan pastikan perut masih dalam keadaan kosong. IPMC Rumput Laut dapat di campur dengan minuman lain non kafein baik dengan air hangat maupun air dingin. Akan lebih bagus lagi jika di campur denga Royal Jelly (Madu)

Sangat tidak di anjurkan untuk minum kopi, teh, minuman berkarbonat atau minuman yang mengandung kafein setelah mengkonsumsi IPMC Rumput Laut sekurang-kurangnya 3 jam. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dapat dikonsumsi bersama dengan Vitamin C. Perbanyak minum air putih 2,5 liter - 3 liter air putih tiap hari untuk melancarkan pembuangan toksin sebagai reaksi positif IPMC dan memaksimalkan penyerapan Kolagen dalam tubuh.

Siapa Yang Boleh Mengkonsumsi IPMC Rumput Laut?

-IPMC Rumput Laut bisa dikonsumsi oleh siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, tua, muda dan anak-anak
-Bagus di konsumsi oleh wanita hamil setelah kehamilan menginjak usia 4 bulan akan bermanfaat untuk janin yang dikandungnya, bayi akan mempunyai kulit yang halus karena mendapatkan suplay kolagen yang cukup. -Disamping itu Ibu hamil akan tetap bertenaga dan tidak mudah lelah.
-Direkomendasikan agar Ibu menyusui tidak mengkonsumsi lebih dari 5 gram tiap harinya karena kandungan Iron IPMC cukup tinggi.
-Untuk anak-anak sebaiknya mengkonsumsi IPMC Rumput Laut setelah menginjak usia 2 tahun
-Tidak di sarankan unruk wanita habis melahirkan  hingga 3 bulan setelah masa kelahiran.

Sumber : http://inasea.blogspot.com/2013/03/aturan-pakai-ipmc-rumput-laut.html#.UYQz5ErQwaw

Cara Pembuatan Kolagen Dengan IPMC Rumput Laut

Cara Pembuatan Kolagen Dengan IPMC Rumput Laut

Diposkan oleh Mysteriousman

Untuk mendapatkan kolagen yang maksimal dan berkwalitas, anda dapat membuatnya sendiri di rumah dan caranyapun cukup mudah, yang harus di perhatikan adalah pada saat perebusan, hindari perebusan yang terlalu lama karena akan membuat zat-zat esensial dalam Inasea Pure Colagen Marine (rumput laut) rusak. Berikut ini proses pembuatan Colagen dengan Inasea Pure Marine Colagen (IPMC):

-Ambil 100 Gram/ 1Ons Inasea Pure Colagen Marine (IPMC)
-Bersihkan rumput laut dari sisa-sisa garam yang menempel dengan cara mencucinya hingga bersih
-Remas-remas rumput laut (seperti mencuci beras) agar kotoran yang menempel pada permukaannya bersih, -lakukan sebanyak 5-6 kali pencucian.
-Rendam IPMC minimal 8 jam dan ganti air rendaman setiap 2 jam sekali sambil dilakukan pencucian ulang agar rumput laut benar-benar bersih
-Setelah 8 jam direndam dan dibersihkan, angkat dan tiriskan hingga air rendaman tuntas.
-Sebelum di rebus sebaiknya IPMC Rumput laut di blender dulu agar benar-benar halus
-Sediakan air bersih sebanyak 2,5 liter dan tuangkan kedalam tempat yang sudah disediakan untuk merebus -Rumput laut IPMC
-Biarkan selam 15 - 20 Menit, setelah mendidih angkat dan biarkan hingga dingin
-Simpan kedalam lemari es dan jangan di taruh pada frezer untuk menghindari pembekuan.

Setelah proses tersebut di atas, anda dapat menggunakan IPMC baik di konsumsi langsung ataupun untuk masker wajah maupun tubuh, mudah bukan...?



Sumber : http://inasea.blogspot.com/2013/03/cara-pembuatan-kolagen-dengan-ipcm.html#.UYQzY0rQwaw

Tempat Budidaya Rumput Laut Yang Sesuai Untuk Produk IPMC

Tempat Budidaya Rumput Laut Yang Sesuai Untuk Produk IPMC

Diposkan oleh Mysteriousman 
 
Budidaya rumput laut sudah hampir merata dilakukan oleh masyarakat pantai di Indonesia sejak tahun 90-an , seiring dengan semakin meningkatnya permintaan rumput laut E. Cottonii sebagai raw material pembuatan Carrageenan telah dibuka daerah-daerah budidaya baru yang cukup potensial sebagai tempat budidaya rumput laut.

Begitu banyaknya permintaan rumput laut membuat petani rumput laut kadang tidak memperhatikan kwalitas produksi mereka karena tergiur dengan permintaan yang terus meningkat, yang berakibat naiknya harga pembelian sehingga mereka kurang memperhatikan kwalitas karena semua kwalitas di beli oleh pengumpul bahkan dengan harga yang sama.

Tim kami telah melakukaan pemetaan dan bekerjasama dengan petani rumput laut di berbagai daerah untuk memperoleh produk berkwalitas sebagai penopang utama produk IPMC unggulan kami. Untuk memperoleh produk rumput laut yang berkwalitas dengan kandungan Collagen dan Nutrisi yang bebas dari kontaminasi bahan-bahan berbahaya dibutuhkan tempat yang masih steril dengan berbagai macam pencemaran limbah, baik limbah indusri maupun sampah, yang jauh lebih penting dari itu semua adalah struktur tanah dan air dimana rumput laut tersebut dibudidayakan, karena masing-masing daerah mempunyai karakteristik rumput laut yang berbeda, ada yang hanya cocok untuk keperluan industri namun tidak cocok untuk dikonsumsi langsung. Tingkat kekeruhan air juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan unsur-unsur nutrisi yang terdapat didalam rumput laut E.Cottonii sebagai bahan baku IPMC rumput laut produksi kami.

IPMC rumput laut produk kami diambil dari tempat-tempat budidaya yang masih steril dari berbagai macam pencemaran limbah industri dan sampah, juga kami ambil dari sentra budidaya yang mempunyai karakter air dan struktur tanah yang berbeda yang memungkinkan rumput laut tersebut aman di konsumsi secara langsung dalam bentuk kering fresh baik sebagai makanan kesehatan maupun perawatan kecantikan.

Tempat Budidaya Rumput Laut Yang Sesuai Untuk Produk IPMC

Tempat Budidaya Rumput Laut Yang Sesuai Untuk Produk IPMC

Tempat Budidaya Rumput Laut Yang Sesuai Untuk Produk IPMC


Sumber : http://inasea.blogspot.com/2013/03/tempat-budidaya-rumput-laut-yang-sesuai.html#.UYQy10rQwaw

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Diposkan oleh Mysteriousman

Kami hanya menggunakan bahan-bahan pilihan dan berkwalitas tinggi untuk pembuatan IPMC Rumput laut. Rumput laut kami ambil dari daerah produksi yang masih steril dari segala macam pencemaran sehingga Inasea Pure Marine Collagen (IPMC) produk kami bersih dari bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh sehingga aman digunakan baik di konsumsi sebagai makanan kesehatan maupun perawatan kecantikan.

Umur tanaman sangat mempengaruhi terhadap kandungan nutrisi yang terdapat didalam rumput laut, usia yang paling ideal untuk dilakukan pemanenan rumput laut adalah pada usia 45 hari setelah tanam. Dalam usia tersebut rumput laut dalam kondisi puncak pematangan unsur-unsur penting didalam tubuhnya. Bahan pembuat IPMC Rumput laut kami ambil pada saat usia tanam rumput laut mencapai 45 hari.


Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen

Rumput Laut Berkwalitas Tinggi Sebagai Bahan Inasea Pure Marine Collagen



Sumber : http://inasea.blogspot.com/2013/03/rumput-laut-berkwalitas-tinggi-sebagai_12.html#.UYQxy0rQwaw

Sabtu, 27 April 2013

Indonesia bisa memproduksi NORI

 
Makanan ringan Nori senbe

Nori produksi Indonesia akan disukai dunia

Oleh : Ir. H. Dian Kusumanto


Nori adalah makanan asli dari Jepang.  Nori kemudian juga menjadi makanan yang sangat dikenal di Korea dan China.  Nori sebenarnya adalah salah satu jenis makanan kelompok sayur-sayuran yang berasal dari laut.  Makanan ini sumber gizi, mineral dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh.  Di Jepang Nori menjadi makanan pokok untuk mendampingi sushi.  Oleh karenanya di Jepang Nori menjadi sayuran utama dalam menu makanan sehari-hari di Jepang.  Karena orang-orang Jepang ini sudah menyebar ke seluruh dunia termasuk Amerika, maka di Amerika pun Nori juga sudah menjadi menu khusus.

Jepang, RRC, dan Korea merupakan produsen nori terbesar di dunia. Di RRC, nori disebut sebagai hǎitái (海苔), dan di Korea disebut gim (김).   Korea terkenal dengan nori berbumbu minyak wijen, cabai, dan butiran garam yang agak kasar sehingga berbau khas dan terasa agak pedas.

Kata nori digunakan secara luas di Amerika Serikat sejak tahun 1867. Sejak tahun 1960an sudah mulai dijual di toko bahan makanan Asia. Makanan ini dibuat dari rumput laut dengan proses pengeringan yang menyerupai pembuatan kertas. Setiap lembarnya memiliki lebar 18x20 cm dan beratnya hanya 3 gram.

Dalam 100 gr nori terkandung 41,4 gr protein, 3,7 gr lemak, 36 gr serat, 280 gr kalsium dan 6 mg yodium. Selain kandungan yodium yang tinggi, makanan ini juga kaya akan karoten, vitamin A,B C dan D, kalsium dan zat besi.    Nori mengandung vitamin C  di atas 140 mg per 100 g dari berat basahnya. Rumput laut ini baik juga untuk diet karena mengandung Iodine, yang dibutuhkan untuk fungsi normal dari kelenjar thyroid dalam tubuh. Nori juga memiliki kualitas baik kualitas tinggi dan rendah. Nori yang berkualitas tinggi biasanya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.

Bahan baku untuk membuat Nori adalah alga jenis Porphyra seperti Porphyra pseudolinearis Ueda yang dikenal sebagai Iwanori dan Porphyra yezoensis Ueda.   Walaupun warna tidak dapat dijadikan pegangan kualitas, lembaran nori berkualitas tinggi umumnya berwarna hitam kehijauan, sedangkan nori berkualitas lebih rendah berwarna hijau hingga hijau muda.

Perairan Indonesia memiliki berbagai macam jenis rumput laut, namun dari beragam jenis tersebut, yang dimanfaatkan secara optimal belum banyak, bahkan yang dibudidayakan di pantai-pantai di Indonesia hanya terbatas pada jenis dari genus Echeuma, Gracilaria dan Sargassum. Porphyra sp. merupakan jenis rumput laut Indonesia yang memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan. Pemanfaatan rumput laut Porphyra sp. di Indonesia banyak ditemui di Laut Banda Ambon, perairan Serui Papua dan di Teluk Bitung namun selama ini pemanfaatannya hanya sebatas untuk dijadikan sayuran yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar perairan. 

Pemanfaatan Porphyra sp. sebenarnya dapat lebih dioptimalkan sebagai nori lembaran. Kelebihan produk nori yaitu kandungan gizinya cukup tinggi, kemasan umumnya menarik dan kedap udara sehingga kerenyahan nori tetap terjaga, tercantum tanggal produksi dan kadaluarsa, praktis dan mudah dicampur dalam makanan. Kekurangannya yaitu belum tercantum kode halal karena merupakan produk luar negeri, harga kurang terjangkau, daerah distribusi terbatas, tulisan pada kemasan menggunakan bahasa Korea sehingga konsumen Indonesia tidak memahami. Nori disimpan atau dikemas dalam kemasan kedap udara karena sifat Nori yang higroskopis (mudah menyerap air). Oleh karena itu nori perlu diperkenalkan kepada masyarakat sebagai produk olahan rumput laut Porphyra sp. untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan. 

Nori  merupakan sediaan  berupa lembaran rumput laut yang dikeringkan. Bahan baku pembuatannya adalah  rumput laut merah jenis  Porphyra.   Porphyra tidak terdapat dalam jumlah banyak di  Indonesia karena Porphyra lebih cocok  hidup pada iklim subtropis. Berkembangnya restoran Cina dan Jepang yang menyajikan menu siap saji di Indonesia menyebabkan kebutuhan nori meningkat  terus.   Demikian juga mulai ramainya makanan ringan dan snack yang dibuat dari Nori menyebabkan kebutuhan Nori di Indonesia juga semakin tinggi.   Karena selama ini Nori hanya dihasilkan di Jepang, Korea dan China, maka mau tidak mau Indonesia juga mengimpor Nori itu semakin banyak.  Oleh karena itu perlu dicari terus alternatif bahan baku selain Porphyra.

Namun demikian pernah juga ada upaya membuat Nori dari Rumput Laut Gracilaria sp. oleh  M. Teddy S. dari IPB Bogor pada tahun 2009 dalam sebuah penelitiannya yang publikasikan di http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/59241/C09mts.pdf?sequence=6.  Glacilaria sp. merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar-agar yang tumbuh di Indonesia. Jenis Glacilaria sp ini banyak dibudidayakan di Indonesia  karena proses pemeliharaan yang mudah.  Glacilaria  sp. sebagai penghasil agar,  banyak dimanfaatkan untuk pembuatan media tumbuh bakteri dan produk makanan.  Sebagai salah satu alternatif pemanfaatannya  Glacilaria sp. diolah menjadi produk  yang memiliki nutrisi dan nilai jual yang tinggi yaitu nori.

Uji coba pembuatan Nori juga dilakukan oleh Aren Foundation di Nunukan Kalimantan Timur awal tahun 2013 ini.   Beberapa jenis rumput yang dijadikan bahan baku adalah Eucheuma cottonii  dan rumput laut yang termasuk dalam kelompok Cladophora yang sudah beradaptasi di laut.   Beberapa hasil ujicoba menunjukkan bahwa Indonesia sangat berpeluang dalam memproduksi Nori dengan bahan-bahan baku rumput laut yang berkembang di Indonesia.
Bagaimana cara membuat Nori di Jepang?

Teknologi pengolahan nori di Jepang sudah berkembang. Dahulu  pengolahan nori masih sangat sederhana dan tradisional, namun sekarang sudah  menggunakan teknologi modern.  Porphyra  sebanyak 35-100 kg yang telah  dipanen, dibersihkan menggunakan air bersih, lalu  Porphyra tersebut dipotong-potong dengan menggunakan mesin pemotong. Setelah itu, Porphyra dimasukkan ke dalam cetakan, cetakan ini menyerupai cetakan kertas, terbuat dari bambu berukuran 20x18 cm2,  kemudian dikeringkan selama 1 jam pada suhu tidak lebih dari 50 derajat Celcius. Beberapa petani  nori biasanya mengeringkan nori menggunakan sinar matahari. 

Adapun teknik lain pada proses pembuatan  nori adalah, rumput laut direndam dalam cuka beras (rice vinegar) dengan tujuan agar rumput  laut menjadi lunak. Rumput laut kemudian dipotong-potong dengan panjang kurang lebih 2 cm dan dicuci dengan air panas, direbus pada suhu 90 derajat Celsius dalam  larutan yang berisi bumbu-bumbu seperti kecap, gula, minyak wijen, mirin (cuka beras),  MSG dan ikan teri selama 3 jam, lalu dikeringkan menjadi lembaran tipis.  Produk akhir menyerupai kertas tipis, berwarna gelap, berupa lembaran kering  dengan berat 3 g dalam berbagai ukuran.

Metode pembuatan  nori yang lain, setelah rumput laut  Porphyra  dipanen pada bulan November sampai Desember, dicuci dengan  menggunakan air laut, lalu dicuci kembali dengan air bersih.  Sebanyak kurang lebih 3,6 kg dimasak dalam 54 liter air sampai menjadi bubur, lalu dicetak dan kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Adapun metode pembuatan nori secara tradisional di Jepang adalah rumput laut hasil panen ditumbuk sampai menjadi bubur, lalu bubur rumput laut tersebut diratakan seperti kertas di atas papan kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

Nori dikemas dalam kemasan kantong plastik, botol plastik atau kaleng kedap udara karena sifat nori yang mudah kehilangan rasa renyah dan mudah menjadi lembab.  Ajitsuke nori (okazu nori)  lebih  mudah menjadi lembab dibandingkan  nori biasa, oleh sebab itu  ajitsuke nori biasanya dikemas  dalam bungkusan-bungkusan kecil yang hanya berisi beberapa lembar nori ukuran mini.  Walaupun kemasan  nori banyak menggunakan gel silika dan bahan-bahan lain  sebagai penyerap kelembaban,  nori yang sudah dibuka kemasannya sebaiknya segera dihabiskan secepat mungkin sebelum menjadi lembab dan tidak enak.













Dikumpulkan dari berbagai sumber.

Selasa, 23 April 2013

TEKNOLOGI PENANGANAN RUMPUT LAUT














TEKNOLOGI PENANGANAN RUMPUT LAUT

Oleh : Th. Dwi Suryaningrum

Rumput laut merupakan salah satu komoditi perikanan Indonesia yang cukup potensial sebagai penghasil devisa negara. Beberapa jenis rumput laut yang bernilai ekonomis tinggi dan telah diusahakan adalah rumpu laut merah (Rhodophyceae) dan rumput laut coklat (Phaeophyceae). 

Beberapa jenis rumput laut yang tergolong Rhodophyceae adalah Gracillaria sp., Gellidium sp., Gellidiela sp., dan Gellidiopsis sp. .merupakan penghasil agar-agar serta Eucheuma sp. yang merupakan penghasil karaginan. Sedangkan jenis rumput lau yang tergolong dalam Phaeophyceae adalah Turbinaria sp. , Sargasuum sp. sebagai penghasil alginat.

Beberapa jenis rumput laut merah (Rhodophyceae) telah berhasil dibudidayakan dan berdampak besar terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat pesirsir. Jenis rumput laut yang telah berhasil dibudidayakan adalah jenis Kapphapychus alverezzi atau yang dikenal dengan Eucheuma cottonii. 

Rumput laut jenis ini merupakan penghasil karaginan yang banyak digunakan sebagai bahan baku dan tambahan untuk industry makanan, minuman, kosmetik, farmasi, cat, tekstil dan lain sebagainya. Oleh karena itu permintan rumput laut jenis ini meningkat 5 – 10 % setiap tahunnya. Sedangkan rumput laut Gracillaria sp. yang dibudidayakan di tambak merupakan penghasil agaragar yang banyak digunakan untuk industri makanan, media mikrobiologi dan bioteknologi.

Hasil budidaya rumput laut tersebut selain untuk memenuhi industri rumput laut di dalam negeri sebagian masih diekspor. Dalam perdagangan, harga rumput laut ditentukan berdasarkan kualitas atau mutu rumput laut yang dijual. Rumput laut harus memenuhi standar yang dikeluarkan oleh SNI 1998 , yaitu untuk jenis Eucheuma sp kadar air rumput laut harus maksimum 35 %, kadar kotor maksimum 5 % dan ratio antara CAW dan kadar garam terlarut lebih besar dari 1.2. Sedangkan untuk rumput laut jenis Gracilaria sp. kadar air maksimum 15% dan kadar kotor maksimum 5%. Untuk mendapatkan mutu rumput laut yang baik maka teknik penanganan rumput laut harus diperhatiakan sejak pemanenen, pengeringan, pengemasan dan penyimpanan.

Dalam perdagangan dikenal berbagai komoditi rumput laut yaitu rumput laut kering sebagai bahan untuk industri, rumput laut alkali (Alkali Treated Seaweed atau ATC) dan rumput laut kering tawar. Rumput laut alkali adalah rumput laut yang telah mendapat proses perendaman dalam larutan alkali dingin, sehingga diperoleh pikokoloid yang mempunyai sifat fisiko kimia yang lebih baik. Rumput laut kering tawar adalah rumput laut yang telah direndam dan dicuci dengan air tawar, biasanya digunakan untuk makanan seperti bahan es campur, manisan dan dodol rumput laut.

I. Teknologi Penanganan Rumput Laut Kering

Untuk mendapatkan rumput laut kering yang bermutu, maka beberapa aspek yang berpengaruh terhadap mutu rumput laut harus diperhatikan antara lain :

1. Pemanenan

Rumput laut dikatakan bermutu baik, jika mempunyai rendemen serta kekuatan gel yang tinggi Salah satu parameter yang sangat menentukan mutu rumput laut adalah umur panen. Umur panen rumput laut untuk jenis Eucheuma cottonii adalah 45 - 55 hari (6 – 8 minggu). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada umur tersebut produksi rumput laut paling tinggi dengan rendemen karaginan serta kekuatan gel yang optimal.

Karaginan merupakan karbohidrat hasil proses fotosintesa, sebelum umur 45 hari proses fotosintesa rumput laut digunakan untuk pertumbuhan, sebaliknya setelah rumput laut berumur lebih dari 50 hari proses fotosintesa digunakan untuk regenerasi tunas baru. Panen yang dilakukan sebelum umur panen yang optimal akan berpengaruh terhadap rendahnya rendemen karaginan serta tingkat kekuatan gel karaginan yang dihasilkan.

Rumput laut sebaliknya dipanen pada pagi hari, pada saat cuaca cerah. Untuk jenis Eucheuma sp. rumput laut dipanen dengan melepas bentangan tali yang digunakan untuk mengikat rumput laut. Rumput laut kemudian dicuci dengan air laut untuk membersihkan lumpur atau kotoran lain yang menempel. Rumput laut kemudian dilepaskan dari tali pengikatnya, dibersihkan dari benda-benda asing seperti tali rafia, koral, kekerangan, potongan kayu dan kotoran lainnya, kemudian baru dijemur.

Untuk rumput laut Gracilaria sp. sebagai penghasil agar-agar yang dibudidayakan di tambak panen dilakukan setelah rumput laut berumur 3 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memotong pangkal thallus, sehingga sisa thallus dapat tumbuh kembali dan panen berikutnya dapat dilakukan setelah rumput laut berumur 2 bulan. Rumput laut kemudian dicuci bersih dengan menggunakan air tambak sehingga lumpur yang menempel hilang. Sedangkan untuk jenis Sargassum sp sebagai penghasil alginat yang masih diambil dari alam, sebaiknya panen dilakukan setelah berumur 4 bulan dengan cara memotong thallusnya. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan alat pemotong berupa pisau dan diambil thallusnya sepanjang + 30 cm dari ujung thallus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila panjang thallus kurang dari 40 cm, maka alginate yang dihasilkan memiliki komponen antara manuronat dan guluronat lebih besar dari satu, sifat tekstur gelnya lebih kenyal dan sangat baik untuk dignakan sebagai bahan kosmetik Sebaliknya apabila panjang thallusnya lebih dari 40 cm maka alginat yang dihasikan memiliki ratio antara manuronat dan guluronat kurang dari 1 .

2. Pengeringan

Setelah dipanen rumput laut harus segera dikeringkan, penundaan pengeringan akan menyebabkan terjadinya proses fermentasi yang berakibat menurunnya mutu karaginan yang dihasilkan. Pengeringan rumput laut sebaiknya dilakukan ditempat terbuka jauh dari pemukiman penduduk dekat dengan pantai atau tempat budidaya sehingga cukup mendapat sinar matahari. Pengeringan sebaiknya menggunakan alas atau tidak langsung di atas tanah, pasir atau pematang. Pengeringan dengan para-para penjemuran akan lebih baik, karena dengan pengeringan seperti ini rumput laut lebih cepat kering dan tidak terkontaminasi pasir atau benda asing lainnya.

Pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 hari atau kadar air mencapai standar kekeringan untuk rumput laut yang telah ditetapkan SNI yaitu untuk jenis Eucheuma 32 %, Gracilaria 25% dan untuk Sargassum dan Turbinaria sebesar 20%. Segera setelah kering rumput laut dibersihkan dari kristal-kristal garam yang berwarna putih yang terdapat pada permukaan rumput laut. Adanya kristal garam yang bersifat higroskopis dapat berakibat menurunnya kadar air rumput laut selama penyimpanan. Yang perlu diperhatikan adalah selama pengeringan rumput laut tidak boleh kena air hujan, yang dapat menyebabkan menurunnya mutu rumput laut yang dihasilkan.

3. Pengemasan dan Penyimpanan

Rumput laut yang telah kering selanjutnya dikemas dengan menggunakan kemasan berupa karung plastik atau goni yang bersih dan bebas dari bahan yang berbahaya. Oleh karena rumput laut merupakan bahan yang bersifat mengembang, maka untuk pengemasannya diperlukan alat pengepres hidrolik sehingga diperoleh kemasan yang berbentuk persegi empat dengan isi kemasan yang padat dan volume kemasan yang cukup kecil. Berat kemasan sebaiknya tidak lebih dari 50 kg, sehingga mudah untuk diangkat. Setelah dikemas rumput laut kemudian diberi label yang memuat nama rumput laut serta berat masing-masing kemasan. Setelah dikemas rumput laut dapat langsung dikirim untuk dijual atau disimpan dalam gudang yang bersih dan tidak lembab. Lantai gudang tempat penyimpanan sebaiknya diberi pallet kayu. Penempatan rumput laut dalam gudang diatur sedemikian rupa sehingga tidak menyentuh diding gudang.

II. Teknologi Penanganan Rumput Laut Kering Alkali

Rumput laut jenis Eucheuma cottonii, akhir-akhir ini banyak diminta dalam bentuk kering alkali sebagai bahan baku untuk industri karaginan. Rumput laut yang telah mendapat proses alkali mempunyai mutu yang lebih baik dibandingkan dengan rumput laut kering biasa. Rumput laut ini diproses dengan cara perendaman rumput laut segar dalam larutan alkali. Perendaman dalam larutan alkali dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan gel pikokoloid yang diperoleh. Prosesnya disebut alkali dingin dan rumput laut yang telah mendapatkan proses perendaman dalam larutan alkali ini disebut dengan Alkali Treated Seaweed.

Perendaman dilakukan segera setelah rumput laut dipanen dan dibersihkan. dengan menggunakan larutan KOH 1.5 – 3 % dalam bak plastik atau bak semen selama 2 – 3 jam. Setelah proses perendaman selesai rumput laut kemudian dicuci dengan menggunakan air laut sampai netral, kemudian dijemur.

Perendaman dalam larutan alkali selain dapat meningkatkan gel pikokoloid yang diperoleh, juga diperoleh warna rumput laut yang lebih kering serta sifat fisiko kimia karaginan yang dihasilkan lebih baik dan karaginan yang dihasilkan lebih putih.

Untuk rumput laut jenis Sargassum atau Turbinaria perendaman dilakukan dengan menggunakan larutan KOH 0.1 – 0.2 % selama 60 menit. Perendaman dalam larutan tersebut selain dapat menghindari terjadinya degradasi alginat, juga dapat meningkatkan sifat fisiko kimia alginat yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan alkali maka viscositas alginat yang dihasilkan dapat mecapai 5.400 cPs dengan warna laginat yang lebih putih.

III. Teknologi Penanganan Rumput Laut Kering Tawar.

\Komoditi rumput laut ini biasanya dipasarkan dalam jumlah kecil untuk keperluan pedagang kecil serta industri makanan rumah tangga. Rumput laut kering tawar diolah dari rumput laut segar yang baru dipanen dan dicuci dengan air laut untuk menghilangkan lumpur serta kotoran yang melekat. 

Rumput laut yang sudah dicuci bersih kemudian dimasukkan ke dalam karung dan diikat. Karung yang berisi rumput laut kemudian direndam dengan menggunakan air tawar. Apabila didekat tempat budidaya rumput laut terdapat sungai, maka perendaman dengan menggunakan air mengalir akan menghasilkan rumput laut kering tawar yang lebih bersih, putih serta tidak berbau amis. Namun apabila tidak terdapat sungai perendaman dengan air tawar dapat dilakukan dengan menggunakan bak perendam yang terbuat dari fiber glass atau bak semen.

Perendaman dapat dilakukan selama 2- 3 hari dengan mengganti air setiap hari selama perendaman. Setelah proses perendaman selesai rumput laut kemudian dicuci sampai bersih dan bau amis hilang. Rumput laut kemudian dijemur dengan menggunakan para-para penjemuran atau dijemur dengan menggunakan alas.

Penjemuran sebaiknya dilakukan secara tidak langsung atau ditutup dengan karung plastik. Dengan cara penjemuran seperti ini maka rumput laut kering tawar yang dihasilkan lebih putih dan cemerlang. Penjemuran dilakuan selama 2-3 hari sampai rumput laut kering. Rumput laut yang telah kering segera dikemas dan siap untuk dipasarkan.
 
Sumber : http://www.bbrp2b.kkp.go.id/publikasi/bukuputih/Teknologi%20Penanganan%20Rumput%20Laut.pdf
Sumber : http://budidayaukm.blogspot.com/2011/07/teknologi-penanganan-rumput-laut.html