...Indonesia akan menguasai dunia dengan produk olahan rumput laut...
.

Senin, 07 Februari 2011

Rumput Laut Melawan Kanker!

Rumput Laut Melawan Kanker!




Ada obat murah sederhana bagi penderita kanker sistem kekebalan tubuh yang dikenal sebagai lymphoma. cukup menggunakan ekstrak rumput laut, kanker tersebut pun teratasi.

Hal ini berdasarkan hasil penelitian awal ilmuwan di Heshemite University di Jordan, berdasarkan kutipan dari rilis pers dari American Association for Cancer research, Kamis (11/3).

pada studi tersebut, para peneliti melakukan eksperimen dengan kandungan yang terdapat pada rumput laut. lalu mencoba menafaatkannya untuk meminimalisir lymphoma yang tergolong kelompok B-cell.

Biasanya B-cell lymphoma cenderung kebal terhadap rawatan medis standar. Namun dengan ekstraksi rumput laut ini, ia bisa diatasi.

Para ilmuwan itu menyebutkan bahwa kandungan yang disebut fucoidan terdapat di dalam rumput laut, dan ternayat manjur untuk memberangus sel kanker pada tikus dan manusia. Dalam studi terbaru tersebut, tim peneliti menggunakan ekstraksi rumput laut yang banyak dijual secara komersil. *

Posted by Baday| Medan Talk On March - 12 - 2010

Sumber : http://www.medantalk.com/rumput-laut-melawan-kanker/

Rahasia Rumput Laut

Rahasia Rumput Laut

Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Seaweed satu-satunya unit kegiatan kemahasiswaan yang berkecimpung di bidang rumput laut, khususnya di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Kelompok studi ini mengkaji segala sesuatu yang berhubungan dengan rumput laut secara luas, baik riset maupun kewirausahaan.

UKK Seaweed tidak hanya bergerak di lingkungan mahasiswa, tetapi juga bergerak di tataran publik. Membantu masyarakat pemerhati rumput laut, baik dalam pembudidayaan maupun pengolahan produk rumput laut, serta pertemuan-pertemuan workshop dari para peneliti rumput laut. UKK Seaweed berlokasi di Jalan Ngesrep Timur V Semarang berhasil berprestasi di bidang program Mahasiswa Wirausaha Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti). Kami mengajukan wirausaha produk rumput laut yaitu seaweed jelly drink.

Produknya tidak kalah bagusnya dari perusahaan besar, rasa dan bahan memiliki keunggulan tersendiri walaupun hanya olahan rumah tangga. UKK Seaweed juga bekerja sama dengan SMK 1 Jepara dalam membuat inovasi produk makanan seperti dodol, es krim, permen, sirup, donat, seaweed crispy, manisan rumput laut, nata de seaweed, kue, kecap, bakso dan lainnya. Semua bahannya dari rumput laut.

Tak sedikit anggota UKK Seaweed juga bergerak memanfaatkan rumput laut sebagai biogas, bioetanol, biodiesel, antibakteri, pulp, dan pupuk. Selain bergerak di Indonesia, UKK Seaweed berharap dapat dikenal dan bekerja sama dengan pihak-pihak di lingkup nasional ataupun internasional karena kami yakin rumput laut memiliki po-tensj besar dalam segala bidang.

Rumput laut mujarab buat menghasilkan produk makanan dengan rasa lebih mantap, kenyal, dan gurih. Sekarang rekan kami mulai berwirausaha jelly drink rumput laut. Setelah penghasilannya terbilang memuaskan, ia pun berhasil membuat rumput laut lebih dikenal. Namun, penjualannya masih di kalangan teman-teman mahasiswa.

Rencana bisnis kami, ingin memasar- kan produk rumput laut hingga tingkat Asia. Laut Indonesia luas dan panen rumput laut hanya 42 hari, jadi produk ini jelas akan membuat Indonesia lebih maju.

Rumput mengandung komponen unik yang kuat berupafncoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut mirip air susu alias bredst milk sehingga kerap disebut brown milk.

Fncoidan adalah polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam tumbuhan taut mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun.

Ia juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi, dan menghambat penggumpalan darah sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung. Fucoidan mampu menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkantekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula atau glukosa darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah. Selain itu, fucoidan mampu meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya bakteri Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembapan dan keken-cangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Penelitian menunjukkan polisakarida dalam rumput laut bisa merusak sel-sel kanker. Itu sebabnya, dahulu di Mesir digunakan untuk terapi kanker payudara. Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktivitas antitumor secara konsisten.

Rumput laut tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan.

Ini artinya rumput laut mampu membantu tubuh mencegah penyerapan zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.

Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput laut selama menjalani kemoter-api. Nutrisi yang optimal dalam rumput laut membuatnya mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon.

Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut serta memperkuat kuku dan gigi. Selain untuk industri makanan, agar-agar juga digunakan dalam industri farmasi atau bahan baku kapsul pembungkus obat-obatan dan vitamin, campuranobat pencahar dan pasta gigi, industri kosmetika sebagai bahan baku lipstik, sabun, salep, lotion dan krim, serta industri lain. Kandungan gizinya yaitu vitamin, mineral colloidal, iodin, asam lemak esensial, asam amino, dan berbagai enzim.

Rumput laut adalah salah satu makanan tradisional yang populer di Jepang. Salah satunya, wakame. Bagi yang pernah tinggal di Jepang tentunya mengetahuinya. Wakame atau Undariapinnatifida sering disajikan sebagai salad, sup, dan penghias sajian makanan.

Beberapa studi menyebutkan wakame mempunyai beberapa manfaat kesehatan, mencegah hiperlipidemia atau kelebihan lemak, dan mencegah terjadinya kanker berdasarkan percobaan pada tikus, serta sebagai bahan yang dapat menurunkan tekanan darah manusia.

Tanpa kita sadari, sekarang banyak masyarakat Indonesia mulai memanfaatkan rumput laut menjadi bahan atau bumbu campuran dalam aneka makanan tradisional Indonesia. Salah satunya yaitu pecel rumput laut, perpaduan makanan tradisional Indonesia dengan rumput laut.

Pecel rumput laut ini menjadi salah satu makanan favorit di Teluk Awur, Jepara. Tak terlalu beda dengan pecel umumnya, sajian ini lebih komplet, yaitu sayur, bumbu kacang atau bumbu pecel, dan tentunya rumput laut. Rumput lautyang digunakan ialah Gracilaria dan Caulerpa. Rasanya crispy dan lebih kenyal, dijamin ketagihan, deh!

Kandungan vitaminnya, A, C, zat besi, yodium juga kalsium serta kadar serat tinggi. Selain itu, masyarakat juga mulai mengombinasikannya dalam bakso tahu rumput laut serta bakso rumput laut. Rasanya lebih kenyal, halus, dan tidak amis. Mau coba? (M-2)

Sumber : Media Indonesia 13 Juni 2010,hal. 22 dalam http://teluktomini.org/en/home/article/163-rahasia-rumput-laut.html


FUCOIDAN SENYAWA ANTI KANKER PADA RUMPUT LAUT


FUCOIDAN SENYAWA ANTI KANKER PADA RUMPUT LAUT

By Dian Kusumanto

Rumput laut mengandung komponen unik yang kuat berupa fucoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut mirip air susu (breast milk), sehingga kerap disebut brown milk. Ini menjadi senjata rahasia sehat orang Tongans (penduduk Kerajaan Tonga yang terletak di Lautan Pasifik, berdekatan dengan Hawaii, Selandia Baru, Fiji, dan Samoa) selama berabad-abad.

Na-Alginat (atau Natrium Alginat / Alginat / Algin) merupakan zat yang terdapat pada rumput laut coklat (Phaeophyceae). Rumput laut coklat penghasil alginat (alginofit) biasanya tumbuh di perairan sub tropis terutama untuk jenis Macrocytis, Laminaria, Aschophyllum, Nerocytis, Ecklonia, Fucus dan Sargassum. Sedangkan rumput laut coklat yang tumbuh di perairan tropis seperti di Indonesia terutama jenis-jenis Sargassum, Turbinaria, Padina, Dyctyota dan yang paling banyak ditemukan adalah jenis Sargassum dan Turbinaria.

Di perairan Indonesia terdapat sekitar 28 spesies rumput laut coklat yang berasal dari enam genus diantaranya yaitu Dyctyota, Padine, Hormophysa, Sargassum, Turbinaria dan Hydroclathrus. Spesies rumput laut yang telah diidentifikasi yaitu Sargassum sp. sebanyak 14 spesies, Turbinaria sebanyak 4 spesies, Hormophysa baru teridentifikasi 1 spesies, Padina 4 spesies, Dyctyota 5 spesies dan Hydroclathrus 1 spesies. Jenis-jenis rumput laut tersebut tersebar pada beberapa daerah di Indonesia.

Asam alginat adalah suatu getah selaput (membran mucilage) yang disebut juga gummi alami, sedangkan alginat merupakan bentuk garam dari asam alginat. Gummi alami merupakan suatu polisakarida , dan secara umum polisakarida yang terdapat pada rumput laut disebut phycocolloid. Polisakarida terpenting pada rumput laut coklat adalah asam alginat dan turunannya seperti fucoidan, funoran dan laminaran yang merupakan komponen penyusun dinding sel seperti halnya selulosa dan pektin.

Fucoidan adalah polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan, fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam tumbuhan taut mampu meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun. la juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi dan menghambat penggumpalan darah, sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung.

Dapat pula menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula (glukosa) darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya bakteri Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembaban dan kekencangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.

Beberapa tahun yang lalu, kelompok Dr. Frenette melaporkan bahwa senyawa fukoidan, kedua, yang disintesis oleh rumput laut tertentu, juga bisa memacu sel-sel batang ke dalam tindakan. Kelompok ini berspekulasi bahwa turunan rumput laut mungkin bekerja dengan meniru suatu senyawa yang serupa, yang disebut sulfatide, alami terdapat dalam jaringan mamalia.

Penelitian menunjukkan bahwa polisakarida dalam rumput laut bisa merusak sel-sel kanker. Itu sebabnya dahulu di Mesir rumput laut digunakan untuk terapi kanker payudara. Rumput laut juga merupakan multivitamin alami yang memiliki aktivitas antitumor secara konsisten.

Rumput laut tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan. Ini artinya rumput laut mampu membantu tubuh mencegah penyerapan zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.

Peranan senyawa Fukoidan untuk membasmi kanker juga terungkap dalam suatu Konverensi di Timur Tengah baru-baru ini. Konferensi Internasional Kemajuan Riset Kanker yang diadakan di sini 07-10 Maret, 2010 di Laut Mati. Hal diatas diungkapkan dari hasil penelitian tentang Limfoma oleh Mohammad Irhimeh, Ph.D., asisten profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania.

Limfoma merupakan kanker dari sistem kekebalan tubuh dan diklasifikasikan ke dalam Hodgkin dan jenis non-Hodgkin, yang kemudian diklasifikasikan lebih lanjut menjadi sel-B dan kelompok T-sel.

"Beberapa bentuk limfoma sel-B sangat resisten terhadap pengobatan standar dan dengan demikian terapi baru diperlukan," kata Mohammad Irhimeh, Ph.D., Asisten Profesor hematoncology dan sel batang di Universitas Hashemite di Yordania. "Dalam studi ini, kami melihat strategi pengobatan baru menggunakan senyawa aktif baru yang berasal dari sumber alami Rumput laut"

Rumput laut mengandung fucoidan, sebuah polisakarida tersulfatasi mirip dengan heparin dalam struktur kimia, telah dilaporkan memiliki aktivitas anti-tumor pada tikus dan beberapa baris sel.

Untuk studi saat ini, Irhimeh dan koleganya di University of California, Berkeley, dan Royal Hobart Hospital di garis limfoma sel Australia diperlakukan dengan ekstrak rumput laut yang tersedia secara komersial.

Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput laut selama menjalani terapi kemo. Nutrisi yang optimal dalam rumput laut membuatnya mampu memberikan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon. Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut, memperkuat kuku dan gigi.

Produk makanan kesehatan yang berbahan dasar Rumput Laut sudah sangat banyak. Produk yang sangat terkenal dari Amerika dan China,antara lain adalah :

1. UMI Produk dari AGEL dari Amerika
2. Nutrilife Brown Seaweed dari
3. Supa fuco dari China
4. Fucoidan dari Leili Natural Products Co., Ltd China
5. UMI NO SHIZUKU FUCOIDAN dari Kamerycah Inc. Amerika
6. Super Sea Veg®
7. Limu Moui dan EasyLimu The Limu Company.
8. Dan lain-lain.

Adapun kandungan dan manfaat dari salah satu produk di atas, yaitu NUTRILIFE BROWN SEAWEED per 1800 mg adalah mengandung :

· Vit B1 (Thiamine) 36 mcg
· Vit B2 (Riboflavin) 63 mcg
· Vit B3 (Niacin) 189 mcg
· Vit B12 (Cyanocobalamin) 0,61 mg
· Vit E 0,54 I.U.
· Folic Acid 7,20 mcg
· Calcium 38,70 mg
· Chromium 9 mcg
· Copper 9 mcg
· Iron 0,69 mg
· Magnesium 12,06 mg
· Manganese 32,40 mcg
· Selenium 0,68 mcg
· Zinc 91,80 mcg
· Alginates 900 mg
· Fucoidan 72 mg

Nutrilife Brown Seaweed dapat dikonsumsi untuk :

1. Membantu memulihkan fungsi motorik dan sistem saraf pasca stroke
2. Mencegah stroke dengan cara meningkatkan metabolisme lemak dalam darah
3. Membantu mengencerkan darah sehingga mencegah penyumbatan pembuluh darah.

Apakah jenis rumput lain seperti Euchema cotoni dan Euchema spinosum juga mimiliki kandungan fucoidan?? Inilah yang kita tunggu-tunggu. Sebab kedua jenis rumput laut ini banyak tersebar dan dibudidayakan dalam jumlah besar di negeri kita tercinta ini. Mari kita tunggu para peneliti kita untuk mengungkapkan rahasia ini.

Bagaimana menurut Anda??


Referensi :

Jumat, 04 Februari 2011

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut

Ibu Hamil Sehat dengan Rumput Laut


KOMPAS.com — Agar kelahiran dan bayi yang terlahir nantinya sehat, calon ibu wajib mengonsumsi makanan pendukung kesehatan di masa kehamilan, seperti rumput laut.

Bila bicara tentang rumput laut, yang dimaksudkan adalah dari jenis alga coklat dan alga merah. Alga coklat hidup di perairan yang dingin, sedangkan alga merah di daerah tropis. Selama ini rumput laut lebih banyak dikenal untuk bahan pembuat agar-agar atau puding. Komposisi gizi rumput laut yang sangat lengkap sangat cocok untuk ibu hamil dan menyusui.

Ahli teknologi pangan dari IPB, Prof Dr Made Astawan dalam buku Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan mengatakan bahwa komposisi gizi rumput laut sangat bervariasi tergantung spesies, tempat tumbuh, dan musim.

Kandungan utama rumput laut segar adalah air yang mencapai 80-90 persen, sedangkan kadar protein dan lemaknya sangat kecil. Meski kadar lemaknya rendah, susunan asam lemaknya sangat penting bagi kesehatan.

Lemak rumput laut kaya akan omega-3 dan omega-6. Kedua asam lemak ini merupakan lemak yang penting bagi tubuh, terutama sebagai pembentuk membran jaringan otak, saraf, retina mata, plasma darah, dan organ reproduksi.

Kandungan kalori dalam rumput laut sangat rendah. Dari total kandungan karbohidratnya, kurang dari seperempatnya yang dapat diserap tubuh. Karena itu, baik rumput laut maupun agar-agar sangat baik untuk mereka yang ingin mengurangi berat badan.

Rumput laut juga diketahui sangat kaya unsur yodium. Kandungan yodium rumput laut sekitar 2.400-155.000 kali lebih banyak dibanding kandungan yodium sayuran yang tumbuh di daratan.

Kekurangan yodium akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama timbulnya gondok (pembesaran kelenjar tiroid). Kekurangan yodium selama kehamilan bisa berakibat pada cacat janin, yaitu anak menjadi bisu dan tuli, otak kurang berkembang, kerdil, pertumbuhan terhambat, dan keterbelakangan mental.

Untuk mencegah masalah akibat kekurangan yodium, konsumsi yodium yang dianjurkan adalah 150 mikrogram untuk orang dewasa, 175 mikrogram untuk wanita hamil, dan 200 mikrogram untuk wanita menyusui.


Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2009/08/15/09323623/ibu.hamil.sehat.dengan.rumput.laut

Jumat, 28 Januari 2011

No Green Tonik, Yes Cottonii Organik

No Green Tonik, Yes Cottonii Organik

Sumber: Boedi SJ (JasuDa Net)


Green Tonik (GT) sempat menjadi polemik dan konflik sosial petani di Kabupaten Sikka. Petani yang mencoba GT, begitu nama bekennya sangat takjub. Pemakaian GT memacu pertumbuhan rumput laut cottonii di kawasan Teluk Maumere. Dalam waktu tiga atau empat minggu, pertumbuhan cottonii dua kali lipat dari pertumbuhan normal. Kecepatan tumbuh dan panen lebih cepat. Petani lebih mendapatkan hasil. Waktu tanam yang biasanya enam sampai tujuh minggu dipersingkat tiga atau empat minggu saja. Luar biasa!


Lima tahun lalu, beberapa petani seperti di Dambila, Permaan telah mulai memakai GT. Setiap pertemuan dan pelatihan petani, GT selalu menjadi bahan diskusi yang berakhir dengan perdebatan. GT seperti yang tertera dalam labelnya adalah pupuk cair (non organic) untuk semua jenis tanaman, mengandung unsur makro: N Total (0,59%), P2O5 (0,57%), K2O (1,570%), SO4 (0.11%), CaO (0,073%), MgO (0,009%) dan unsur mikro : Fe (27,70 ppm), Cu (0,011 ppm), Zn (0,58 ppm), B (0,74 ppm) dan Mo (1.926 ppm). Kehebatan GT waktu itu bisa jadi mirip dengan kasus GT (Gayus Tambunan) saat ini. Setiap hari petani beradu argumentasi dan ngerumpi tentang GT.

Pertama kali memfasilitasi pertemuan dan pelatihan petani tahun 2006, saya lebih banyak mendengar dari petani. Petani yang pro GT menjelaskan kelebihan GT. Pertumbuhan dan panen lebih cepat. Tidak perlu masa tanam empat puluh lima hari sehingga bisa meningkatkan produksi. Pihak yang kontra GT menanggapi sebaliknya. GT merusak mutu cottonii Maumere karena harus panen lebih cepat. Jika tidak dipanen umur dua puluh satu sampai tiga puluh hari, cottonii langsung rontok.

Pengaruh GT menyebabkan cottonii cepat besar. Super cottonii, begitu mereka memberi nama. Sayang, super cottonii harus dipanen sebelum waktunya karena mudah rontok. Jika tidak cepat panen, petani tidak mendapatkan hasil karena cepat rontok. Beda dengan cottonii organik yang tidak memakai GT dan tumbuh alami memerlukan waktu empat puluh lima hari untuk mendapatkan besar yang sama dengan super cottonii. Namun cottonii organik tidak cepat rontok. Yang lebih penting lagi kadar karaginan (tepung rumput laut) sudah terbentuk optimal.

Hanawi, petani yang menjadi guru saya dalam budidaya cottonii menjelaskan hasil pengujian sederhana. Dia pernah minta super cottonii 10 kg dari petani yang menggunakan GT, kemudian dikeringkan dan dibandingkan hasilnya dengan cottonii organik. Perbandingan berat kering dan basah super cottonii rasionya lebih kecil. Sampel 10 kg super cottonii basah menghasilkan kurang dari 1 kg super cottonii kering sedangkan cottonii organik dengan perlakuan yang sama bisa mendapatkan hasil kering lebih dari 1 kg. Kurang lebihnya ada beda sekitar 0.5 kg. Meskipun tak ada catatan, saya percaya pada Hanawi. Dia juga menjelaskan, cottonii organik yang kering lebih ulet dan tidak getas dibandingkan super cottonii.
Saya mendapatkan titik terang dan mengambil kesimpulan pada akhir pertemuan untuk tidak menggunakan GT. Pasti kualitas cottonii kering yang menggunakan GT tidak sebaik cottonii organik. Kadar karaginan yang terkandung dalam super cottonii pasti rendah karena harus panen sebelum waktunya. Sayang waktu itu tidak mendapatkan pupuk GT dan sampel super cottonii kering. Hanawi sudah mencoba mencarikan sebotol GT dari toko dan petani yang memakai GT. Sepertinya mereka menutup diri dan main sembunyi karena khawatir kalau hasil testnya negative.

Pengujian dan laboratory test harus dilakukan. Perlu waktu dan biaya tentunya. Namun secara logika berpikir sederhana, GT tidak ada manfaatnya. Pertama perlakuan pemupukan jelas tidak berguna. Hasil kering super cottonii lebih rendah dari pada cottonii organik. Perendaman memerlukan waktu kerja tambahan dan kerja tidak efisien. Yang lebih penting lagi, kualitas super cottonii bisa menjadi bumerang cottonii Maumere yang sudah terkenal jika hasil test ternyata kadar karaginannya rendah.

GT sudah menjadi obat kuatnya cottonii. Petani melakukan prosesi perendaman bibit cottonii dalam drum dan bak-bak perendaman berisi larutan GT. Setiap pertemuan, saya selalu mendapatkan pertanyaan apakah petani boleh menggunakan GT. Lima kali pertemuan sejak tahun 2006 – 2007, jawaban selalu sama No Green Tonik, Yes Cottonii Organik. Beberapa petani, terutama dari desa Koja Doi sependapat dan melakukan kampanye anti GT. Apalagi setelah mereka melihat suburnya lumut yang tumbuh di lokasi budidaya super cottonii. Satu bukti pencemaran telah terjadi di lokasi tanam.

Sayang, distributor pupuk dan para petani yang ingin mendapatkan keuntungan sesaat tidak dapat dibendung. Para pedagang mendapat insentif dari distributor yang tak kalah gencar berkampanye manfaat GT. Seperti halnya kampanye politik, pencitraan GT berhasil. Super cottonii lebih disukai petani. Lumut yang tumbuh di lokasi tanam dibiarkan dan tak dibersihkan. Suatu saat cottonii akan mati dan lokasi tanam tak menumbuhkan cottonii lagi.

Pengalaman adalah guru terbaik, setelah hampir tiga tahun tidak menghasilkan cottonii, kini Koja Doi dan teluk Maumere bangkit lagi. Cottonii mulai tumbuh dan semua petani berharap mendapatkan manfaat dari budidaya cottonii. Semoga saja teluk Maumere tidak tercemar lagi. No Green Tonik, Yes Cottonii Organik.


Sumber : http://www.jasuda.net/index_mbr.php?page=berita_detail&recordID=415

Minggu, 23 Januari 2011

Toyota Nori, Dibuat Dari Rumput Laut


Toyota Nori, Dibuat Dari Rumput Laut


OTOMOTIFNET - Toyota selalu membanggakan diri sebagai pemimpin industri mobil ramah lingkungan. Sepertinya hal itu bukan cuma bualan, soalnya, pabrikan Jepang ini tidak hanya berpaku pada norma-norma industi saat ini, tapi juga mendobraknya! Salah satunya ini, mobil yang dibikin dari rumput laut!

Ya, dinamakan Toyota Nori, yang dalam bahasa Jepang berarti rumput laut. Nori digunakan untuk menciptakan teknologi bioplastik dan menggabungkannya dengan serat karbon tenun untuk membuat rangka kokoh yang ramah lingkungan.


Untuk membangun bentuk podular yang pada akhirnya akan menjadi tubuh Konsep nori, Toyota akan membangun pabrik terletak di dekat laut, sehingga lebih mudah untuk menemukan nori sehingga dapat digunakan sebagai sumber alternatif bioplastik.

Sasis dan bodi Nori juga dirancang menyatu dalam bentuk podular, agar lebih rigid, ringan, tapi juga tidak meninggalkan kesan estetika. Sesudah itu, barulah sebuah motor listrik di keempat rodanya, serta sebuah baterai menjadi pelengkap Nori untuk bisa digerakkan.

Sebagai energi tambahan, konsep Toyota Nori juga memanfaatkan teknologi surya yang ditangkap oleh mobil ini untuk dialirkan pada sassis podularnya. Selain itu, warna dan grafis dari Nori bisa diganti melalui data elektronik.

Sumber : http://mobil.otomotifnet.com/read/2010/11/22/313856/10/1/Toyota-Nori-Dibuat-Dari-Rumput-Laut

Minggu, 17 Oktober 2010

Rumput Laut Dari Suplement Hingga Bio Energi

Rumput Laut Dari Suplement Hingga Bio Energi

Teknologi olahan bakal diarahkan untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budidaya. Penelitian yang terkait dengan teknologi olahan juga diarahkan untuk pengembagan produk baru dan substitusi barang olahan yang saat ini masih di impor. Khususnya untuk rumput laut akan dikembangkan teknologi olahan rumput laut untuk konsumsi dan non konsumsi. Masarakat pun bisa memanfaatkan produk olahan rumput laut berupa suplemen rumput laut (kesehatan), dikonsumsi seperti biasa (agar), untuk keperluan kecantikan, hingga bioenergi.

Hingga kini,produk olahan rumput laut baik yang dikonsumsi maupun yang non konsumsi ada sekitar 500 jenis dan sebagian besar masih impor.  "Padahal kita memiliki bahan mentah yang jumlahnya cukup besar dan potensial. Kita hanya ekspor bahan mentah berupa rumput laut kering, dan kita masih impor produk olahan dari rumput laut seperti pasta gigi, ice cream, ataupun kosmetik," kata Kepala Balai Besar Riset Pengolahan produk dan Bioteknologi Kelautan dan Peikanan, Dr.Ir. Hari Eko Irianto, di Jakarta  belum lama ini.

Guna meningkatkan produk olahan rumput laut, Balai Besar Riset Penggolahan produk dan Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan mulai mengarahkan risetnya untuk memformulasikan ke arah substitusi. Mulai saat ini Riset Pengolahan harus diarahkan untuk menciptakan produk olahan yang bisa bersaing dengan produk-produk olahan dari luar negeri.

 Di  Indonesia, peluang untuk menciptakan produk olahan cukup besar.  Hampir semua produk ikan di Indonesia bisa dijadikan produk olahan dan hasilnya sangat menggembirakan.  Baik patin, lele dan ikan-ikan yang bakal di produkis dalam skala besar bisa dijadikan produk olahan.

Agar produk olahan di tanah air mampu bersaing dengan produk olahan luar negeri, maka cara membuat olahan jangan sama dengan di luar negeri.  Kalau melihat potensi pasar di Uni Eropa, maka jumlah produk olahan yang masuk ke pasar tersebut paling banyak dari Maroko.  Produk olahan dari Indonesia hanya sekitar 21 jenis. Padahal produk olahan tak tergantung pada jenis ikannya.  Artinya jenis ikan apa saja bisa dijadikan produk olahan yang sesuai dengan yang diinginkan, peluang atau potensi pasarnya juga cukup besar.

"Saat ini yang dilakukan hanya meniru produk yang berasal dari luar negeri. Kalau masih seperti ini tentu kita tak akan mampu bersaing. Karena itu masih ada inovasi ke arah penciptaan produk olahan yang benar-benar asli dari Indonesia," tegas Hari Eko.

Nah, masyarakat luas umumnya mengenal olahan rumput laut dalam bentuk agar-agar. Padahal  rumput laut bisa dijadikan teh untuk dikonsumsi.  Teh dari rumput laut ini berkhasiat untuk antioksidan dan karotenoid/ fukosantin, tanin (phlorotanin), dan iodium.

Olahan rumput laut berupa teh bisa disajikan dengan dicelup (seperti teh celup),  serbuk (powder), instan dalam kemasan gelas.  Aneka produk olahan rumput laut yang bisa dikonsumsi lainya yang dikembangkan Balai Besar Riset pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan seperti mie rumput laut dan kerupuk rumput laut. Kemudian olahan barbasis surimi(baso dan sebagainya).  Rumput laut juga bisa di jadikan kue kering.

Rumput laut dapat dikembangkan menjadi suplemen dalam bentuk tepung, tablet dan kapsul Spirulina sp.  Suplemen rumput laut ini dikemas dalam botol gelap tahan selama 3 bulan (suhu kamar 15 derajat celcius).  Komoditi unggulan ini juga bisa dijadikan minuman sehat Spirulina sp & Chlorella sp.  Di dalam minuman sehat ini konsentrasi 0,3 % flavor additives (pandan, jeruk). Dipastikan minuman sehat tersebut tahan 2 bulan (suhu kamar & dingin).

 Rumput laut juga bisa dipakai sebagai bahan saos.  Tak hanya itu, pecinta ice cream bisa menikmati ice cream rumput laut.  Teknologi ice cream rumput laut memanfaatkan alginat 0,8% (karaginan-gum atau alginat-gum) sebagai stabilizer, emulisifer dan thickner tepung ice cream, yaitu 0,4% (iota), karaginan dan 0,1% guargum.   Kemudian juga ada suplemen dari rumput berupa tablet effervescent rumput laut yang memanfaatkan aginat 15-20% untuk tablet effervescent dapat membantu  menurunkan gula darah.

Seperti diketahui, rumput laut juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan non konsumsi.  Balai Besar Riset penggolahan Produk Bioteknologi Kelautan dan Perikanan telah mengembangkan rumput laut sebagai bahan kosmetik dengan memanfaatkan mikroalgae pada kosmetika (masker).   Kemudian skin lotion alginat.  Rumput laut juga bisa di kembangkan untuk industri lainya, seperti edible film rumput laut, film coating rumput laut. Teknologi ini bisa memanfaatkan alginofit S. filipendula untuk pembuatan penyalut lapis tipis (film coating), misalnya film coating tablet vitamin A. Bahan : Alginat (1,75%), plasticizer PEG 6000 (20% daro bobot polimer) dan TiO2 (0,5% dari total volume larutan penyalut). Rumput laut juga bisa dimanfaatkan sebagai pengental textile printing.

Tak hanya itu saja, limbah rumput laut juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan memasak. Saat ini telah ditemukan teknologi mengolah briket arang limbah rumput laut. Limbah rumput laut dari pengolahan agar dapat dimanfaatkan dengan dibuat arang briket dengan perekat tapioka menghasilkan panas 4.050 kal/g. R umput laut pun bisa dimanfaatkan untuk pengharum ruangan. Namanya, Pengharum ruangan rumput laut. Teknologi untuk membuat pengharum ruangan rumput laut ini dengan memanfaatkan formulasi karaginan-gum atau agar-gum (1,5%), carrying agent, KCl, Ca asetat, hard parafin, surfaktan, pewangi untuk pengharum ruangan.

Ke depan rumput laut akan dikembangkan sabagai bioenergi.  Dalam penelitian, sudah ada 20 jenis rumput laut (Banten dan Bali) yang bisa dikembangkan sebagai Bio Energi.  Bio Energi rumput laut merupakan salah satu jawaban untuk mengantisipasi semakin mahalnya bahan bakar minyak dunia yang tak bisa diperbaharui.  Hanya saja, untuk Sargassum dan ulva tidak bagus karena kurang gula reduksi, namun  untuk rumput laut jenis E. Cottoni bagus dengan starter kotoran sapi.  Sesuai penelitian, Bio Energi Rumput laut ini rasio C/N  E. cottoni 44/l dan limbah karaginan 55/l. Hanya saja, masyarakat sampai saat ini belum bisa memanfaatkan, karena Bio Energi rumput laut masih dalam skala uji coba di laboratorium.

SUMBER :
1. MINAPOLITAN MAJALAH, Edisi Februari 2010
2. http://www.dkp.go.id
3. http://bpsplpontianak.kp3k.dkp.go.id/?action=baca_berita&id=178