...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Senin, 20 Agustus 2012

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

Khasiat Rumput Laut Bagi Kesehatan

 

Mendengar tentang manfaat rumput laut, saya sempat merenung sejenak tentang hal ini. Rumput laut merupakan salah satu sumber pangan yang kaya akan nutrisi, terus juga di Indonesia kan luas lautnya juga lebih luas daripada daratannya, jadi rumput laut bisa mudah ditemukan di perairan Indonesia. Banyak orang yang masih belum mengetahui banyak tentang manfaat rumput laut ini. Apakah Anda tahu bahwa rumput laut sangat bagus untuk membantu kesehatan jantung Anda?


Kita tahu bahwa salah satu penyakit kritis di jaman sekarang adalah sakit jantung, kemudian sakit kanker. Keduanya merupakan penyakit kritis yang paling ditakuti dan mengincar setiap orang yang ada di bumi ini tanpa terkecuali. Banyak orang yang menggunakan beragam cara, baik pengobatan dunia medis maupun pengobatan alternatif supaya bisa terhindar dan tersembuhkan dari kedua penyakit kritis tersebut.

 

Salah satu cara yang bisa bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung kita adalah dengan mengkonsumsi rumput laut. Banyak ilmuwan yang udah meneliti bahwa rumput laut yang menjadi sumber protein ini memiliki khasiat mirip dengan bioactive peptides. Apakah yang dimaksud bioactive peptides itu?

 

Bioactive peptides merupakan salah satu zat atau bahan yang sering ada di dalam susu. Bioactive peptides ini memiliki kandungan nutrisi yang kaya dan dapat mencegah penyakit tertentu. Selain itu juga Bioactive peptides bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan memiliki khasiat yang mirip dengan obat ACE inhibitor yang udah kita kenal.

Sayangnya, menurut beberapa ilmuwan, rumput laut ini masih perlu diteliti lebih dalam lagi sebelum dipasarkan kepada konsumen dalam produk makanan, dan bahkan mungkin menjadi salah satu bahan obat untuk mengobati sakit jantung.

Walaupun begitu, rumput laut tetap sering kita jumpai dalam beberapa bahan makanan dan minuman. Coba aja kalau kita mau beli es buah, di beberapa tukang es buah, biasanya mereka menambahkan rumput laut tersebut kedalam es buah tersebut. Saya sendiri pun sering memakannya, terutama di bulan puasa ini, dimana es buah menjadi salah satu menu yang menjadi sajian favorit bagi orang yang ingin berbuka puasa.

 

Sabtu, 11 Agustus 2012

Edible seaweed di berbagai tempat dengan berbagai bentuknya





















Foto dari berbagai sumber di google

Edible seaweed from Nunukan

Nunukan mulai memproduksi rumput laut kering tawar

foto by Dian Kusumanto

 Rumput laut tawar yang berwarna putih bening
siap untuk diolah. Bahkan bisa langsung dimakan.


 Dari rumput laut kering tawar kemasan plastik (produksi Nunukan)
direndam hanya beberapa menit saja sudah mengembang
seperti ukurannya semula sewaktu segar sesaat setelah dipanen.


Rumput laut kering tawar ini di Nunukan dihargai senilai Rp 10.000 per 100 gram.
Di Tawao Sabah Malaysia juga tersedia di beberapa super market 
dengan harga antara 3-4 RM per ons.

Sabtu, 04 Agustus 2012

Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan





Turunnya Harga Rumput Lautdi Pasar Internasonal Berdampak ke Nunukan

 Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan Supriyanto  mengatakan, jatuhnya harga rumput laut yang berimbas pada petani rumput laut di Nunukan disebabkan harga rumput laut dunia yang sedang turun.
“Kami memantau harga internasional memang turun. Bermacam metode kami coba, mencarikan solusi harga rumput laut. Bahkan kita mendatangkan pimpinan PT Bosowa menawarkan pabrik rumput laut tetapi tidak ada reelisasi. Dari Korea, dari Malaysia kita undang untuk melihat rumput laut bahkan membeli rumput laut kita. Tetapi karena harga dunia turun, ini berimbas pada kita,” ujarnya saat memberikan keterangan pers Jumat (3/8/2012) di Kantor DKP Nunukan didampingi Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri dan Kabid Budidaya Perikanan DKP Nunukan Suaedi.
Pihaknya juga telah mengadakan pelatihan bekerjasama dengan Balai Riset Budidaya Rumput Laut Maros, Takalar dan Semarang. “Kita juga bekerjasama untuk memberikan pelatihan di sini. Dengan Bank Indonesia juga kita kerjasama. BI memberikan pelatihan, memberikan motivasi, kalau perlu modal,” ujarnya.
Terakhir, pihaknya mengajak para petani rumput laut di Nunukan melakukan temu usaha. Para petani rumput laut diajak bertemu langsung eksportir maupun pabrik rumput laut. Untuk pioneer program dimaksud, DKP Nunukan memfokuskan pada satu Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Mamolo yang menghimpun tujuh kelompok di Mamolo.

“K
arena kualitas rumput laut di bawah standar, kita fokus satu kelompok ini dengan harapan kelompok lain meniru. Kegiatan  BI kita fokuskan ke Gapokkan ini. Ini sudah terbentuk bahkan sudah kita ajak sharing dengan BI,” ujarnya.

Dengan berkunjung ke Surabaya, petani rumput laut yang difasilitasi Pemkab Nunukan menemui  
eksportir PT Asia Sejahtera Mina dengan membawa sampel yang paling bagus.

“K
ita masuk gudangnya, mana rumput laut yang masuk standar dan tidak? Saya langsung ikut dengan  rombongan ini.  Kita lihat gudangnya, mereka menjemur akibat kadar air yang masih tinggi. Kadar air yang disarankan 33 persen maksimal, diatas itu mereka jemur lagi. Itulah kadang kita tidak diterima karena kadar air dan kebersihan. Petani sudah kita latih bagaimana pasca panen yang baik. Sekarang PT Asia menawarkan deal satu kontainer rumput laut dari petani, langsung kirim,” ujarnya.

Selain itu para petani ini juga diajak ke ke pabrik PT
Gumindo Perkasa Industri, Jakarta. Sepulang dari Jakarta, rumput laut para petani ini langsung dikirimkan dari Nunukan ke Jakarta dan Surabaya tanpa harus melewati pengumpul dengan harapan harga akan naik.

Ia mengatakan, jika harga rumput laut di Mamolo sudah tinggi, diharapkan petani rumput lainnya di Nunukan bisa mendapatkan harga yang juga tinggi.
Sebelum mereka berkunjung ke Surabaya dan Jakarta, rumput laut di Nunukan dihargai Rp4.500 perkilogramnya. Namun setelah dikirimkan ke Surabaya, petani bisa mendapatkan harga antara Rp6.000 hingga Rp6.100 perkilogramnya.
“Ini harapan kita. Kalau harga bagus, kelompok lain ikut, bisa kita bentuk kelompok seperti ini. Atau mereka masukkan ke kelompok ini. Yang pasti gabungan kelompok di sini harganya bagus, harganya stabil dengan syarat kualitas seperti yang diminta pasar. Kita sudah melakukan pelatihan yang cukup panjang. Kedepan dengan rutin mengirim ke Surabaya, harga akan baik,” ujarnya.

Gapokkan Mamolo diharapkan menjadi pioneer, buffer untuk mempertahankan
harga supaya kelompok lain  ikut. Kelompok lain juga bisa menjual rumput lautnnya ke Gapokkan Mamolo, bahkan untuk petani yang rumput lautnya belum memenuhi persyaratan bisa belajar ke gapokkan dimaksud.
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/03/turunnya-harga-rumput-lautdi-pasar-internasonal-berdampak-ke-nunukan

Harga Rumput Laut Anjlok, DKP Tembus ke Pabrik


Harga Rumput Laut Anjlok, DKP Tembus ke Pabrik

Dinas Kelautan dan Perikanan Nunukan berupaya membantu petani rumput laut mendapatkan harga yang lebih tinggi  di tengah lesunya harga jual rumput laut. DKP Nunukan menembus dua pabrik masing-masing di Surabaya dan Jakarta, untuk mendapatkan harga rumput laut yang baik.


Hasilnya, kini petani sudah bisa sedikit bernafas lega. Sebelumnya di tingkat pengumpul di Nunukan, para petani hanya mendapatkan harga rumput laut sebesar Rp 4.000 per kilogram.


Dalam keterangan persnya Kepala DKP Nunukan Supriyanto didampingi Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri dan Kabid Budidaya Perikanan DKP Nunukan Suaedi menyebutkan, dengan difasilitasi Pemkab Nunukan, 95 kepala keluarga petani rumput laut dari tujuh kelompok yang tergabung Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Mamolo telah menandatangani kontrak dengan dua perusahaan masing-masing PT Asia Sejahtera Mina Surabaya yang memberikan harga Rp7.200 perkilogram dan PT Gumindo Pekrasa Industri Jakarta yang memberikan harga Rp8.200 per kilogram.


Para petani juga disyaratkan untuk mengirimkan rumput laut dengan kandungan air maksimal
33 persen dan tingkat kebersihan minimal  1 persen kotoran.
Kontrak ini berlaku selama 30 hari, setelah itu akan dilakukan kontrak baru dengan harga rumput laut yang terus menyesuaikan harga pasar.

“Ini bergerak terus, dan setiap kontak kita ikuti terus,” katanya.Dalam kontrak itu, pihak perusahaan memberikan kebebasan para petani mengirimkan rumput laut dalam jumlah besar tak terbatas.

Dari kerjasama yang sudah dijalin ini, Gapokkan Mamolo telah mengirimkan dua kontainer  rumput laut masing-masing seberat 12 ton kepada dua perusahaan dimaksud. Setelah dikurangi biaya operasional dan pengiriman, kini para petani tersebut bisa mendapatkan harga sebesar Rp6.000 hingga Rp6.100 per kilogram.

Berdasarkan perhitungan dari Universitas Mulawarman, biaya produksi yang dikeluarkan petani rumput laut ini mencapai Rp 4.500 per kilogram. Sementara berdasarkan pengalaman masyarakat, biaya produksi yang mereka keluarkan mencapai Rp.5.000. Setiap petani dapat memanen rumput laut dalam waktu 45 hari sekali dengan produksi minimal satu ton.

Supriyanto mengatakan, Kabupaten Nunukan merupakan produsen terbesar rumput laut di Kalimantan Timur. Dalam sebulan Kabupaten Nunukan bisa menghasilkan 600 ton rumput laut kering.

“Cuma ini karena harga turun, tentu masyarakat juga mengurangi produksi. kalau harga bagus naik lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, kegiatan rumput laut di Nunukan dimulai  sekitar 2008. Secara teori sebenarnya tidak pernah terbayangkan budidaya rumput laut bisa dilaksanakan di Nunukan. Budidaya rumput laut menghendaki air yang jernih, sementara air laut di Nunukan kurang jernih. Namun saat masyarakat mencoba ternyata dapat berhasil. Dengan harga yang masih tinggi saat itu, tugas DKP Nunukan juga ringan.

“Karena bagus, dinas langsung menyambut. Kita adakan pelatihan, masyarakat menyambut harga juga sangat bagus. Harga tinggi, sehingga masyarakat berbondong-bondong membudidayakan rumput laut. Kegiatan itu dilakukan saat kegiatan masyarakat seperti illegal logging dan pakaian bekas sudah tidak ada. Rumput laut muncul, semua lari ke sana bahkan dari sektor lain ditinggalkan karena semua ke rumput laut,” ujarnya.
 
Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/03/harga-rumput-laut-anjlok-dkp-tembus-ke-pabrik

DKP Nunukan Gandeng Bank Indonesia Tingkatkan Harga Rumput Laut


DKP Nunukan Gandeng Bank Indonesia Tingkatkan Harga Rumput Laut

Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Keluatan dan Perikanan Nunukan Suaedi mengatakan, untuk meningkatkan harga jual rumput laut para petani di Nunukan pihaknya menggandeng Bank Indonesia (BI).

Selain memberikan pelatihan kepada para petani rumput laut, BI juga membuka jalan bagi petani untuk dapat menjual langsung hasil produksi mereka ke pabrik yang ada di Jakarta dan Surabaya.

“Biasanya kalau dinas yang ke parbik pasti dipandang sebelah mata.
Makanya kita koordinasi dengan BI. Kami meminta difasilitasi ke eksportir terbesar dan industri terbesar. Kalau orang dinas langsung masuk, kamu siapa? Kalau orang BI pasti bisa lebih meyakinkan. Dunia bisnis berkaitan dengan perbankan,” ujarnya.

Dengan difasilitasi BI, akhirnya DKP Nunukan berhasil masuk ke
PT Asia Sejahtera Mina, Surabaya dan PT Gumindo Perkasa Industri, Jakarta.

Suaedi mengatakan, pihaknya sengaja memilih dua perusahaan besar ini karena memiliki pasar yang berbeda. “M
ana pasar yang berpihak pada kita, itu yang kita utamakan. Kalau yang Surabaya tujuan ekspor ke Cina. Kalau Gumindo pasarnya ke Eropa. Harga drop karena krisis di Eropa dan Amerika makanya harga sedikit turun. Dua-duanya kita jaga. Kalau Eropa kolaps, masih bisa kita jajaki yang satu lagi. Jadi kita pelihara dua-duanya, supaya menguntungkan kita,” ujarnya.
Dengan harga yang terus bergerak, kemungkinan kedepan harga rumput laut akan semakin meningkat. Apalagi BI juga akan membantu mesin press untuk rumput laut. Jika gudang sudah jadi dan dibantu mesin press, tentu jumlah rumput laut yang dimasukkan ke kontainer bisa lebih banyak. Dengan demikian, biaya pengiriman lebih ditekan, uang yang diterima petani juga meningkat.

Ia menjelaskan, perusahaan di Surabaya langsung melakukan ekspor sementara perusahaan dia Jakarta harus mengolah terlebih dahulu. “S
ehingga kita menjaga suatu saat ekspor lesu, kita tidak lepas dengan pabrik.
Kalau eksportir mengutamakan warna, tetapi kalau diindustri ada fator yang lebih penting yakni umur panen,” ujarnya.


Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2012/08/03/dkp-nunukan-gandeng-bank-indonesia-tingkatkan-harga-rumput-laut