...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Selasa, 18 September 2012

Enam Peneliti Asing Teliti Rumput Laut di Sulut



Enam Peneliti Asing Teliti Rumput Laut di Sulut

Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa sarjana, pascasarjana Ilmu Perairan dan program doktor Manajemen Sumberdaya Perikanan antusias mengikuti seminar “Hugging the Coast: an exploration of seaweed farming and liminal living in the Sangihe Archipelago”, yang diselenggarakan di aula FPIK Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Selasa (4/9/2012).

Seminar tersebut memaparkan ekspedisi enam peneliti asing yang hanya menggunakan Kayak mengarungi perairan Nusa Utara untuk meneliti rumput laut yang dimulai pada tanggal 6 Agustus 2012 lalu.

Keenam peneliti yang semuanya merupakan wanita ini, memulai perjalanan mengarungi lautan hanya dengan Kayak dari Pantai Tasik Ria, Kabupaten Minahasa. Dengan 3 buah kayak mereka menyinggahi beberapa pulau yang ada di Sulawesi Utara. Beberapa pulau di antaranya merupakan pulau terluar NKRI seperti Pulau Mantehage, Minahasa Utara, Pulau MakaleHi, Kabupaten Sitaro.

Begitu pula ekpedisi tersebut menyinggahi Pulau Nain, P. Biaro, P. Tagulandang, P. Bebelang serta beberapa pulau lainnya di Sangihe.

Seminar yang turut pula dihadiri para dosen dari dalam dan luar FPIK Unsrat ini dibuka oleh Ketua Program studi Ilmu Kelautan Dr. Gustaf Mamangkey, yang juga bertindak sebagai moderator.

Peserta ekspedisi dari Durham University di Inggris, Dr Duika L Burges Watson menyampaikan alasan mereka memberi perhatian pada pengembangan rumput laut.
"Rumput laut selain dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi, juga membuka ruang bagi sumber pendapatan alternatif nelayan," kata Duika.
Selain itu, rumput laut juga bisa mengurangi tekanan perikanan tangkap, dan bisa sebagai anti-HIV serta penyerap karbon yang sangat baik.

Ketua Program Studi Budidaya Perairan FPIK Unsrat, Ir. Joopy Mudeng MSI mengatakan, hasil ekspedisi ini sangat berguna bagi kalangan akademik serta pengambil kebijakan khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir di Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara merupakan salah satu sentra penghasil rumput laut. Beberapa pulau yang disinggahi oleh para peneliti tersebut merupakan penghasil rumput laut, terutama Pulau Nain.

Dr. Cyska Lumenta, DEA menambahkan bahwa ekspedisi ini telah membuktikan ketangguhan wanita mengarungi lautan, apalagi enam wanita ini hanya menggunakan perahu Kayak.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/05/21284053/Enam.Peneliti.Asing.Teliti.Rumput.Laut.di.Sulut

RI Sasar Jepang untuk Dongkrak Ekspor Rumput Laut

 
 
 RI Sasar Jepang untuk Dongkrak Ekspor Rumput Laut

Indonesia menyasar Jepang sebagai negara tujuan ekspor utama untuk komoditas rumput laut. Selama ini ekspor rumput laut ke Jepang terganjal ketentuan Sanitary and Phytosanitary Measures atau SPS. Hambatan yang sifatnya non tarif tersebut diharapkan bisa diminimalisir.

Hal tersebut disampaikan pelaksana tugas harian Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Kementerian Perdagangan Gatot Prasetyp Adjie, di sela-sela pertemuan bisnis antara Japan Foreign Traders Association dengan sejumlah pebisnis Indonesia, di Kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (12/9/2012).

Dia mengatakan, Jepang menjadi pasar penting bagi komoditas rumput laut Indonesia. Kebutuhan rumput laut terutama untuk makanan dan komestik sangat tinggi. Selama ini kerja sama bisnis di bidang rumput laut sudah terjalin. "Pertemuan kali ini mereka membawa 23 orang delegasi. Fokus pertemuan lebih mengarah pada perluasan akses pasar ke Jepang dan bisnis yang berkelanjutan," katanya.

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/09/12/16352488/RI.Sasar.Jepang.untuk.Dongkrak.Ekspor.Rumput.Laut

Senin, 20 Agustus 2012

Pemerintah Targetkan Produksi Rumput Laut Olahan 5 Juta Ton


 

Pemerintah Targetkan Produksi Rumput Laut Olahan 5 Juta Ton






Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut olahan mencapai 5 juta ton pada 2014. Saut P Hutagalung, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP, mengatakan jumlah rumput laut olahan sebesar itu setara dengan kebutuhan mulai dari rumah tangga, industri bahan bakar nabati, dan 27 industri pengolahan rumput laut nasional.

Saut menjelaskan untuk mencapai target produksi rumput laut olahan sebanyak itu, Indonesia membutuhkan kerja sama dan investasi asing untuk alih teknologi. Salah satunya dari China, yang berhasil memproduksi karagenan atau produk ekstraksi dari rumput laut yang berfungsi sebagai pengemulsi pada produk-produk makanan dan kosmetika.

Dari 27 produsen pengolahan rumput laut nasional, baru satu sampai dua yang bisa memproduksi karagenan. Sisanya hanya mengolah rumput laut menjadi barang dasar atau bahan baku.

“China sangat unggul untuk pengolahan. Kita juga bisa memanfaatkan peluang investasi dengan Prancis dan Jerman untuk bahan baku kosmetik, karena produsen kosmetik asal Prancis selalu mencari rumput laut dari Maluku yang dinilai bagus untuk kesehatan kulit,” ujar dia.

Rumput laut merupakan komoditas hasil perikanan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan sangat potensial meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Indonesia memiliki 45% spesies rumput laut dunia dan merupakan produsen terbesar rumput laut jeniscottonii.

Selain itu rumput laut bisa dikembangkan dengan teknologi sederhana serta kebutuhan modal dan biaya operasional yang relatif kecil. Produk olahannya beragam dan memiliki nilai jual tinggi.   

Tahun ini produksi rumput laut nasional ditargetkan 5,1 juta ton, naik dari 2011 sebanyak 4,3 juta ton. Kemudian pada 2013 ditargetkan mencapai 7,5 juta dan pada 2014 sebesar 10 juta ton.

Produksi rumput laut terutama berasal dari Sulawesi Selatan. Saat ini sebagian besar rumput laut diekspor dalam kondisi kering dan baru sekitar 20% yang dapat diserap dan diolah oleh industri dalam negeri. Ekspor rumput laut pada 2011 mencapai US$ 200 juta dan ditargetkan meningkat menjadi US$ 230 juta tahun ini.
 
I Made Arthajaya, Direktur Usaha dan Investasi P2HP KKP, menambahkan pemerintah mendorong pendirian dua pabrik pengolahan produk jadi rumput laut di Blitar dan Mojokerto, Jawa Timur. Investor asing yang diundang untuk berinvestasi di sana antara lain China, Filipina, dan Chile. “Kedua pabrik masing-masing dapat menghasilkan 1.500 ton tepung karagenan per tahun,” ujarnya.

Indonesia masih mengimpor produk olahan rumput laut. Sepanjang 2011, impor karagenan mencapai 1.380 ton, atau 70% dari total kebutuhan dalam negeri. Selain karagenan, Indonesia juga mengimpor 800 ton tepung agar pada tahun lalu. “Mulai tahun ini kami melakukan pengendalian impor produk olahan rumput laut, maksimal 25% kebutuhan. Hingga pertengahan tahun ini, impor karagenan sekitar 100 ton,” jelas Saut.

Masih Terkendala
Safari Azis, Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia, mengatakan sampai saat ini kendala utama dari pengembangan industri rumput laut nasional ada sinergi antara hulu dan hilir. Dia memberi contoh sebagai produsen rumput laut cotonii terbesar dengan lebih dari 50% produksi dunia, Indonesia belum mendapat nilai tambah dari sana.  

Nilai tambah harus melalui industrialisasi. Untuk itu pemerintah dan pelaku usaha hulu sampai hilir harus berkonsolidasi dan membuat strategi yang tepat. Pemerintah perlu menciptakan fondasi kuat untuk menuju industrialisasi. Antara lain pengembangan budi daya, perizinan, jalur distribusi, perdagangan luar negeri, hingga perbaikan kualitas lingkungan perairan.

Safari menambahkan asosiasi siap mendukung pemerintah mengimplementasikan road map yang sedang disusun dengan memperluas organisasi hingga kabupaten/kota terutama di sentra produksi.  Asosiasi juga berupaya menyelesaikan kendala dalam pengurusan prosedur ekspor di KKP yang berwenang mengeluarkan certificate of legal of origin.

Pasar produk rumput laut olahan dalam negeri relatif jenuh sehingga kurang menarik investor untuk membuat pabrik pengolahan rumput laut. Dia memberi contoh, pabrik pengolahan rumput laut jenis cotonii hanya ada dua dan sekitar 8 pabrik pengolahan rumput laut jenis glacillaria. Apalagi saat ini persyaratan ekspor makin ketat, salah satunya ekspor ke China mulai Juni harus memenuhi persyaratan sertifikat kesehatan. Karena itu asosiasi meminta pemerintah mendorong pengembangan pasar dalam negeri. (*)

Oleh Diah Yossie Wiranti & Sopia Siregar
Sumber : http://agro.kemenperin.go.id/839-Pemerintah-Targetkan-Produksi-Rumput-Laut-Olahan-5-Juta-Ton
 

Makanan Rumput Laut pendongkrak Mutu Sperma

Daftar Makanan Pendongkrak Mutu Sperma

Makanan yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi kualitas sperma. Makanan apa sajakah itu?



Askbaby.com dan health4youonline.com melansir, makanan yang kaya protein seperti tiram, daging kambing, kalkun, gandum, buncis, daging merah, kacang, alpukat, pisang, dan almond dapat meningkatkan produktifitas sperma.

Seorang pria juga disarankan untuk makan makanan mengandung zat besi dan asam amino seperti bayam, rumput laut, putih telur, atau daging unggas karena juga baik untuk meningkatkan kualitas sperma.

Beberapa zat lain yang juga turut berperan untuk menghasilkan kualitas sperma lebih baik seperti likopen yang terdapat pada tomat, anggur merah, dan jambu biji merah. Zat folate juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sperma yang terdapat pada asparagus, brokoli, jeruk, sayuran hijau, atau gula bit.

Menkonsumsi seledri mentah juga baik untuk sperma karena mengandung androsterone yang baik untuk stimulasi seksual dan vitamin antioksidan seperti vitamin C, E, dan B12 yang berguna untuk meningkatkan produksi sperma.

Sumber : http://just-juices.blogspot.com/2011/06/daftar-makanan-pendongkrak-mutu-sperma.html
 

Rujak Bulung, salad khas rumput laut dari Bali

 
       Rujak Bulung
 
Oleh: bacamoe

Bahan/Bumbu:
  • Rumput laut segar
  • Garam
  • Cabai rawit
  • Terasi
  • Kencur
  • Kelapa parut
  • Kuah pindang
Cara Membuat:
  1. Ulek cabai rawit sesuai selera, tambahkan sedikit terasi, garam dan kencur.
  2. Setelah halus tambahkan 5 sdm kuah pindang dan aduk rata.
  3. Masukkan rumput laut segar kedalam piring, campur dengan 1 sdm kelapa parut.
  4. Siram dengan kuah pindang tadi, dan siap dinikmati.
Sumber: http://resepmasakanbali.com/2011/08/bulung/
Foto: http://resepmasakanbali.com/2011/08/bulung


Rumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih Dahsyat

Rumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih DahsyatRumput Laut Bikin Gairah Seks Lebih Dahsyat


Fitria Rahmadianti -
Foto: goeshealth.com Jakarta - 

Beberapa makanan seperti strawberry, alpukat, dan jahe sudah dikenal luas sebagai afrodisiak atau peningkat gairah seks. Namun, belum banyak yang tahu bahwa rumput laut ternyata juga baik untuk meningkatkan kualitas hubungan seks.

Rumput laut yang biasa dikonsumsi manusia adalah alga merah. Jenisnya beragam, mulai dari Palmaria palmata, Gelidium amansii, Porphyra, Laver, Chondrus crispus, hingga Kappaphycus alvarezii. Rumput laut dapat disajikan sebagai minuman atau makanan.

Ternyata, rumput laut sudah dikenal sebagai afrodisiak sejak dulu. Pujangga Romawi kuno bernama Juvenal menasihati pasangan yang sedang bertengkar untuk memakan rumput laut agar kemarahannya mereda. Ganggang juga sudah banyak dikonsumsi di Inggris sejak zaman Shakespeare.

Di beberapa tempat, rumput laut disajikan sebagai minuman yang berkhasiat meningkatkan gairah seks. Ada minuman yang dibuat dari Irish moss (Chondrus crispus) dan susu disajikan di Karibia. Sementara itu, di Tobago rumput laut dibuat menjadi es krim.

Rumput laut juga bisa dicampur dengan rum dan rempah-rempah agar manfaatnya lebih terasa. Minuman ini populer di beberapa daerah dan dapat dijumpai dalam bentuk kalengan. Menurut eatsomethingsexy.com, jika di Belize Anda mengatakan ingin makan rumput laut, Anda akan disambut cekikikan dan kedipan mata warga setempat karena berhubungan dengan afrodisiak.

Meski belum ada penelitian khusus mengenai manfaat rumput laut untuk seks, nampaknya anggapan tradisional tersebut benar adanya. Jika dilihat dari kandungan gizinya, rumput laut mengandung vitamin B1 yang dapat mengatasi kelelahan dan stres. Sementara itu, vitamin B2 dalam ganggang membantu produksi hormon.

Rumput laut mengandung vitamin E dosis tinggi yang dapat menangkal radikal bebas dalam membran sperma serta mengatur fungsi kelenjar seks. Ganggang juga sarat mineral mangan untuk mempertahankan gairah seks yang sehat.

Semua manfaat di atas dapat meningkatkan kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Apalagi rumput laut juga mengandung serat, yodium, selenium, serta rendah lemak dan kalori.


(Odi/Odi)

Sumber : http://food.detik.com/read/2012/01/27/142227/1827126/900/rumput-laut-bikin-gairah-seks-lebih-dahsyat
 

Dodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas Nunukan

Dodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas NunukanDodol Rumput Laut Jadi Makanan Khas Nunukan

Oleh: M Rusman

Dodol yang terbuat dari rumput laut menjadi makanan khas Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, sekaligus menjadi oleh-oleh bagi orang yang berkunjung ke daerah ini.

Dengan berbahan baku rumput laut, dodol memiliki dua cita rasa yaitu rasa durian dan coklat, kata pembuat dodol dan kerupuk dari rumput laut di Kabupaten Nunukan, Darmiah di Nunukan, Selasa.

Pengolahan rumput laut menjadi dodol, dia mengakui menggunakan delapan orang karyawan yang merupakan warga binaan. Dalam seminggu, Darmiah mengatakan memproduksi hingga 800 dos.

Kemudian sistem promosi dan pemasarannya, selain dipajang di kios miliknya di Jalan Ujang Dewa Sedadap Kecamatan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan juga disuplai ke sejumlah pertokoan atau minimarket seperti Minimarket Marami dan Alaska.

Darmiah menambahkan, dodol yang diproduksinya tidak semata-semata menggunakan bahan baku rumput laut. Tetapi tetap menggunakan campuran tepung beras ketan. Namun tetap mempertahankan atau tidak menghilangkan rasa dan aroma rumput lautnya.

Ke depannya, ia merencanakan akan berinovasi lagi dengan memproduksi dodol semata-mata menggunakan bahan baku rumput laut. Dodol ini dijual seharga Rp13.000,- per dos untuk semua rasa dengan isi sebanyak 12 bungkus.

Selain dipromosikan dengan menitipkan di pertokoan atau minimarket, produksi dodolnya telah seringkali dipamerkan pada setiap kesempatan baik lokal maupun nasional oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Nunukan.

Melalui promosi inilah, setiap ada tamu dari luar daerah selalu mencari pusat penjualan dodol ini di Kabupaten Nunukan.

Selain dodol, dia juga memproduksi kerupuk dari rumput laut. Kerupuk ini memiliki lima rasa, yaitu rasa bawang putih, bayam, udang, wortel dan keju. Tetapi pemasarannya masih terkendala, belum mampu bersaing dengan jenis kerupuk lainnya yang lebih modern dan bercita rasa tinggi.

Darmiah juga mengakui, kurangnya peminat kerupuk dari rumput laut yang diproduksinya mengingat bentuknya yang tidak variatif yaitu hanya berbentyuk bulat.

Kemungkinan gara-gara bentuknya yang tidak menarik sehingga pemasarannya terkendala. Tapi, dia mengatakan tetap memajang di kios miliknya dan di UKM Centre di Jalan TVRI Kabupaten Nunukan yang dikelola Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Nunukan. (*)

Editor: Arief Mujayatno

Sumber : http://www.antarakaltim.com/berita/8605/dodol-rumput-laut-jadi-makanan-khas-nunukan