.
Minggu, 10 April 2011
Rabu, 06 April 2011
Sabtu, 02 April 2011
Babel Targetkan Satu Juta Ton Rumput Laut
Babel Targetkan Satu Juta Ton Rumput Laut
![[Image: 3149946323-babel-targetkan-satu-juta-ton...35jOXT2Q--]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_uDSvRW-MDGsJno75jk28__546Shht_LqNO6kzvm13l07bnWWdVrDVwHL1KiIrHafcMRhFXuGA1YSc_atJTSpZqhekNp3HwhX8u7btXDoIyiYkFUUZJ5k0piLWHNHDdhpmnC4vq1mjo6Og9NNYflL6logvsIpWbzlYWoXfJFy07-VGZfyJfLQ2zGQ-84Yl0KoLM69hG7R127iuxlvK-FBMc9PCVDKD_qRO-rrl-FU1y1rc=s0-d)
Pangkalpinang (ANTARA) - Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2014 menargetkan produksi rumput laut di wilayahnya mencapai satu juta ton, karena minat masyarakat makin tinggi membudidayakan sumber daya hayati yang biasa hidup di wilayah pesisir dan laut.
"Kami optimistis, pada 2014 produksi rumput laut mencapai satu juta ton lebih, karena Babel sebagai daerah kepulauan memiliki ratusan pulau kecil dan besar yang cocok sebagai tempat tumbuhnya rumput laut," ujar Kepala Dinas Kelautan Perikanan Babel, Sugianto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, rumput laut (lamun) yang biasa hidup di atas pasir, karang -karang terjal, pantai dan laut ini memiliki potensi dikembangkan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kawasan pesisir karena nilai ekonominya cukup tinggi dengan masa panen relatif pendek berkisar 40 hingga 45 hari.
Menurut dia, pada 2010 produksi rumput laut sebanyak 105.000 ton dan 2011 ditargetkan prosuksi rumput laut 182.250 ton pada 2012 sebanyak 336.675 ton, target 2013 sebanyak 633.848 ton dan 2014 ditargetkan produksi rumput laut mencapai 1.045.141 ton.
"Kami akan terus mengembangkan pembudidayaan rumput laut ini dengan meningkatkan paket kegiatan pembenihan, sistem sarana dan prasarana, pengembangan teknis dan manajemen pengembangan sistem usaha serta mencari investor asing agar pemasaran rumput laut ini lancar," ujarnya.
Sebagaian wilayah kepulauan, katanya, ada sekitar 950 pulau di Babel yang bisa dikembangkan sebagai tempat pembudidayakan rumput laut, memilihara rumput lautnya cukup mudah.
Pada 2010, kata dia, pihaknya telah menjadikan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur sebagai daerah sentra pembudidayaan rumput laut, karena kondisi air laut di perairan di tiga kabupaten sangat cocok untuk pertumbuhan rumput laut.
Disamping itu, perairan di daerah sentra budidaya rumput laut masih aman dari pencemaran akibat aktivitas tambang timah seperti kapal isap, tambang timah apung dan aktivitas penambangan lainnya.
"Saat ini, budidaya rumput laut masih belum optimal karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) petani dalam meningkatkan produksi dan pemasarannya masih lokal," ujarnya.
Ia menjelaskan, potensi areal budidaya di perairan Kabupaten Bangka Selatan mencapai 40 ribu hektar dengan areal yang sudah dikelola seluas 50 hektar potensi area di perairan Belitung 35 ribu hektare dan area yang dikelola hanya 80 hektar dan potensi area pembudidayaan rumput laut di perairan Kabupaten Belitung Timur 30 ribu hektar dan area yang sudah dikelola petani seluas 20 hektar.
"Saat ini, ada sekitar 950 pulau di Babel yang bisa dikembangkan sebagai tempat pembudidayakan rumput laut, memilihara rumput lautnya cukup mudah dan dapat dilakukan di areal pantai lepas dan tambak dengan mengunakan bibit yang diikat dengan tali dengan jarak 20-25 cm," ujarnya.
Sumber : http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=7624
Pangkalpinang (ANTARA) - Provinsi Bangka Belitung (Babel), pada 2014 menargetkan produksi rumput laut di wilayahnya mencapai satu juta ton, karena minat masyarakat makin tinggi membudidayakan sumber daya hayati yang biasa hidup di wilayah pesisir dan laut.
"Kami optimistis, pada 2014 produksi rumput laut mencapai satu juta ton lebih, karena Babel sebagai daerah kepulauan memiliki ratusan pulau kecil dan besar yang cocok sebagai tempat tumbuhnya rumput laut," ujar Kepala Dinas Kelautan Perikanan Babel, Sugianto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia menjelaskan, rumput laut (lamun) yang biasa hidup di atas pasir, karang -karang terjal, pantai dan laut ini memiliki potensi dikembangkan dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat kawasan pesisir karena nilai ekonominya cukup tinggi dengan masa panen relatif pendek berkisar 40 hingga 45 hari.
Menurut dia, pada 2010 produksi rumput laut sebanyak 105.000 ton dan 2011 ditargetkan prosuksi rumput laut 182.250 ton pada 2012 sebanyak 336.675 ton, target 2013 sebanyak 633.848 ton dan 2014 ditargetkan produksi rumput laut mencapai 1.045.141 ton.
"Kami akan terus mengembangkan pembudidayaan rumput laut ini dengan meningkatkan paket kegiatan pembenihan, sistem sarana dan prasarana, pengembangan teknis dan manajemen pengembangan sistem usaha serta mencari investor asing agar pemasaran rumput laut ini lancar," ujarnya.
Sebagaian wilayah kepulauan, katanya, ada sekitar 950 pulau di Babel yang bisa dikembangkan sebagai tempat pembudidayakan rumput laut, memilihara rumput lautnya cukup mudah.
Pada 2010, kata dia, pihaknya telah menjadikan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur sebagai daerah sentra pembudidayaan rumput laut, karena kondisi air laut di perairan di tiga kabupaten sangat cocok untuk pertumbuhan rumput laut.
Disamping itu, perairan di daerah sentra budidaya rumput laut masih aman dari pencemaran akibat aktivitas tambang timah seperti kapal isap, tambang timah apung dan aktivitas penambangan lainnya.
"Saat ini, budidaya rumput laut masih belum optimal karena kurangnya sumber daya manusia (SDM) petani dalam meningkatkan produksi dan pemasarannya masih lokal," ujarnya.
Ia menjelaskan, potensi areal budidaya di perairan Kabupaten Bangka Selatan mencapai 40 ribu hektar dengan areal yang sudah dikelola seluas 50 hektar potensi area di perairan Belitung 35 ribu hektare dan area yang dikelola hanya 80 hektar dan potensi area pembudidayaan rumput laut di perairan Kabupaten Belitung Timur 30 ribu hektar dan area yang sudah dikelola petani seluas 20 hektar.
"Saat ini, ada sekitar 950 pulau di Babel yang bisa dikembangkan sebagai tempat pembudidayakan rumput laut, memilihara rumput lautnya cukup mudah dan dapat dilakukan di areal pantai lepas dan tambak dengan mengunakan bibit yang diikat dengan tali dengan jarak 20-25 cm," ujarnya.
Sumber : http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=7624
Rumput laut bakal jadi primadona Sultra
Rumput laut bakal jadi primadona Sultra

KENDARI: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara Abdul Salam, mengatakan produksi daya rumput laut di provinsi itu beberapa tahun ke depan menjadi primadona selain produk perkebunan, pertanian dan perikanan laut.

“Pada tiga atau empat tahun mendatang, produksi rumput laut Sultra bisa mencapai 1,5 juta ton. Peningkatan produksi ini akan bisa dicapai bilamana dilakukan melalui beberapa tahapan,” katanya di Kendari, Sabtu.
Dia mengatakan beberapa tahapan yang dimaksud meliputi peningkatan mutu bibit, teknologi produksi, perbaikan pasca panen, peningkatan modal usaha dan investasi, peningkatan pemasaran dan perbaikan transportasi.
Pencapaian target produksi itu akan bisa dicapai, apalagi potensi areal untuk kegiatan budi daya rumput laut di sejumlah daerah sentra cukup menjanjikan terutama pada daerah yang sudah dikembangkan di enam kabupaten/kota di Sultra seperti, Kota Baubau, Kabupaten Buton, Muna, Wakatobi, Buton Utara dan Kota Kendari.
Dari enam kabupaten tersebut, yang sudah dikelola saat ini baru mencapai 40.500 hektare dari luas lahan yang potensi mencapai 298.270 ha.
Menurut Salam, produksi rumput laut dari tahun ke tahun terus meningkat cukup signifikan. Pada 2009 mencapai 139.627 ton atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 23,27% dengan jumlah tenaga kerja 51.469 orang.
Bahkan, kata Abdul Salam, Gubernur Sultra Nur Alam telah mencanangkan bahwa komoditas unggulan Sultra selain kakao, mete dan hasil perikanan laut juga yang menjadi primadona mulai dua tahun terakhir ini adalah rumput laut. (mw)
Sumber : http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/03/rumput-laut-bakal-jadi-primadona-sultra/

KENDARI: Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tenggara Abdul Salam, mengatakan produksi daya rumput laut di provinsi itu beberapa tahun ke depan menjadi primadona selain produk perkebunan, pertanian dan perikanan laut.
“Pada tiga atau empat tahun mendatang, produksi rumput laut Sultra bisa mencapai 1,5 juta ton. Peningkatan produksi ini akan bisa dicapai bilamana dilakukan melalui beberapa tahapan,” katanya di Kendari, Sabtu.
Dia mengatakan beberapa tahapan yang dimaksud meliputi peningkatan mutu bibit, teknologi produksi, perbaikan pasca panen, peningkatan modal usaha dan investasi, peningkatan pemasaran dan perbaikan transportasi.
Pencapaian target produksi itu akan bisa dicapai, apalagi potensi areal untuk kegiatan budi daya rumput laut di sejumlah daerah sentra cukup menjanjikan terutama pada daerah yang sudah dikembangkan di enam kabupaten/kota di Sultra seperti, Kota Baubau, Kabupaten Buton, Muna, Wakatobi, Buton Utara dan Kota Kendari.
Dari enam kabupaten tersebut, yang sudah dikelola saat ini baru mencapai 40.500 hektare dari luas lahan yang potensi mencapai 298.270 ha.
Menurut Salam, produksi rumput laut dari tahun ke tahun terus meningkat cukup signifikan. Pada 2009 mencapai 139.627 ton atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya 23,27% dengan jumlah tenaga kerja 51.469 orang.
Bahkan, kata Abdul Salam, Gubernur Sultra Nur Alam telah mencanangkan bahwa komoditas unggulan Sultra selain kakao, mete dan hasil perikanan laut juga yang menjadi primadona mulai dua tahun terakhir ini adalah rumput laut. (mw)
Sumber : http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/03/rumput-laut-bakal-jadi-primadona-sultra/
Perlu ada penetapan harga dasar Rumput Laut
Perlu ada penetapan harga dasar Rumput Laut

Pelbagai persoalan membelit pembudidaya rumput laut di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mulai dari ketiadaan pabrik pengolahan di dekat sentra, pasar yang tak pasti, hingga harga rumput laut yang naik turun seperti yoyo. Untuk itu, pemerintah pusat berharap ada penetapan harga dasar rumput laut.
harga jual rumput laut hasil panen pembudidaya algae laut di Teluk Tomini, Parigi Moutong yang fluktuatif tak lepas dari radar pemerintah pusat. Khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berharap, pemerintah daerah setempat mengkaji penerapan harga dasar rumput laut. Tujuannya, "Untuk melindungi pendapatan pembudidaya," kata Fadel.
Bekas Gubernur Gorontalo ini mengatakan, harga jual rumput laut di tingkat pembudidaya cenderung naik turun meski kebutuhan pabrik pengolahan akan tumbuhan bernama Latin Eucheuma cottonii tersebut lumayan besar.
Harga jual rumput laut juga memiliki perbedaan yang cukup tajam di beberapa daerah. Itu sebabnya, untuk mencegah anjloknya harga sango-sango atau dongi-dongi, begitu masyarakat Sulawesi menyebut rumput laut, perlu ada penetapan harga dasar rumput laut di tingkat pembudidaya.
Saat ini, di Parigi Moutong, harga rumput laut kering berkisar antara Rp 8.500 hingga Rp 9.000 per kilogram (kg). Terjadi penurunan cukup tajam. Sebab, dua pekan sebelumnya, harganya mencapai Rp 10.000 per kg.
Sebetulnya, "Pemerintah daerah bisa mengaturnya," ungkap Fadel. Harapannya, dengan penetapan harga dasar, budidaya rumput laut terus berkembang untuk menekan angka kemiskinan.
Keinginan Fadel itu mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Parigi Moutong Samsulrizal Tombolotutu. Ia berkata, Pemerintah Parigi Moutong akan segera menetapkan mekanisme harga dasar rumput laut berdasarkan tingkat kadar air atau rendemen. Semakin tinggi rendemen, semakin rendah harga jualnya.
Tak hanya itu, Samsulrizal menambahkan, Pemerintah Parigi Moutong juga akan melakukan stabilisasi harga dan menyiapkan empat gudang penampungan rumput laut. Gudang-gudang itu nantinya akan menampung rumput laut jika harga di tingkat pembudidaya di bawah harga dasar.
Rumput laut merupakan komoditas yang menggiurkan. Dari total produksi rumput laut nasional, sebanyak 15%-20% di antaranya diekspor. "Dari rumput laut bisa dihasilkan banyak produk," kata Kepala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pengolahan KKP Simson Masengi.
Bermacam produk yang bisa dihasilkan dari rumput laut. Di antaranya, dodol, manisan, dan permen.
Simson menambahkan, untuk mendorong industri pengolahan nasional, pemerintah berusaha mengurangi ekspor rumput laut dalam bentuk mentah. "Pemerintah mendorong agar lebih banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mengolah rumput laut," ujarnya.
Sekarang, jumlah UKM pengolah rumput laut di seluruh Indonesia mencapai 1.000 unit. Untuk menjamin pasokan rumput laut di dalam negeri, pemerintah akan memperluas sentra produksi rumput laut. Contohnya, menetapkan Parigi Moutong sebagai sentra rumput laut.
Kabupaten di Sulawesi Tengah ini punya letak yang strategis, berada pada jalur Trans-Sulawesi yang membuat hasil panen mudah dipasarkan ke luar daerah.
Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/63121/Sentra-rumput-laut-Teluk-Tomini-Perlu-ada-penetapan-harga-dasar-3
Pelbagai persoalan membelit pembudidaya rumput laut di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Mulai dari ketiadaan pabrik pengolahan di dekat sentra, pasar yang tak pasti, hingga harga rumput laut yang naik turun seperti yoyo. Untuk itu, pemerintah pusat berharap ada penetapan harga dasar rumput laut.
harga jual rumput laut hasil panen pembudidaya algae laut di Teluk Tomini, Parigi Moutong yang fluktuatif tak lepas dari radar pemerintah pusat. Khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad berharap, pemerintah daerah setempat mengkaji penerapan harga dasar rumput laut. Tujuannya, "Untuk melindungi pendapatan pembudidaya," kata Fadel.
Bekas Gubernur Gorontalo ini mengatakan, harga jual rumput laut di tingkat pembudidaya cenderung naik turun meski kebutuhan pabrik pengolahan akan tumbuhan bernama Latin Eucheuma cottonii tersebut lumayan besar.
Harga jual rumput laut juga memiliki perbedaan yang cukup tajam di beberapa daerah. Itu sebabnya, untuk mencegah anjloknya harga sango-sango atau dongi-dongi, begitu masyarakat Sulawesi menyebut rumput laut, perlu ada penetapan harga dasar rumput laut di tingkat pembudidaya.
Saat ini, di Parigi Moutong, harga rumput laut kering berkisar antara Rp 8.500 hingga Rp 9.000 per kilogram (kg). Terjadi penurunan cukup tajam. Sebab, dua pekan sebelumnya, harganya mencapai Rp 10.000 per kg.
Sebetulnya, "Pemerintah daerah bisa mengaturnya," ungkap Fadel. Harapannya, dengan penetapan harga dasar, budidaya rumput laut terus berkembang untuk menekan angka kemiskinan.
Keinginan Fadel itu mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Parigi Moutong Samsulrizal Tombolotutu. Ia berkata, Pemerintah Parigi Moutong akan segera menetapkan mekanisme harga dasar rumput laut berdasarkan tingkat kadar air atau rendemen. Semakin tinggi rendemen, semakin rendah harga jualnya.
Tak hanya itu, Samsulrizal menambahkan, Pemerintah Parigi Moutong juga akan melakukan stabilisasi harga dan menyiapkan empat gudang penampungan rumput laut. Gudang-gudang itu nantinya akan menampung rumput laut jika harga di tingkat pembudidaya di bawah harga dasar.
Rumput laut merupakan komoditas yang menggiurkan. Dari total produksi rumput laut nasional, sebanyak 15%-20% di antaranya diekspor. "Dari rumput laut bisa dihasilkan banyak produk," kata Kepala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pengolahan KKP Simson Masengi.
Bermacam produk yang bisa dihasilkan dari rumput laut. Di antaranya, dodol, manisan, dan permen.
Simson menambahkan, untuk mendorong industri pengolahan nasional, pemerintah berusaha mengurangi ekspor rumput laut dalam bentuk mentah. "Pemerintah mendorong agar lebih banyak pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang mengolah rumput laut," ujarnya.
Sekarang, jumlah UKM pengolah rumput laut di seluruh Indonesia mencapai 1.000 unit. Untuk menjamin pasokan rumput laut di dalam negeri, pemerintah akan memperluas sentra produksi rumput laut. Contohnya, menetapkan Parigi Moutong sebagai sentra rumput laut.
Kabupaten di Sulawesi Tengah ini punya letak yang strategis, berada pada jalur Trans-Sulawesi yang membuat hasil panen mudah dipasarkan ke luar daerah.
Sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/63121/Sentra-rumput-laut-Teluk-Tomini-Perlu-ada-penetapan-harga-dasar-3
Jumat, 01 April 2011
Patokan Harga Dasar Rumput Laut Perlu Dikaji
Patokan Harga Dasar Rumput Laut Perlu Dikaji
Harga rumput laut yang sangat fluktuatif di sejumlah daerah perlu segera diantisipasi guna melindungi usaha pembudidaya. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta pemerintah daerah mengkaji penentuan harga dasar rumput laut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengemukakan hal itu saat meresmikan depo rumput laut di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/2).

Fadel mengemukakan, penentuan harga dasar rumput laut diperlukan untuk melindungi pendapatan pembudidaya. Kebutuhan rumput laut untuk pabrik cukup besar, tetapi harga jual di tingkat pembudidaya cenderung naik turun dan memiliki perbedaan cukup tajam di beberapa daerah.

”Cara untuk mencegah anjloknya harga rumput laut di tingkat pembudidaya adalah menetapkan harga dasar,” ujarnya.
Di Parigi Moutong, harga rumput laut kering saat ini Rp 8.500-Rp 9.000 per kg. Dua pekan sebelumnya, harga mencapai Rp 10.000 per kg.
Fadel mengemukakan, penetapan harga dasar rumput laut harus diatur pemerintah daerah dengan menetapkan harga dasar di tingkat lokal. Dengan demikian, usaha rumput laut bisa terus berkembang dan berpotensi menekan angka kemiskinan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Parigi Moutong Samsul Rizal Tombolotutu mengemukakan, penentuan harga jual rumput laut bergantung pada tingkat kadar air (rendemen). Semakin tinggi rendemen, harga akan semakin turun.
Meski demikian, pihaknya berjanji segera menetapkan mekanisme harga dasar pembelian rumput laut. Mekanisme e-pasar juga akan diterapkan untuk menjaga stabilisasi harga. Untuk itu disiapkan empat gudang penampung rumput laut.
”Apabila harga jual rumput laut anjlok di bawah standar, e-pasar akan menyerap rumput laut pembudidaya,” ujarnya.
Ia mengakui, harga rumput laut di sejumlah wilayah masih sangat mudah dipermainkan oleh tengkulak, sedangkan pembudidaya tidak memiliki posisi tawar untuk menentukan harga. Musim tanam dan panen rumput laut juga sangat bergantung pada cuaca sehingga kualitas mudah berubah.

Pada tahun 2010, produksi rumput laut basah mencapai 3,082 juta ton atau setara 308.000 ton rumput laut kering. Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi rumput laut basah 3,5 juta ton, sedangkan tahun 2014 mencapai 10 juta ton.
Ketua Koperasi Teluk Tomini di Parigi Moutong Darwis Tandi mengungkapkan, para pembudidaya rumput laut kesulitan memasarkan hasil produksinya karena industri pengolahan masih minim tersedia. (LKT)
kompas
Sumber : http://www.indomaritim.com/?p=1235
Harga rumput laut yang sangat fluktuatif di sejumlah daerah perlu segera diantisipasi guna melindungi usaha pembudidaya. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta pemerintah daerah mengkaji penentuan harga dasar rumput laut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengemukakan hal itu saat meresmikan depo rumput laut di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/2).

Fadel mengemukakan, penentuan harga dasar rumput laut diperlukan untuk melindungi pendapatan pembudidaya. Kebutuhan rumput laut untuk pabrik cukup besar, tetapi harga jual di tingkat pembudidaya cenderung naik turun dan memiliki perbedaan cukup tajam di beberapa daerah.

”Cara untuk mencegah anjloknya harga rumput laut di tingkat pembudidaya adalah menetapkan harga dasar,” ujarnya.
Di Parigi Moutong, harga rumput laut kering saat ini Rp 8.500-Rp 9.000 per kg. Dua pekan sebelumnya, harga mencapai Rp 10.000 per kg.
Fadel mengemukakan, penetapan harga dasar rumput laut harus diatur pemerintah daerah dengan menetapkan harga dasar di tingkat lokal. Dengan demikian, usaha rumput laut bisa terus berkembang dan berpotensi menekan angka kemiskinan.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Parigi Moutong Samsul Rizal Tombolotutu mengemukakan, penentuan harga jual rumput laut bergantung pada tingkat kadar air (rendemen). Semakin tinggi rendemen, harga akan semakin turun.
Meski demikian, pihaknya berjanji segera menetapkan mekanisme harga dasar pembelian rumput laut. Mekanisme e-pasar juga akan diterapkan untuk menjaga stabilisasi harga. Untuk itu disiapkan empat gudang penampung rumput laut.
”Apabila harga jual rumput laut anjlok di bawah standar, e-pasar akan menyerap rumput laut pembudidaya,” ujarnya.
Ia mengakui, harga rumput laut di sejumlah wilayah masih sangat mudah dipermainkan oleh tengkulak, sedangkan pembudidaya tidak memiliki posisi tawar untuk menentukan harga. Musim tanam dan panen rumput laut juga sangat bergantung pada cuaca sehingga kualitas mudah berubah.

Pada tahun 2010, produksi rumput laut basah mencapai 3,082 juta ton atau setara 308.000 ton rumput laut kering. Tahun ini, pemerintah menargetkan produksi rumput laut basah 3,5 juta ton, sedangkan tahun 2014 mencapai 10 juta ton.
Ketua Koperasi Teluk Tomini di Parigi Moutong Darwis Tandi mengungkapkan, para pembudidaya rumput laut kesulitan memasarkan hasil produksinya karena industri pengolahan masih minim tersedia. (LKT)
kompas
Sumber : http://www.indomaritim.com/?p=1235
Langganan:
Postingan (Atom)




